Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
  • visibility 684
  • comment 0 komentar

nasional.inilah.com

Oleh: Ahmad Gozali

Tahun 2018 menjadi panggung politik bagi partai politik (parpol). Pasalnya, Indonesia bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Bali, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Tidak cukup di situ, panggung politik masih berlanjut pada 2019 dengan adanya pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden. Maka dari itulah, pilkada 2018 menjadi salah satu penentu kesuksesan parpol dalam pemilu legislatif dan presiden tahun depan.

Pentingnya pilkada tahun ini menjadikan para pasangan calon (paslon) berusaha dengan getol agar dapat melenggangkan sayap di kursi tertinggi pemimpin daerah. Mengingat strategisnya pilkada 2018 untuk memenangkan pemilu 2019, sehingga rawan sekali akan terjadinya gesekan-gesekan yang berisukan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) maupun berita burung, terutama di ranah media sosial. Penyebaran informasi hoax dan hate speech  yang bermuatan SARA pada beberapa pemilu digunakan sebagai alat untuk memenangkan kompetisi politik. Tujuan penyebaran hoax dan hate speech tak lain untuk men-downgrade (menjatuhkan) sosok paslon dan partai pengusung serta partai pendukungnya.

Tentunya masih segar dalam ingatan, bagaiamana isu-isu SARA maupun informasi hoax merajarela pada pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Oknum-oknum tak bertanggung jawab menggunakan informasi hoax dan hate speech untuk memobilisasi massa agar menambah kantong suara dalam kontestasi politik pada salah satu paslon.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), untuk pengaduan konten negatif terkait SARA dan ujaran kebencian menduduki urutan ketiga setelah pornografi dan radikalisme. Sebagai informasi, sepanjang 2016 hingga 2017 terdapat 3.252 konten negatif di Twitter yang dilaporkan ke Kemkominfo. Sedangkan pada Google dan YouTube terdapat 1.204 konten negatif.

Pertengahan 2017 lalu, Satuan Tugas Patroli Direktorat Siber Bareskrim Polri baru saja menangkap tiga orang yang tergabung dalam sindikat penyebar ujaran kebencian bernama Saracen. Kelompok ini memanfaatkan kemajuan teknologi media sosial untuk menyebarkan hate speech maupun informasi hoax yang bermuatan SARA. Keberadaan kelompok seperti itu bisa saja masih banyak yang berkeliaran dan menciptakan polemik di tengah-tengah masyarakat. Untuk itulah perlu adanya keseriusan dari pihak yang berwenang untuk menangani persoalan tersebut. Mengingat keberadaan kelompok-kelompok seperti Saracen tidak bisa dinafikan sebagai kelompok yang dapat memecah belah kerukunan, sesrawungan dan keharmonisan umat dan bangsa Indonesia. Baik karena alasan ekonomi ataupun pesanan bermuatan politik, penyebaran informasi hoax maupun hate speech harus dientaskan.

Terkait hal ini seharusnya para pemangku kebijakan dan petugas penegak hukum selalu intens memberikan pengawasan dan menindak secara tegas para pelaku yang telah membuat gaduh di kalangan masyarakat. Tentunya juga diharapkan menyiapkan strategi untuk menangkal maupun mengatasi permasalahan munculnya fenomena berita hoax dan ujaran kebencian di jejaring media sosial. Terutama menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 mendatang yang sangat rentan dimuati kecurangan-kecuarangan dan kampanye kotor.

Selain itu, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih berita yang tidak mengandung unsur hate speech dan belum tentu kebenarannya. Serta perlu meningkatkan literasi media agar masyarakat lebih cermat dalam menggunakan kecanggihan teknologi di era digital ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studium General, Dekan FEBI Himbau Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

    Studium General, Dekan FEBI Himbau Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Kam, 1 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 806
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Menyambut perkuliahan semester genap 2017/2018, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar studium general dengan mengusung tema “Behaviors In Accountinng and Business: Moderating Personality and Culture”. Kamis, (1/3/2018). Studium general tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa FEBI dari Jurusan Ekonomi Islam, D3 dan S1 Perbankan Syariah, serta Akuntansi Syariah. Acara yang berlangsung kurang […]

  • Ijazah SMA Berpenghasilan Ratusan Juta

    Ijazah SMA Berpenghasilan Ratusan Juta

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 799
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia saat ini menjadikan masyarakat berpeluang besar untuk mendirikan bisnis yang menjanjikan, terutama dalam bidang kuliner. ‘Warung Pojok’ di Jalan Wonodri Sendang  No.17 F Semarang  adalah salah satu contoh bisnis kuliner yang mampu bertahan selama 15 tahun. Dewi, si pemilik warung  pojok mengaku, nama “Pojok” dipilih karena letak warung yang […]

  • UIN Walisongo Kembangkan Skill Mahasiswa Lewat Pelatihan Gratis

    UIN Walisongo Kembangkan Skill Mahasiswa Lewat Pelatihan Gratis

    • calendar_month Ming, 28 Okt 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 774
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka mengembangkan skill mahasiswa, Project Implementation Unit (PIU) UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) menggelar Training Desain Grafis di Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek bertajuk “The Support to Quality Improvement of Islamic Higher Education Project” (IND-0164-LOAN REGISTER 10863301). Digelar secara gratis, acara yang […]

  • Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

    Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Aku pernah sejenak ikut berdiri di kerumunan ribuan pasang kaki hanya untuk menikmati alunan syair yang berirama. Meskipun di kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), tapi seni tetaplah mengalir tanpa batasan. Musik itu universal, mampu menyatukan berbagai golongan serta diterima oleh pasang telinga dimanapun. Sopo sing kuat nandhang kahanan, sopo sing ora […]

  • Akhir PBAK 2024 Diwarnai dengan Ekspo UKM-U, Band Musik, Sekaligus Penutupan

    Akhir PBAK 2024 Diwarnai dengan Ekspo UKM-U, Band Musik, Sekaligus Penutupan

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Hari terakhir PBAK dilaksanakan pada Minggu, (11/08/2024) terdapat Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas yang bertempat di GSG dan Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Terdapat sebanyak 18 UKM dan UKK tingkat Universitas yang turut memeriahkan kegiatan ekspo dan stand hari ini. UKM dan UKK tingkat Universitas yang mengikuti ekspo UKM UKK […]

  • PUISI: NAHKODA KEHIDUPAN

    PUISI: NAHKODA KEHIDUPAN

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Nahkoda Kehidupan Oleh: Ikfina Kamalia Ini peranku sebagai nahkoda Menyisir riuh di atas semesta Mengiring manusia tanpa suara Terbungkam karena ulahnya Nahkoda penentu jalan Untuk mereka yang tak paham Tanggung jawab yang ku emban Dengan harapan tanpa tuntutan Imajinasiku berulah Sebagai nahkoda yang hilang arah Melewati cacian hanya karena tak searah Memenuhi keinginan yang tak […]

expand_less