Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Resensi Novel Cantik itu Luka

Resensi Novel Cantik itu Luka

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 567
  • comment 0 komentar

Identitas Buku

  • Judul Buku: Cantik itu Luka
  • Penulis: Eka Kurniawan
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
  • Tahun Terbit: 2002 (Cetakan Pertama), terus dicetak ulang hingga kini
  • Jumlah Halaman: 508 halaman
  • Genre: Fiksi Sejarah, Realisme Magis
  • Peresensi : Muhammad Fatih

               Kisah ini dibuka dengan sebuah peristiwa yang tidak masuk akal di mana ada seorang perempuan bernama Dewi Ayu bangkit dari kuburnya setelah 21 tahun meninggal dunia. Semasa hidupnya Dewi Ayu merupakan seorang perempuan yang memiliki garis keturunan Belanda yang dipaksa menjadi pelacur di masa penjajahan Jepang ia terkenal sangat cantik, cerdas, dan sinis.

               Dewi Ayu memiliki tiga anak perempuan yang mewarisi kecantikannya namun kecantikan itu justru membawa kutukan dan tragedi bagi hidup mereka. Saat hamil anak keempat Dewi Ayu memanjatkan doa agar anaknya lahir dengan rupa yang sangat buruk dengan harapan ia akan terhindar dari penderitaan. Anak itu benar-benar lahir dengan wajah yang menakutkan namun ironisnya malah diberi nama “Cantik”. Melalui kisah Dewi Ayu dan keturunannya kita diajak melihat bagaimana sejarah panjang sebuah kota fiktif bernama Halimunda melewati masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, era kemerdekaan, hingga tragedi berdarah 1965. Terdapat kritik keras terhadap kebrutalan penjajah, kekejaman militer, konflik antar golongan, serta bagaimana perempuan sering kali menjadi korban utama dalam roda sejarah yang dikendalikan oleh laki-laki.

               Cara penulis menggabungkan sejarah nyata Indonesia dengan mitos, hantu, dan legenda lokal yang sangat brilian. Pembaca seolah olah dibuat sedang mendengarkan dongeng epik. Lewat kisah yang menghibur dan kadang konyol novel ini menampar pembaca dengan kenyataan pahit tentang kekerasan dan ketidakadilan di masa lalu. Novel ini memuat banyak sekali adegan kekerasan ekstrem, kekerasan seksual, dan bahasa yang sangat kasar. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Alur yang melompat-lompat dengan jumlah tokoh yang banyak mungkin akan membuat pembaca awam merasa sedikit kebingungan di bab-bab awal sebelum terbiasa dengan gaya berceritanya.

               Cantik itu Luka bukanlah novel percintaan picisan melainkan sebuah epik sejarah yang dibalut dalam wujud dongeng kelam. Eka Kurniawan berhasil membuktikan bahwa menceritakan tragedi bangsa tidak harus selalu dengan gaya buku teks sejarah yang kaku. Buku ini sangat layak untuk dibaca tetapi hanya untuk para pembaca yang sudah menginjak usia dewasa. Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi Anda yang menyukai sejarah, fiksi sastra, dan cerita dengan makna berlapis. Namun bagi pembaca yang tidak suka dengan kekerasan atau pelecehan sebaiknya berhati-hati saat memutuskan untuk membaca buku ini.

[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cabor Catur Beri Dua Medali Pertama untuk FEBI

    Cabor Catur Beri Dua Medali Pertama untuk FEBI

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 511
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) 2018, cabang olahraga (cabor) catur memberi hadiah untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan berhasil mengantongi dua medali sekaligus. Jumat, (21/9/18). Ialah Tyas Cahya Paningrum, atlit cabor catur putri yang berhasil menggondol medali emas pertama untuk FEBI setelah menundukan lawan-lawannya dengan mudah. […]

  • Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    Dekan FEB Undip: Mesin Tak Bisa Gantikan Otak Manusia

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 429
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dalam rangka meramaikan Dies Natalise UIN Walisongo Semarang ke-49, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar Stadium General bertajuk “Menyiapkan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0”. Kamis, (14/03/2018). Stadium general tersebut menghadirkan narasumber Suharnomo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro Semarang. Dalam kesempatan itu, Suharmono menyatakan bahwa […]

  • UIN Walisongo Kembali Raih Penghargaan MURI, Mahasiswa Punya Peran Besar di Dalamnya

    UIN Walisongo Kembali Raih Penghargaan MURI, Mahasiswa Punya Peran Besar di Dalamnya

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 554
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo Semarang kembali pecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada Kamis (5/8/2021). Penghargaan tersebut diberikan kepada kampus dan DEMA-U atas sosialisasi protokol kesehatan dan vaksinasi secara virtual oleh mahasiswa terbanyak dengan 6.052 unggahan. Piagam penghargaan diterima Rektor saat penutupan PBAK yang sekaligus menjadi hari terkahir kegiatan pengenalan budaya kampus bagi mahasiswa baru itu. […]

  • Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

    Seminar Enterpreneur, Mahasiswa FEBI Antusias

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 494
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan  Seminar Entrepreneurship.  Kamis, (20/11). Seminar bertajuk “Membangun Nalar Mahasiswa yang Kreatif, Inovatif, Profesional dalam Berwirausaha” tersebut diselenggarakan di Audit 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang.  Acara ini berlangsung ramai dihadiri sekitar 180 peserta, khususnya dari FEBI. Seminar kali […]

  • Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

    Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 580
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Nur Fathoni Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengharapkan filantropi zakat dan wakaf tidak lagi hanya dikaitkan dengan kedermawanan dalam Islam saja. Menurutnya, filantropi zakat dan wakaf kini dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Mahasiswa (IPM). Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutan […]

  • Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 529
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) menginisiasi program belajar bahasa Inggris kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Kegiatan belajar di lakukan di serambi Mushola Baitur Ridho RT 01/ RW 01 Kelurahan Dombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Minggu, (18/10/2020) Kegiatan ini di lakukan sebagai upaya mematahkan stigma anak, bahwa belajar bahasa Inggris itu […]

expand_less