Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Resensi Novel Cantik itu Luka

Resensi Novel Cantik itu Luka

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 1.099
  • comment 0 komentar

Identitas Buku

  • Judul Buku: Cantik itu Luka
  • Penulis: Eka Kurniawan
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
  • Tahun Terbit: 2002 (Cetakan Pertama), terus dicetak ulang hingga kini
  • Jumlah Halaman: 508 halaman
  • Genre: Fiksi Sejarah, Realisme Magis
  • Peresensi : Muhammad Fatih

               Kisah ini dibuka dengan sebuah peristiwa yang tidak masuk akal di mana ada seorang perempuan bernama Dewi Ayu bangkit dari kuburnya setelah 21 tahun meninggal dunia. Semasa hidupnya Dewi Ayu merupakan seorang perempuan yang memiliki garis keturunan Belanda yang dipaksa menjadi pelacur di masa penjajahan Jepang ia terkenal sangat cantik, cerdas, dan sinis.

               Dewi Ayu memiliki tiga anak perempuan yang mewarisi kecantikannya namun kecantikan itu justru membawa kutukan dan tragedi bagi hidup mereka. Saat hamil anak keempat Dewi Ayu memanjatkan doa agar anaknya lahir dengan rupa yang sangat buruk dengan harapan ia akan terhindar dari penderitaan. Anak itu benar-benar lahir dengan wajah yang menakutkan namun ironisnya malah diberi nama “Cantik”. Melalui kisah Dewi Ayu dan keturunannya kita diajak melihat bagaimana sejarah panjang sebuah kota fiktif bernama Halimunda melewati masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, era kemerdekaan, hingga tragedi berdarah 1965. Terdapat kritik keras terhadap kebrutalan penjajah, kekejaman militer, konflik antar golongan, serta bagaimana perempuan sering kali menjadi korban utama dalam roda sejarah yang dikendalikan oleh laki-laki.

               Cara penulis menggabungkan sejarah nyata Indonesia dengan mitos, hantu, dan legenda lokal yang sangat brilian. Pembaca seolah olah dibuat sedang mendengarkan dongeng epik. Lewat kisah yang menghibur dan kadang konyol novel ini menampar pembaca dengan kenyataan pahit tentang kekerasan dan ketidakadilan di masa lalu. Novel ini memuat banyak sekali adegan kekerasan ekstrem, kekerasan seksual, dan bahasa yang sangat kasar. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Alur yang melompat-lompat dengan jumlah tokoh yang banyak mungkin akan membuat pembaca awam merasa sedikit kebingungan di bab-bab awal sebelum terbiasa dengan gaya berceritanya.

               Cantik itu Luka bukanlah novel percintaan picisan melainkan sebuah epik sejarah yang dibalut dalam wujud dongeng kelam. Eka Kurniawan berhasil membuktikan bahwa menceritakan tragedi bangsa tidak harus selalu dengan gaya buku teks sejarah yang kaku. Buku ini sangat layak untuk dibaca tetapi hanya untuk para pembaca yang sudah menginjak usia dewasa. Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi Anda yang menyukai sejarah, fiksi sastra, dan cerita dengan makna berlapis. Namun bagi pembaca yang tidak suka dengan kekerasan atau pelecehan sebaiknya berhati-hati saat memutuskan untuk membaca buku ini.

[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang mengenalkan dan mengajar program matematika detik kepada siswa kelas 5 SDN 2 Gadu, Blora. Kegiatan pengenalan dan pembelajaran dilakukan di salah satu rumah siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Sabtu, (17/10/2020) Kegiatan ini dilakukan berturut-turut selama dua hari yaitu pada hari […]

  • PBAK 2024 Dimulai, Usung Tema Pendidikan

    PBAK 2024 Dimulai, Usung Tema Pendidikan

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 880
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dilaksanakan pada Jumat, (09/08/2023) yang bertempat di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara PBAK dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 9-11 Agustus 2024. Berbeda dari tahun sebelumnya, PBAK tahun ini mengusung tema “Pendidikan untuk Kemanusiaan dan Peradaban”. Menurut Prima Sitepu, […]

  • Ternyata Begini Ribetnya Mendaftar Wisuda

    Ternyata Begini Ribetnya Mendaftar Wisuda

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 893
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa, (24/5/2022) UIN Walisongo Semarang melepaskan sebanyak 544 wisudawan. Hal ini merupakan momen yang banyak ditunggu-tunggu karena acara wisuda kali ini digelar secara offline, setelah sempat vakum selama kurang lebih dua tahun yang hanya digelar secara online. Bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, banyak wisudawan yang antusias dan senang dalam mengikuti acara wisuda […]

  • Debat Terbuka Calon Rektor UIN Walisongo dengan Mahasiswa UIN Walisongo

    Debat Terbuka Calon Rektor UIN Walisongo dengan Mahasiswa UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) Bidang Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Walisonggo Semarang telah mengadakan acara debat untuk para  kandidat rektor yang akan memimpin periode selanjutnya, pada Selasa, (02/12/2025). UIN Walisongo memasuki fase penting dalam menentukan arah kepemimpinan baru. Menjelang pergantian rektor, mahasiswa diberikan ruang langsung untuk menilai gagasan, karakter, serta komitmen […]

  • Tetap raih comlaude meski aktif organisasi, ini tips dari Risa

    Tetap raih comlaude meski aktif organisasi, ini tips dari Risa

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 2.503
    • 0Komentar

    Risalatul Muawanah berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,95 dan mengantarkannya sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pada acara wisuda Sabtu (23/08/2025) yang bertempat di Gedung Prof. Tgk. Ismail Ya’kub (Auditorium II), Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Risa merupakan mahasiswa asal pekalongan dan sekaligus mahasiswa […]

  • Kajur D3 PBS FEBI UIN Walisongo Turut Prihatin atas ‘Depresi Rupiah’

    Kajur D3 PBS FEBI UIN Walisongo Turut Prihatin atas ‘Depresi Rupiah’

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 681
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Stabilitas ekonomi makro di tanah air belakangan sempat mengalami ‘depresi finansial’. Pasalnya nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai level 13.000 Rupiah. Hal demikian tentu akan berimbas pada aktifitas ekonomi makro di Indonesia. Harian Kompas, 30/03/2015, mewartakan bahwa nilai tukar Rupiah masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari sisi perekonomian global maupum domestik. Deputi Gubernur […]

expand_less