Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
  • visibility 829
  • comment 0 komentar

Foto Narasumber yaituTurmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro.

lpminvest.com– Civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berpusat dalam Stadium General. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo dengan bertajuk Islam Nusantara Tinjauan Akidah dan Perkembangan Ekonomi.  Selasa, (25/2/2020).

Menghadirkan dua narasumber yaitu Turmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro.

Dalam pemaparan A. Turmudzi menyampaikan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, Islam mencerminkan akhlakul karimah untuk umat muslim yang merupakan tradisi walisongo, bukan menjadi perpecahbelahan.

“Islam Nusantara sebagai pewaris tradisi sahabat, tabi’in dan salafushalih artinya Islam itu sebagai sumber akhlakul karimah dan prilaku yang bermartabat bukan ujaran kebencian, kebohongan, dan permusuhan. Islam yang ada di Nusantara juga merupakan warisan dari tradisi walisongo (salafussholih) yang mana mereka juga mewarisi dari tabi’in dan para sahabat,” tambah laki-laki lulusan S3 Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Lain halnya dengan Ahmad Syakir yang meninjau Islam Nusantara dari segi perkembangan ekonomi  yang berdasarkan tiga mahzab yakni mahzab Iqtishaduna atau Baqir al-Sadr, Mainstream, dan Alternatif Kritis.

“Menurut mahzab baqir Ekonomi Islam Nusantara itu tidak ada, karena tersusun dari filosofi yang berbeda. Ekonomi Islam itu bukan suatu yang absolut, tapi Islam yang absolut.  Maka ekonomi pasti akan mengalami perkembangan-perkembangan yang lebih luas seiring berkembangnya zaman,” terangnya.

Berbeda dengan mahzab maenstream yang relatif lebih moderat, yakni ditampilkan dengan metode konvensional.

“Kebanyakan tokoh mahzab ini menjabat sebagai staff, peneliti, memiliki jaringan erat dengan lembaga regional dan internasional seperti IMF, World Bank, dll. Sehingga mahzab ini lebih bersifat moderat,” tambahnya.

Berbeda lagi dengan mahzab alternatif kritis yang disampaikan Syakir, dimana harus dikaji ke dalam konvensional dan Islam. Hal ini karena terdapat pemikiran sistem ekonomi Islam sekaligus terus menemukan prinsip baru dalam sistem tersebut. Menafsirkan asumsi-asumsi dan sebuah pernyataan positif dari Alquran dan Assunah bagi ilmu ekonomi. Rifky_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenpora RI Bagi-Bagi Modal Rp15 Juta di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 707
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tujuh mahasiswa UIN Walisongo berkesempatan memperoleh modal usaha dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), masing-masing sebesar Rp15 juta rupiah. Modal itu diberikan pada kegiatan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang diadakan UIN Walisongo bekerjasama dengan Kemenpora RI, bertempat di Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo. Pemilihan penerima bantuan modal […]

  • Penampilan Seni Meriahkan Puncak Acara FEBI SEWINDU

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 937
    • 0Komentar

    lpminvest.com- FEBI Sewindu merupakan tajuk acara peringatan hari ulang tahun (harlah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ke-8 tahun. Serangkaian acara diselenggarakan demi memeriahkan harlah FEBI dan puncaknya diselenggarakan inaugurasi, Jumat, (17/12/2021). Berlokasi di Auditorium 2 Kampus 3, acara inaugurasi yang dibintangi oleh beberapa penampilan kesenian. Pelaksanaan FEBI Sewindu ini dilaksanakan dengan sangat […]

  • Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Pemberian materi Pedidikan anti korupsi pada hari ketiga proses Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tuai kekecewaan sebagian mahasiswa. (Rabu, 23/8/17). Rencana pemberian materi pendidikan anti korupsi dari KPK RI hanya disampaikan oleh satu narasumber. Padahal seharusnya disampaikan oleh dua narasumber yang mana tiap narasumber akan mengisi empat fakultas. Berdasarkan keterangan, pengisian materi oleh KPK […]

  • Reanes Putra: Manfaatkan Masalah Jadi Peluang Bisnis

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka meramaikan Dies Natalis UIN Walisongo ke 49, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Seminar dan Workshop Entrepreneurship Mahasiswa bertemakan “Dinamika Bisnis Islam dalam Era Revolusi Industri 4.0”. Pada kesempatan tersebut, Suprapto Suwaji, General Manager Ritra Logistik menerangkan mengenai logistik halal. Ia menjelaskan bahwa cara mengelola logistik halal, yaitu meliputi proses packaging, transportasi, […]

  • Membludak, Peserta Stadium General Duduk Lesehan

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 788
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Nyanyian lagu Hanya Ingin Kau Tahu dari Republik Band terdengar menggema dalam Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Nyanyian lagu yang dibawakan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Suharmono, menjadi pengantar dimulainya Stadium General yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Para peserta pun berteriak heboh […]

  • Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Minggu, (17/09/2023) Doah (53). Kala itu tengah rebahan sembari menonton televisi 16 inch di rumah kayunya di Dusun Timbulsloko, Sayung, Demak. Matanya tak bisa lepas dari drama di televisi tersebut yang menampilkan kemewahan sebuah kota. Hal itu kontras dengan kampungnya di Timbulsloko yang kini terancam tenggelam. Deburan ombak kecil ikut menemani Doah dalam fokusnya terdengar […]

expand_less
Exit mobile version