Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
  • visibility 522
  • comment 0 komentar
Foto Narasumber yaituTurmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro.

Foto Narasumber yaituTurmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro.

lpminvest.com– Civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berpusat dalam Stadium General. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo dengan bertajuk Islam Nusantara Tinjauan Akidah dan Perkembangan Ekonomi.  Selasa, (25/2/2020).

Menghadirkan dua narasumber yaitu Turmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro.

Dalam pemaparan A. Turmudzi menyampaikan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, Islam mencerminkan akhlakul karimah untuk umat muslim yang merupakan tradisi walisongo, bukan menjadi perpecahbelahan.

“Islam Nusantara sebagai pewaris tradisi sahabat, tabi’in dan salafushalih artinya Islam itu sebagai sumber akhlakul karimah dan prilaku yang bermartabat bukan ujaran kebencian, kebohongan, dan permusuhan. Islam yang ada di Nusantara juga merupakan warisan dari tradisi walisongo (salafussholih) yang mana mereka juga mewarisi dari tabi’in dan para sahabat,” tambah laki-laki lulusan S3 Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Lain halnya dengan Ahmad Syakir yang meninjau Islam Nusantara dari segi perkembangan ekonomi  yang berdasarkan tiga mahzab yakni mahzab Iqtishaduna atau Baqir al-Sadr, Mainstream, dan Alternatif Kritis.

“Menurut mahzab baqir Ekonomi Islam Nusantara itu tidak ada, karena tersusun dari filosofi yang berbeda. Ekonomi Islam itu bukan suatu yang absolut, tapi Islam yang absolut.  Maka ekonomi pasti akan mengalami perkembangan-perkembangan yang lebih luas seiring berkembangnya zaman,” terangnya.

Berbeda dengan mahzab maenstream yang relatif lebih moderat, yakni ditampilkan dengan metode konvensional.

“Kebanyakan tokoh mahzab ini menjabat sebagai staff, peneliti, memiliki jaringan erat dengan lembaga regional dan internasional seperti IMF, World Bank, dll. Sehingga mahzab ini lebih bersifat moderat,” tambahnya.

Berbeda lagi dengan mahzab alternatif kritis yang disampaikan Syakir, dimana harus dikaji ke dalam konvensional dan Islam. Hal ini karena terdapat pemikiran sistem ekonomi Islam sekaligus terus menemukan prinsip baru dalam sistem tersebut. Menafsirkan asumsi-asumsi dan sebuah pernyataan positif dari Alquran dan Assunah bagi ilmu ekonomi. Rifky_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kepedulian, UIN Walisongo Canangkan Klaster Keperpustakaan

    Tingkatkan Kepedulian, UIN Walisongo Canangkan Klaster Keperpustakaan

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 511
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi” –Harvard University.  Slogan tersebut nampaknya sudah tidak asing lagi didengar, khususnya bagi mahasiswa. Sebagaimana saat ini yang akan dicanangkan UIN Walisongo. Ketidakefektifan dalam sosialiasi mengenai keperpustakaan menjadi latar belakang dicetuskannya rencana kelas keperpustakaan, yang akan bertempat di American Corner. Rancangan program tersebut dilakukan melalui pembentukan kelas yang beranggotakan 30 […]

  • Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

    Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang begitu suram. Coronavirus Disease (Covid-19) mengancam kesehatan bahkan nyawa seluruh manusia di muka bumi. Penyebarannya yang masif, menyebabkan kepanikan dan menimbulkan fenomena kecemasan masal dalam masyarakat. Kebutuhan pokok bagi tiap individu tidak hanya melulu soal sandang-pangan-papan, tetapi kesehatan juga menjadi salah satunya. Kesehatan tiap individu tidak hanya berfokus […]

  • Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

    Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alam yang melimpah bak surga dunia, begitu menggoda negara Eropa, seperti Portugis, Belanda, Inggris, bahkan yang sedaratan Asia dengan Indonesia, Jepang. Sejenak menilik sejarah, Portugis pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia di bawah pimpinan D’Abreu pada 1512 tepatnya di Ternate. Awal tujuan ke Indonesia hanya untuk mendapatkan rempah-rempah. Portugis […]

  • Patah

    Patah

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Patah Oleh: Tegar Arya Affandi Langit murung menabur air hujan Mengalun lirih di malam yang pekat Mengundang keterpakuan diri Pada lisan yang membisu dan hati yang mendadak rindu. Tak disangka, kau datang bagai impian Menghidupkan kembali api yang pernah padam Malam ini, kelam tak terang Kehadiranmu, bagai rembulan yang terhalang malam. Risalah luka, kenangan yang […]

  • Penampilan 30 Orda Ramaikan Parade Budaya PBAK 2019

    Penampilan 30 Orda Ramaikan Parade Budaya PBAK 2019

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 469
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Parade budaya lagi-lagi mewarnai acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo. Parade budaya yang turut memeriahkan acara prosesi penerimaan mahasiswa baru (maba-red) sejak tiga tahun terakhir ini sebagai ajang pengenalan budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia dari berbagai daerahnya mahasiswa UIN Walisongo. Peserta yang tampil pada arak-arakan budaya tersebut merupakan mahasiswa dari […]

  • Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Oleh: Iswatun Ulia Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa […]

expand_less