Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Via Harus Kembali Ke Pondok Untuk Ganti Baju

Via Harus Kembali Ke Pondok Untuk Ganti Baju

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 12 Okt 2016
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
reporter lpminvest.com sedang mewawancarai Via El Mila

reporter lpminvest.com sedang mewawancarai Via El Mila

lpminvest.com-Adanya aturan jam kuliah malam memang penuh risiko. Utamanya bagi kaum perempuan, supaya sampai di kelas banyak rintangan yang harus dilalui. Terutama saat cuaca tidak bersahabat.

Rabu, (05/10/16) malam, hujan mengguyur wilayah Ngaliyan, umumnya di Kota Semarang. Jalanan Kampus Tiga UIN Walisongo Semarang tampak dipenuhi genangan air dan sedikit berlumpur. Kondisi ini membuat mahasiswa ekstra hati-hati untuk sampai di ruang kelas.

Salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Via El-Mila (19), merasakan susahnya kuliah malam disaat cuaca kurang bersahabat. Via sapaan akrabnya, ia terpaksa mengikuti kuliah pada malam hari yang telah dijadwalkan pihak kampus.

“Saya terpaksa mengikuti kuliah malam hari karena memang jadwal dari kampus adanya malam hari, tidak ada pilihan,” tutur perempuan asal Kota Wali ini, saat ditemui lpminvest.com, Rabu, (05/10/16) di Kampus Tiga UIN.

Sembari kuliah, anak pertama dari tiga bersaudara ini juga tinggal di pondok pesantren Darul Falah di perumahan Bank Niaga yang jaraknya tak jauh dari kampus III UIN Walisongo.

Untuk sampai di kampus ia setiap hari menyusuri jalan Prof. Hamka dengan jalan kaki. Karena ada jam malam, Via tak jarang berangkat kuliah ditengah guyuran hujan lebat.

Kesemprot Air

Supaya pakaiannya terjaga dari air hujan, Via harus berlari dan mengangkat tas di atas kepala untuk melindungi badannya supaya tak basah kuyup. Bahkan sesekali ia juga terkena semburan air, dari genangan yang dilindas mobil.

“Saya harus kembali lagi ke pondok, kalau pas berpapasan dengan mobil dan terhempas air genangan yang dilindas mobil,” keluh perempuan yang hobi baca novel ini. Kuliah malam memang penuh rintangan. Selain Via masih banyak mahasiswa yang harus berjuang ekstra untuk sampai dan pulang kuliah.

Keesokan harinya, kru lpminvest.com mencoba menyampaikan keluhan Via kepada wakil Dekan I bidang akademik. Keluhan itu supaya jam malam ditiadakan karena rentan cuaca buruk dan keamanan peremuan. Sayangnya, Wakil Dekan I tidak berada di tempat dengan alasan sedang rapat. (Emon_[i]).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabor Catur Beri Dua Medali Pertama untuk FEBI

    Cabor Catur Beri Dua Medali Pertama untuk FEBI

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 666
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) 2018, cabang olahraga (cabor) catur memberi hadiah untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan berhasil mengantongi dua medali sekaligus. Jumat, (21/9/18). Ialah Tyas Cahya Paningrum, atlit cabor catur putri yang berhasil menggondol medali emas pertama untuk FEBI setelah menundukan lawan-lawannya dengan mudah. […]

  • Penuhi Standar Akreditasi, Ruang H2 Dialih Fungsi

    Penuhi Standar Akreditasi, Ruang H2 Dialih Fungsi

    • calendar_month Jum, 23 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 780
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Ruang H2 yang awalnya digunakan sebagai ruang perkulihan kini dialihfungsikan sebagai laboratorium komputer, pojok bursa, dan mini bank. Pengalihfungsian tersebut guna memenuhi standar akreditasi program studi (prodi) Ekonomi Syariah dan D3 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Rabu, (21/3/2018). “Alih fungsi itu untuk memenuhi standar akreditasi prodi. Supaya […]

  • Rosyid: Pengurus Tidak Penting, yang Penting Jiwa Pengurus

    Rosyid: Pengurus Tidak Penting, yang Penting Jiwa Pengurus

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 737
    • 0Komentar

    lpminvest.com– UKMU Nafilah UIN Walisongo Semarang melaksanakan pelantikan dan rapat kerja (raker) yang bertajuk “Meningkatkan Integritas Kepemimpinan Anggota Nafilah dalam Rangka Membumikan Bahasa Arab di UIN Walisongo Semarang”. Minggu, (5/2/17). Acara yang dilaksanakan di Aula Gedung Q Kampus 2 UIN Walisongo ini di hadiri oleh 53 peserta. 12 dari panitia, 14 tamu undangan dan 27 […]

  • Usai Pencurian Sepeda Motor, Satpam Gelar Razia STNK

    Usai Pencurian Sepeda Motor, Satpam Gelar Razia STNK

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 594
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Satuan Pengaman (Satpam) Kampus 3 lakukan razia Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di gerbang utama Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (13/9/17). Razia STNK dilakukan guna meminimalisir terjadinya pencurian, usai mengetahui dua unit sepeda motor milik Afandi dan Shinta, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum,  telah raib digondol maling pada Senin 11 September 2017. “Razia […]

  • Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 639
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tari Sigeh Pengunten dari Lampung turut memeriahkan acara Seminar Nasional Akuntansi di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Tarian ini dibawakan oleh anggota organisasi daerah Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Lampung (KAMAPALA). Selasa, (22/10/2019). Menurut Mia Chandra Dewi, tarian Sigeh Pengunten ditampilkan untuk menyambut tamu dalam acara-acara tertentu. “Yang membedakan tarian ini dengan yang […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less