Webinar Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Negara Selama Pandemi

WhatsApp Image 2020-11-16 at 3.42.07 PM

lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Juruan (HMJ) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang usai mengadakan webinar dengan tema “Strategi Pengelolaan Keuangan Badan Pemerintah dan  Badan Usaha di Masa Pandemi Covid-19.” Acara dilaksanakan  menggunakan media Zoom Meeting dan Streaming Youtube. Senin, (16/11/2020).

Tujuan webinar tersebut yakni untuk  meningkatkan pemahaman serta informasi yang transparan bagi  masyarakat maupun mahasiswa terkait  akuntabilitas negara dan badan usaha dalam situasi sulit saat ini sehingga tidak memicu adanya penyalahgunaan informasi.

Webinar ini dihadiri oleh empat pemateri yaitu Nur Satyo Kurniawan selaku Kepala Bagian Pengawas Perbankan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Nur Aini Fitriya Ardiani Anaqoh selaku Akademisi UIN Walisongo Semarang, Bagus Kurniawan selaku Kepala Sub Auditor Jawa Tengah I, dan Faris Shalahudin Zakiy selaku Dosen Akuntansi Syariah UIN Walisongo Semarang.

Saat ini pandemi Covid-19 merupakan salah satu permasalahan yang sedang dihadapi di Indonesia dan berimbas  ke segala sektor salah satunya perekonomian maka perlu adanya program pemulihan dan strategi penanggulangannya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Nur Satyo Kurniawan  selaku Kepala Bagian Pengawas Perbankan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY menyampaikan  timeline program pemulihan ekonomi nasional dalam webinar tersebut

 “Program pemulihan nasional yang biasanya disebut PEN adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional yang merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemi Corona Vints Disease 2Ol9 (COVID-19) dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional,” terangnya.

Anggaran pemerintah yang digunakan untuk menangani pandemi covid-19 cukup besar yaitu sekitar Rp. 695,2 Triliun. Maka perlu adanya pengawasan dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran tersebut.

“Anggaran untuk menangani Covid-19 cukup besar sehingga dilakukan pemeriksaan yang bersifat komprehensif (Audit Universe), menggunakan jenis pedekatan pemeriksaan meliputi pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu,” ungkap Kepala Sub Auditor Jawa Tengah I, Bagus Kurniawan. Sofi_[i]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *