Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
  • visibility 1.134
  • comment 0 komentar

(Sumber: pixabay.com)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau, sehingga melahirkan beragam suku, agama, ras, dan sebagainya. Dari ribuan pulau tersebut, terbagi menjadi bagian-bagian yang disebut daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya di masing-masing daerah memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri. Seperti salah satu tradisi yang terdapat di Desa Guyangan. Di Desa Guyangan,  terdapat larangan beternak sapi dan kuda. Tradisi tersebut menjadi sebuah kepercayaan bagi warga desa setempat yang masih dipercaya hingga kini. Desa tersebut bertempat di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.

Tradisi larangan beternak sapi dan kuda di Desa Guyangan menjadi tradisi turun menurun dari generasi terdahulu hingga generasi sekarang. Artinya, tidak hanya kalangan tua yang masih memegang teguh tradisi tersebut, tetapi kalangan muda juga turut mempercayai dan menaati tradisi tersebut, hingga terbukti saat ini tidak ada yang beternak sapi di desa tersebut. Tradisi tersebut masih melekat dan dipercayai oleh warga sekitar. Tradisi tersebut pernah terbukti dengan pelanggaran larangan di Desa Guyangan. Diketahui bahwa pernah terdapat warga desa yang melanggar tradisi tersebut. Awalnya, warga tersebut beternak beberapa sapi di halaman rumahnya, tetapi baru bertahan kira-kira satu bulan, seluruh sapi yang diternak mati satu per satu. Padahal, Desa Guyangan bisa menjadi tempat yang strategis untuk mengembangkan peternakan sapi. Karena letak Desa Guyangan yang dekat dengan laut, sehingga memiliki sumber daya air yang banyak. Selain itu, lahan yang digunakan untuk kandang sapi tersebut terbilang pantas dan sesuai. Warga tersebut juga rutin memberi makan sapi ternaknya. Namun anehnya, sapi-sapi tersebut mati satu per satu tanpa diketahui sebabnya.

Konon, dahulu terdapat leluhur atau danyang yang merupakan seorang janda yang pertama kali menemukan letak Desa Guyangan. Beliau juga menjadi orang yang pertama kali menempati Desa Guyangan. Beliau disebut ‘danyang’ karena konon katanya memiliki kekuatan sakti. Sang Danyang memiliki kuda sebagai kendaraan untuk mengembara. Selain itu, beliau juga memiliki ternak sapi. Konon, Beliau suka meng’guyang’ (memandikan) sapi dan kuda di kolam miliknya. Kata mengguyang menjadi asal nama Desa Guyangan yang digunakan sampai sekarang. Selain itu, kesukaannya dalam beternak sapi dan memelihara kuda menjadi alasan terdapat pantangan bagi warga Desa Guyangan untuk turut beternak sapi dan memelihara kuda. Hal tersebut dikarenakan konon Sang Danyang tidak menyukai apabila ada yang menyamainya dalam beternak sapi dan memelihara kuda. Terutama kuda dan sapi putih merupakan hewan kesukaan Sang Danyang. Setiap ada warga Desa Guyangan yang mencoba usaha untuk ternak sapi, dapat dipastikan peternakannya tidak tahan lama, karena sapi yang tidak dapat bertahan hidup lama di desa tersebut. Sehingga, ternak sapi dan memelihara kuda menjadi sebuah pantangan bagi warga Desa Guyangan.

Setiap daerah memiliki keunikan yang menjadi ciri khas tersendiri bagi daerah tersebut. Sedangkan Indonesia yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau dan terdapat berbagai daerah yang memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya setiap daerah menjadi kepercayaan bagi warga daerah, sehingga menjadi sebuah aturan atau norma yang berlaku di daerah tersebut. Salah satunya seperti tradisi larangan ternak sapi dan pelihara kuda di Desa Guyangan ini. Tradisi tersebut masih dipercayai dan masih dilestarikan hingga kini. Celine_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bicara Itu Ada Seninya

    Bicara Itu Ada Seninya

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul Buku: Bicara Itu Ada Seninya: Rahasia Komunikasi yang Efektif Penulis: Oh Su Hyang Penerjemah: Hyun Ah-li Penyunting: Siska Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP), Kelompok Gramedia Tahun Terbit: 2018 (Cetakan pertama versi terjemahan Indonesia) Jumlah Halaman: 238 halaman Genre: Pengembangan Diri / Self-Improvement (Komunikasi) Peresensi: Muhammad Fatih Buku Bicara Itu Ada Seninya menjelaskan […]

  • Merencanakan Keuangan, Menggapai Keberkahan

    Merencanakan Keuangan, Menggapai Keberkahan

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 766
    • 0Komentar

    Judul Buku             : Sakinah Finance Penulis                     : Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin Penerbit                   : Tinta Medina Tahun Terbit          : 2018 Tebal                        : 217 Halaman Peresensi                 : Nur […]

  • Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 637
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pendiri Dompet Duafa, Erie Sudewo memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa dalam acara Stadium General Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Selasa, (3/3/2015). Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan materi berkaitan dengan bisnis dan sosial, kapitalis dan feodal, perbedaan tujuan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, […]

  • ORSENIK Kembali Digelar; Hilangkan Kekecewaan dan Ajang Penjaringan Mahasiswa Berprestasi

    ORSENIK Kembali Digelar; Hilangkan Kekecewaan dan Ajang Penjaringan Mahasiswa Berprestasi

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 738
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) UIN Walisongo kembali diadakan setelah tahun lalu batal karena Pandemi Covid-19, Kamis (28/10/2021). ORSENIK tahun ini diadakan untuk para mahasiswa dari dua angkatan, yaitu angkatan 2020 dan 2021. Hal tersebut dipilih untuk menjaring mahasiswa berprestasi dari dua angkatan itu. Choirul Hasri selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa diselenggarakannya […]

  • Konflik Urut Sewu; Tindakan Anarkis TNI-AD Terhadap Petani

    Konflik Urut Sewu; Tindakan Anarkis TNI-AD Terhadap Petani

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Kebumen merupakan nama yang berasal dari kata kabumian yang artinya adalah tempat Kyai Bumi. Secara geografis Kabupaten Kebumen Jawa Tengah terletak pada 7°27′- 7°50′ Lintang Selatan dan 109°22′-109°50′ Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di bagian pesisir pantai selatan […]

  • Anime Paling Banyak Disave Mahasiswa FEBI versi LPM INVEST

    Anime Paling Banyak Disave Mahasiswa FEBI versi LPM INVEST

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 789
    • 0Komentar

      Seni melukis sebuah karakter dengan  kisah cinta, persahabatan serta semangat mengapai cita-cita memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Beberapa mahasiswa FEBI bahkan memilki koleksi ratusan file serial anime yang di save dalam laptopnya. Tak jarang para pecinta anime ini bertukar file satu sama lain demi […]

expand_less