Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Mahasiswa KKN Turut Andil dalam Budaya ‘Tali Jabutan’ di Peringatan Maulid Nabi

Mahasiswa KKN Turut Andil dalam Budaya ‘Tali Jabutan’ di Peringatan Maulid Nabi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 30 Okt 2020
  • visibility 965
  • comment 0 komentar

WhatsApp Image 2020-10-30 at 3.16.05 PM (1)
lpminvest.com– Di tengah pandemi COVID-19, Pondok Pesantren (Ponpes) Tabarukan Cengker-Giri, Kabupaten Gresik, tetap antusias menyambut Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (29/10/2020). Kompak mengenakan pakaian putih rapi, acara tersebut berlangsung di halaman pondok yang terletak di Jalan Sunan Giri, Gang 15J Keteg, Desa Giri Kebomas, Gresik.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) angkatan 75 kelompok 4 turut andil dalam memainkan rebana bersama dengan santri Ponpes Tabarukan Cengker.
“Identiknya sholawat nabi itu diiringi musik rebana. Jadi, saya dengan santri yang lain bersama turut menyukseskan acara ini,” ungkap Iqbal Rasyid selaku anggota KKN RdR kelompok 4.
Berbeda dengan prosesi maulid nabi di tempat lain, kali ini banyak kejutan yang disuguhkan untuk jamaah.
“Adat istiadat yang ada di Ponpes Tabarukan Cengker, yaitu diawali dengan lampu dimatikan dan ada lantunan adzan yang berjumlah delapan. Maksudnya itu ketika kanjeng nabi itu lahir semua keangkamukaan di bumi dihilangkan oleh Allah Swt., dan diganti adzan dari delapan arah,” ungkap Kiai Mukhtarul Fuad.
Kiai sekaligus pemiliki Ponpes tersebut juga menuturkan bahwa adzan yang diiringi obor ini sebagai simbol bahwa kelahiran Nabi ke dunia menjadi padang atau cerah dalam bahasa Indonesia.
“Apapun jenis penyakitnya, adzan itu bukan sekadar pengingat solat saja. Namun bisa untuk mencegah, menghancurkan, dan menghalau segala wabah bala bencana. Itulah alasan mengapa ada adzan 8 arah. Bukan hanya adzan, tapi juga sambil membawa obor karena waktu Kanjeng Nabi belum lahir, dunia itu gelap. Usai kelahiran Nabi, dunia menjadi terang,” tuturnya.
Simbolis yang ada ini tidak ada di zaman Nabi, hanya saja Kiai Mukhtarul ingin menghormati tamu Nabi Muhammad Saw.
“Kalian semua yang hadir termasuk tamunya Kanjeng Nabi. Sebelum masuk pondok, panjenengan diarak, disambut, dan dihormati karena kalian tamunya Kanjeng Nabi. Apa yang kita lakukan tadi bukan termasuk ajaran Nabi, tapi adat istiadat yang ada di pondok Tabarukan Cengker,” terangnya.
Tidak kalah penting yakni Jabutan Tali Maulid Nabi juga mewarnai prosesi perayaan.
“Mengenai tali yang ada di jabutan maulid, nanti tali itu waktu saya membaca fi khubbi sayyidina muhmmad maka talinya di ikat. Intinya, setiap tali yang diikat itu bisa menjadikan saksi bahwa kita semua itu termasuk umatnya Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kalau orang dulu dibuat kendet atau tali yg diikatkan di perut. Mengapa di perut, karena ketika meninggal didatangi malaikat Izrail tali itu keliatan bahwa kalian itu umat Kanjeng Nabi Muhammad Saw. sehingga nyawa kita tidak akan dicabut dengan cabutan yang menyakitkan, melainkan lemah lembut,” pungkasnya. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuntut Perbaikan, Mahasiswa Geruduk Rektorat

    Menuntut Perbaikan, Mahasiswa Geruduk Rektorat

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 732
    • 0Komentar

    lpminvest.com-. Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW-red) melakukan aksi long march mulai dari Kampus III hingga gedung rektorat kampus I UIN Walisongo Semarang, Kamis siang, (14/4/16). Mahasiswa menuntut birokrasi kampus untuk segera berbenah diri, Mahasiswa menilai, selama ini pelayanan tidak memuaskan. Seharusnya, bertransformasinya IAIN ke UIN dibarengi pelayanan yang lebih baik. Solihah, […]

  • Sang Ada yang Fana

    Sang Ada yang Fana

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Berkawan dengan sang ada, Mungkinkah dia kekal? Tidak, nanti akan kukenalkan dengan fana Waktu akan bersiteru juga “Sang ada pasti pergi” Tiada kekal di medan sandiwara Semangat, Sigap dan siaga, lumpuhkan lelah itu Semua raga berilusi, “lekas membaik”   World Heath Day 2020

  • Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 621
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah blended (pembelajaran kombinasi) UIN Walisongo akan diselenggarakan mulai 11 Oktober nanti hingga akhir semester ganjil ini. Kabar tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 3307/Un.10.0/R.1/DA.05.01/09/2021 tentang Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas, Rabu, (22/09/2021). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengaku menyambut baik […]

  • KALA ITU

    KALA ITU

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Kala Itu Oleh: M. Shodiq Al Hakim Kala itu Duduk dan membisu Di pinggir jalan berbatu Ditemani oleh pekatnya kabut Suasananya sejuk tapi sunyi   Kala itu Hati dan otak mengalir dalam balutan ketenangan Halus dan lembut laksana kabut Terbawa oleh irama angin syahdu Seketika aku membisu   Otak ingin tertawa Namun hati gundah gulana […]

  • Resensi Novel Cantik itu Luka

    Resensi Novel Cantik itu Luka

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 942
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul Buku: Cantik itu Luka Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU) Tahun Terbit: 2002 (Cetakan Pertama), terus dicetak ulang hingga kini Jumlah Halaman: 508 halaman Genre: Fiksi Sejarah, Realisme Magis Peresensi : Muhammad Fatih                Kisah ini dibuka dengan sebuah peristiwa yang tidak masuk akal di mana ada seorang perempuan bernama […]

  • Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    Oleh: Iswatun Ulia Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa […]

expand_less