Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
  • visibility 766
  • comment 0 komentar

Langit petang membersamai Dela (20) yang sedang membeli cemilan tahu gejrot di depan samping kiri gerbang kampus III UIN Walisongo Semarang pada hari kamis (05/10/23). Ia menempuh perjalanan yang ramai dan lancar sekitar 10 menit dari tempat tinggalnya demi sebuah tahu gejrot yang lezat dan bergizi.

“Jajan di (penjual) tahu gejrot udah 2 kali,” jawabnya.

Setelah itu, ia lanjut membayar pesanannya menggunakan QRIS yang sudah terhubung dalam smartphonenya, dengan melakukan scan pada QR Code yang sudah disediakan oleh penjual tahu gejrot.

“Tinggal scan aja, praktis,” ungkap Dela.

Menurut Dela, ia merasa terbantu dan mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi dengan alat pembayaran yang praktis seperti QRIS karena ia tidak terlalu suka memegang uang cash.

“Menurutku kebantu, soalnya aku juga males pegang dompet, kalo pake QRIS tinggal scan selesai deh,” tambahnya.

Sebagai bagian dari teknologi keuangan, QRIS memang seharusnya terus mengalami perkembangan. Bank Indonesia (BI) demi melaksanakan tugasnya sebagai Bank sentral negara Indonesia, BI berkomitmen untuk melakukan berbagai perkembangan fitur QRIS. Salah satunya melalui sistem transaksi yang terbaru yaitu QRIS Cross-Border. Dela menuturkan bahwa belum mengetahui sama sekali mengenai QRIS Cross-Border.

“Belum tau apa itu QRIS Cross-Border,” tuturnya.

Inklusi Keuangan Digital Melalui QRIS Cross-Border

QRIS alias Quick Response Code Indonesian Standar merupakan penyatuan dari QR Code berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) di Indonesia. Maka dari itu, tujuan QRIS diciptakan yaitu untuk memudahkan proses transaksi di seluruh wilayah Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi keuangan semakin masif sehingga alat pembayaran seperti QRIS pun ikut berkembang menjadi QRIS Cross-Border yang dinilai lebih luas jangkauannya.

Sumber: freepik.com

Perkembangan-perkembangan sistem QRIS sejalan dengan tujuan yang dibeberkan Perry Wijayanto selaku gubernur Bank Indonesia melalui situs resmi BI. Ia mengungkapkan bahwa tujuan dari berbagai pengembangan sistem QRIS merupakan langkah untuk mendorong inklusi digital, pemberian kemudahan akses keuangan yang dapat mencakup seluruh Indonesia, khususnya masyarakat kecil dan masyarakat dari daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

QRIS Cross-Border merupakan pembayaran digital dengan basis QR Code yang dapat dilaksanakan antar negara. Saat ini Indonesia telah melakukan kerja sama antar bank sentral di beberapa negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam rangka percepatan pembayaran yang mudah dan inklusif. Faktor yang mempengaruhi adanya QRIS Cross-Border adalah kerjasama konektivitas pembayaran kawasan yang disepakati oleh bank sentral di beberapa negara ASEAN. Adapun negara ASEAN yang sudah mengimplementasikan QRIS Cross-Border meliputi negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Selain negara yang telah disebutkan diatas, Bank Indonesia juga akan meluaskan kerja sama dengan negara-negara lain.

Ketika seseorang penduduk Indonesia berkunjung ke negara yang sudah terhubung dengan sistem ini, maka ia tidak perlu repot menangani segala permasalahan mengenai uang. Dalam sistem QRIS Cross-Border sudah terdapat fitur-fitur yang memudahkan pengguna melancong tanpa perlu menukar uang. Mengapa demikian? Karena penggunaan fitur ini cukup mudah, sama seperti menggunakan QRIS pada umumnya di Indonesia, wisatawan cukup berbekal ponsel. Untuk menggunakan QRIS Cross-Border, pertama wisatawan pergi ke suatu tempat perbelanjaan atau tempat makan yang terkoneksi dengan sistem ini, setelah itu buka aplikasi scan QRIS, nantinya akan muncul halaman untuk memasukkan nominal yang perlu dibayar. Uniknya nominal dalam mata uang negara lain itu akan langsung terkonversi ke rupiah. Setelah memastikan nominal yang tertera benar, cukup konfirmasi maka pembayaran melalui QRIS Cross-Border sudah selesai.

UMKM Siaga Membidik

Dari penjelasan mengenai ragam fitur QRIS Cross-Border tersebut, dapat dinilai jika sistem ini mampu mendukung inklusi ekonomi dan keuangan digital, terlebih pada sistem pembayaran. Menurut data per Juni 2023 bahwa merchant QRIS sudah mencapai angka 26,7 juta, dan secara menakjubkan UMKM mengambil peran sangat besar dalam jumlah total itu, yakni sebesar 91,4% pengguna. Masih dalam rangka inklusi ekonomi, transaksi QRIS yang tercatat selama periode 2022 mencapai jumlah 1.03 miliar transaksi, dengan pertumbuhan 86% tahun per tahunnya. Besarnya pengguna dari UMKM ini sejalan dengan tujuan Bank Indonesia, karena dengan terhubungnya pembayaran antar negara melalui QRIS Cross-Border merupakan penguatan Regional Payment Connectivity untuk mendorong pembayaran lintas negara yang cepat, murah, dan inklusif terutama bagi sektor UMKM.

Sumber: pexels.com

Sistem QRIS Cross-Border ini selain memberikan kemudahan bagi warga negara Indonesia yang hendak melakukan transaksi ketika berada di luar negeri, juga berlaku sebaliknya, yakni para wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Indonesia dapat dengan mudah melakukan pembayaran melalui kode QR. Dengan catatan mereka berasal dari negara-negara yang sudah melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia dalam fitur QRIS Cross-Border ini. Dengan kemudahan-kemudahan dalam proses transaksi melalui QRIS Cross-Border ini, tentu sangat menguntungkan para UMKM lokal pengguna QRIS, sebab turis dari negara tetangga yang berlibur di Indonesia mempunyai potensi tinggi dalam penggunaan QRIS Cross-Border, sehingga keinginan turis untuk melakukan transaksi dengan alat pembayaran QRIS Cross-Border juga semakin tinggi karena praktis.

Azza (21), seorang pegiat UMKM berstatus mahasiswa ini sering mengikuti event tertentu untuk menjual dagangannya, ia mengaku sudah berpindah-pindah lokasi menyesuaikan di mana event digelar, dan saat ini sedang mengikuti event yang berlokasi di Lawang Sewu Semarang.

“Tergantung event, sekarang di Lawang Sewu,” ucap Azza yang sambil melayani pembeli.

Azza bercerita bahwa ia pernah melayani beberapa pembeli yang berasal dari luar negeri yang saat itu sedang liburan di Lawang Sewu.

“Ada beberapa turis yang beli ketika kita lagi jualan di tempat-tempat wisata, contohnya di Lawang Sewu ini,” bebernya dengan serius.

Namun, para turis itu terlihat masih jarang menggunakan QRIS dan kebanyakan memakai uang tunai untuk membayar.

“Selama aku jualan, untuk turis itu jarang menggunakan QRIS, dan lebih sering menggunakan cash,” tambah Azza.

Di lain sisi, ia menuturkan bahwa sistem pembayaran menggunakan QRIS ini memang memudahkan dan praktis, karena yang termudahkan bukan hanya pembeli namun juga penjual.

“Lebih memudahkan dan praktis memang, jadi kita nggak perlu ngasih kembalian ke pembeli,” pungkasnya.

“QRISnya satu, menangnya banyak!”

kami adalah salah satu peserta dari sekian banyak peserta lainnya “participant of BI Digital Content Competition 2023“. For your information, berikut adalah akses informasi mengenai Bank Indonesia Digital Content Competition (BIDCC) https://bi-digitalcompetition.com/competition

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Бонусы и азартные игры в Vavada на одном ресурсе

    Бонусы и азартные игры в Vavada на одном ресурсе

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 271
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Бонусы и азартные игры в Vavada для игроков Оптимальный способ получить максимум удовольствия – воспользоваться всеми предложениями, которые открывает вавада регистрация. Новички могут рассчитывать на приветственные пакеты, которые значительно увеличивают стартовый капитал, позволяя пробовать различные разновидности развлечений без риска. Разные акции постоянно обновляются, […]

  • 116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    • calendar_month Ming, 1 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 658
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Jurusan Akuntansi Syariah (AKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan Distingsi I bagi mahasiswa AKS semester dua. Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, distingsi tersebut diikuti 116 mahasiswa. Kegiatan distingsi tersebut diadakan guna membekali mahasiswa dalam pencapaian Standar AKS. Mengusung tema “Training Persiapan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah”, kegiatan yang […]

  • Derma Masker Mahasiswa KKN MIT ke-11 di Tengah PPKM

    Derma Masker Mahasiswa KKN MIT ke-11 di Tengah PPKM

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 693
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu, (23/01/2021) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri dari Rumah (KKN MIT-DR) angkatan XI UIN Walisongo, melakukan aksi derma di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Seperti yang diketahui, Jawa-Bali sejak 11 Janurai 2021, memberlakukan PKM. Kota Semarang juga ikut memberlakukannya dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang ditimbulkan oleh kerumunan dari kegiatan masyarakat. PKM […]

  • Perjuangan Cinta Yang Tulus

    Perjuangan Cinta Yang Tulus

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul film        : Until Tomorrow Tanggal rilis     : 29 September 2022 (Indonesia) Sutradara        : Hadrah Daeng Ratu Sinematografi  : Adrian Sugiono Editor               : Wawan I. Wibowo Penata musik   : Joseph S. Djafar Penulis             : Evelyn Afnilia Sinopsis Film Film yang bertajuk Until Tomorrow berkisah […]

  • KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 699
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari pertama berlangsung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. 140 mahasiswa mengikuti agenda dengan pakaian rapi hitam putih beralmamater. Senin, (2/3/2020). Imron Mawardi Ketua MES Jawa Timur sekaligus dosen Universitas Airlangga menjadi narasumber dengan tajuk Potensi […]

  • Menakar Masa Depan Sawit Indonesia: Mengapa Investasi SDM Tak Boleh Terlambat?

    Menakar Masa Depan Sawit Indonesia: Mengapa Investasi SDM Tak Boleh Terlambat?

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Mampukah industri kelapa sawit Indonesia mempertahankan takhtanya di pasar global masa depan? Di tengah tuntutan teknologi baru dan urgensi kelestarian lingkungan memiliki jumlah tenaga kerja yang masif saja tidak lagi cukup industri ini membutuhkan keahlian yang spesifik dan bervariasi. Industri kelapa sawit di Indonesia jelas sangat memerlukan tenaga kerja yang berkualitas tangguh untuk bisa menghadapi […]

expand_less