Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

Romantisme Moderasi Beragama, Bisakah Berperan dalam Pendidikan?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 17 Jan 2023
  • visibility 738
  • comment 0 komentar

Oleh: Alya Rahma Falasifah (Bendahara)

Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki beranekaragaman suku, bahasa, budaya serta agama. Sebagai negara yang memiliki ragam perbedaan, Indonesia perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai harmoni yang menyatukan satu sama lain. Moderasi menjadi upaya penting untuk perwujudan peradaban dan perdamaian dunia yang bermartabat.

Perlu kita ketahui prinsip moderasi adalah sikap atau cara pandang perilaku yang moderat, toleran, menghargai perbedaan, dan selalu mempertimbangkan kemaslahatan bersama. Dengan kata lain berupaya menghadirkan manfaat dan mencegah mudarat.

Moderasi tersebut ditekankan atas dasar pengakuan terhadap orang lain, wujud toleransi, menghormati pendapat orang lain, serta tidak memaksakan kehendak orang lain. Sehingga dalam hal tersebut kajian moderasi sosio-religius menjadi salah satu wujud untuk mengintegrasi ajaran agama dan kondisi masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentunya membutuhkan kesadaran masyarakat, hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang menyadari realita bangsa Indonesia untuk seluruh pihak.

Gambaran moderasi beragama. Sumber: thecolumnist.id

Seluruh dunia tengah dihadapkan dengan fenomena tantangan dari aksi intoleran yang berdampak terhadap perpecahan bangsa. Faktornya juga seringkali mengatasnamakan kelompok tertentu bahkan agama. Hal tersebut tentunya harus diantisipasi sejak dini melalui bangku sekolah.

Sekolah yang merupakan sumber informasi yang digunakan generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan. Sekolah juga seringkali dikatakan sebagai ruang yang tidak bertuan. Hal tersebut berarti sekolah menjadi ruang untuk bertukar ideologi, sehingga dalam hal ini bisa mempengaruhi pola pikir peserta didik, salah satunya pemahaman kebangsaan maupun agama.

Sehingga dalam aspek ini lembaga pendidikan menjadi sebuah wadah yang sangat tepat dalam mewujudkan laboratorium moderasi beragama. Laboratorium beragama disini diartikan sebagai sebuah institusi untuk mengembangkan ideologi yang tidak menyimpang dengan ideologi bangsa. Hal tersebut berguna untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan menumbuhkan toleransi dalam beragama.

Pendidikan dalam hal ini menjadi pondasi untuk memahamkan peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. Hal tersebut tentunya didasari atas dasar kasih sayang sesama dan kemanusiaan berperadaban. Lembaga pendidikan merupakan sarana yang tepat digunakan untuk penyebaran sensitivitas peserta didik dalam beberapa perbedaan. Dalam hal ini pula membuat adanya pembuka ruang dialog berupa guru yang terlibat dalam pemberian pemahaman terkait kajian agama membawa risalah romantisme perdamaian.

Dijelaskan dalam karya Maarif Institute berjudul “Menjaga Benteng Kebhinekaan di Sekolah” dipaparkan terdapat tiga pilar utama mengenai pemahaman radikalisme dan intoleransi dalam mengupas penetrasi di lingkungan sekolah; pertama, melalui adanya ekstrakurikuler. Kedua, peranan guru pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Ketiga, adanya kebijakan sekolah dalam control informasi radikalisme di sekolah.

Sekolah menjadi tatanan ruang tumbuhnya gagasan kebangsaan, penanaman budaya multikulturalisme, pembawa ranah agama yang damai, serta jalan meresapnya cinta kemanusiaan. Hal tersebut tentunya tertuang melalui kurikulum berbasis moderasi beragama.

Romantisme moderasi beragama memiliki beberapa langkah strategis dalam upaya penerapannya oleh pemerintah; pertama, moderasi beragama sebagai upaya perhatian pemerintah untuk membuat perencanaan pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN). Kedua, pelibatan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal untuk meningkatkan rasa kepeduliaan dan kemanusiaan, nilai-nilai kerukunan umat dalam beragama, serta romantisme moderasi  beragama. Ketiga, pengembangan adanya kajian literasi beragama serta pendidikan lintas iman. Keempat, perlu adanya peningkatan pelatihan dan praktik pengalaman pembelajaran lintas agama agar lebih paham tentang toleransi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisudawan Inspiratif; Selesaikan Kuliah Tepat Waktu Walaupun Sibuk

    Wisudawan Inspiratif; Selesaikan Kuliah Tepat Waktu Walaupun Sibuk

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 535
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kisah inspiratif datang dari dua wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Firdaus dan Usmiyati, resmi menerima gelar S.Akun pada Selasa, (23/05/2023). Peresmian gelar tersebut dilaksanakan di Gedung Auditorium 2 Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada acara Wisuda Doktor (S-3) ke-31, Magister (S2) ke-55, Sarjana (S1) ke-88. Firdaus Aulia Purnama diresmikan […]

  • Clouds: Ketika Musik Menjadi Salam Perpisahan Terindaah

    Clouds: Ketika Musik Menjadi Salam Perpisahan Terindaah

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Judul Film: Clouds Sutradara: Justin Baldoni Pemeran Utama: Fin Argus, Sabrina Carpenter, Neve Campbell Genre: Drama, Musikal Durasi: 121 menit Tahun Rilis: 2020 Peresensi : Fitrotun Amaliyah               Clouds menceritakan tentang Zach Sobiech, seorang remaja yang menyukai musik dan menjalani masa mudanya seperti remaja pada umumnya. Hidup Zach berubah ketika ia harus menghadapi kondisi […]

  • Manfaat Drama Korea dan Musik K-Pop untuk Psikologis Seseorang

    Manfaat Drama Korea dan Musik K-Pop untuk Psikologis Seseorang

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Drama Korea (Drakor) merupakan serial televisi buatan negara Korea Selatan. Drama Korea berisi berbagai macam genre atau ragam di antaranya: romansa, action, horor, komedi, dan masih banyak lagi. Saat ini drama Korea telah menjadi booming hampir di seluruh dunia. Drama Korea terbaik yang rilis di tahun 2022 antara lain; Extraordinary Attorney Woo, All of Us […]

  • LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 690
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam LPM Niche Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang berkunjung ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Hasna Aulia, Pimpinan Umum (PU) LPM Invest menyambut baik visitasi dari LPM Niche Undip. Sebagai LPM yang baru berdiri lima […]

  • Kuliah Sambil Bisnis, Siapa Takut?

    Kuliah Sambil Bisnis, Siapa Takut?

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 638
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ketatnya persaingan ekonomi global pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha, terlebih mahasiswa. Apalagi pada tahun 2015 ini akan diberlakukan adanya pasar bebas ASEAN. Berkat ketekunan dan kreatifnya, Muhammad Ridlwan salah seorang mahasiswa UIN Walisongo Semarang saat ini sedang menekuni usaha propertinya. Meskipun saat ini Ridwan sedang menjalankan usaha, dia tidak melupakan […]

  • Ini 26 Cabang Lomba Orsenik 2018

    Ini 26 Cabang Lomba Orsenik 2018

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 570
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Acara besar untuk penyambutan mahasiswa baru (maba-red) setelah Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) adalah Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik). Orsenik merupakan ajang bagi maba untuk menunjukkan bakat minat dan ajang bagi mahasiswa lama menjaring bibit-bibit unggul yang ada di UIN Walisongo Semarang. Mengusung tema “Show Your Sportifity, Make a Creation”, Dewan Eksekutif […]

expand_less