Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
  • visibility 401
  • comment 0 komentar

(Farras dan Keluarganya Berpose dengan Bahagia di Momen Wisuda Periode Mei 2022 UIN Walisongo Semarang)

lpminvest.com– Pelaksanaan wisuda UIN Walisongo Semarang digelar secara luring pada Selasa (24/5/2022). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisudawati terbaik. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi salah satu acuan merah predikat tersebut.

Farras Khirzi Khanifah mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjadi wisudawati peraih IPK tertinggi dengan nilai 3,97 (predikat cumlaude). Farras, sapaan akrabnya, menjadi wisudawati terbaik FST sekaligus peraih IPK tertinggi se-universitas tingkat sarjana (S1) pada Wisuda ke- 84 periode Mei 2022 yang digelar di Auditorium 2 Kampus 3. Skripsi yang ia buat berjudul “Metaanalisis Penggunaan Model Pembelajaran Biologi terhadap Higher Order Thinking Skills Biologi SMA”.

Gadis asal Magelang itu mengaku tidak memiliki tips khusus untuk menjaga indeks prestasinya agar tetap tinggi. Akan tetapi, ia mencari strategi untuk tetap mengejar IPK tinggi.

“Sebenarnya tidak ada tips khusus untuk mempertahankan IPK agar tetap konstan. Saya hanya banyak bertanya kepada kating, apa saja biasanya buku yang dipakai oleh dosen pengampu mata kuliah dan memahami penilaian dari masing-masing dosen serta memahami dengan tepat kontrak kuliah yang diberikan dosen,” ungkap Farras saat ditanya tips meraih IPK tertinggi oleh Kru Magang LPM Invest.

Ia juga mengaku, sempat mengalami penurunan IPK saat semester 2. Namun, berhasil bangkit kembali dengan modal fokus dan giat belajar.

“Di semester 3 saya berusaha memperbaiki dengan cara belajar lebih giat lagi, lebih fokus saat kelas dan alhamdulillah saat semester 3 IPK saya naik kembali dan sampai sekarang konstan,” jelasnya Farras.

Farras berpesan untuk mahasiswa dan mahasiswi yang sedang kuliah, untuk tetap semangat, jalani prosesnya dan kejar apa yang diinginkan.

M. Fathul Mubin, ayahanda dari Farras Khirzi Khanifah mengaku sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian anaknya yang menjadi peraih IPK tertinggi.

“Mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat,” terangnya. Lisda&Tegar_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

    Generasi Z dan Perangkap FOMO: Menavigasi Tekanan Sosial di Era Digital

    • calendar_month Ming, 31 Des 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 432
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fear of Missing Out (FOMO) seringkali terdengar di telinga dan dikaitkan dengan generasi Z (gen Z). Generasi yang lahir antara tahun 1997-2012 dimana teknologi berkembang pesat pada tahun-tahun tersebut. Tak heran jika gen Z menjadi generasi yang rentan terpapar digitalisasi, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan gen Z erat dengan teknologi. Generasi Z saat […]

  • Maba; Sosialisasi Pemilwa Kurang Maksimal

    Maba; Sosialisasi Pemilwa Kurang Maksimal

    • calendar_month Kam, 21 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 327
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pemilihan umum mahasiswa (PEMILWA-red) berlangsung dilapangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Walisongo Semarang. Selasa, (19/12/2017). Tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di delapan fakultas; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUH), Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), […]

  • Seminar Nasional Harlah Ke-13 Forshei, Bentuk Atensi Percepatan Digitalisasi UMKM Indonesia

    Seminar Nasional Harlah Ke-13 Forshei, Bentuk Atensi Percepatan Digitalisasi UMKM Indonesia

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 321
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Rabu, (16/6/2021) Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang merayakan hari lahirnya (harlah) yang ke-13. Diadakan dari tanggal 14-16 Juni 2021, pada hari inilah puncaknya. Puncak kegiatan yang diselenggarakan adalah seminar nasional dengan tajuk “Percepatan Digitalisasi UMKM sebagai Ikhtiar Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi.” Hal tersebut merupakan bagian dari pengabdian Forshei kepada masyarakat […]

  • Termotivasi Temannya, Setyo Sekar Sari Jadi Wisudawan Terbaik Universitas

    Termotivasi Temannya, Setyo Sekar Sari Jadi Wisudawan Terbaik Universitas

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 300
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setyo Sekar Sari mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Walisongo Semarang berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat universitas pada Selasa (08/11/2022). Predikat cumlaude yang disandang berasal dari Indeks Prestasi Kumulatifnya yang sebesar 3,91. Setyo dinobatkan sebagai wisudawan terbaik ketika berlangsungnya acara wisuda periode November 2022 di Gedung Auditorium […]

  • Waktu Latihan Terbatas Tak Halangi Jadi Juara

    Waktu Latihan Terbatas Tak Halangi Jadi Juara

    • calendar_month Rab, 17 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 242
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Setelah melalui beberapa pertandingan sengit antarjurusan dan angkatan, tim futsal S1 Perbankan Syariah (PBAS) 2017 berhasil meraih gelar juara pertama Piala FEBI 2019. Selasa, (16/4/2019). Piala FEBI 2019 merupakan turnamen futsal yang diadakan UKM Ebi Sport bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah (AKS). Fahrizal, kapten tim futsal S1 PBAS 2017 mengaku tidak […]

  • MADRE

    MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

expand_less