Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Perempuan di Titik Nol

Perempuan di Titik Nol

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
  • visibility 793
  • comment 0 komentar

Judul            : Perempuan di titik nol
Penulis         : Nawal el-Saadawi
Penerjemah : Amir Sutaarga (Bahasa Indonesia)
Tahun terbit : 2002 (edisi ke-6)
Penerbit       : Yayasan Obor Indonesia, Jakarta
Halaman      : 156 halaman
Judul asli      : Emra’a enda noktas el sifr

Buku ini menceritakan perjalanan hidup Firdaus sejak ia masih gadis kecil sampai menjadi wanita dewasa. Penulis mengaku, percakapannya dengan Firdaus secara langsung merupakan alasan terciptanya buku ini. Mengkisahkan awal pertemuan Nawal sang penulis dengan Firdaus, bagaimana akhirnya terjadi percakapan di dalam sel penjara. Sejak awal Firdaus kecil telah mendapatkan pengalaman amoral dari teman dan lingkaran keluarganya. Firdaus tumbuh dan berkembang dengan pengalaman yang menggambarkan bagaimana barisan perempuan dipinggirkan.

Pada buku ini perempuan tidak berarti apa-apa. Perempuan hanya objek yang dipakai seperlunya. Kejahatan seksual merajalela dan perempuan tak punya kebebasan untuk menolak itu semua. Ketimpangan gender makin diperlihatkan dari sulitnya perempuan untuk mengakses perguruan tinggi, meski Firdaus memiliki nilai memuaskan pun mencetak peringkat atas. Perempuan tak dapat mencapai ketenangan hidup. Mereka berakhir pada urusan dapur dan ranjang.

Hanya dari pengalaman satu orang, dapat memberikan bagaimana saat itu wilayah Mesir menganggap wanita. Ketidaksetaraan gender mengakar parah tak bisa dicabut. Kepribadian masing-masing lah yang dapat memutus rantai kesetimpangan itu. Firdaus pada akhirnya mampu berdiri dan punya kekukuhan hati. Cerita ditutup dengan ia yang nyaris dilecehkan seorang pria namun ia teguh membela diri, keluarnya pisau dari pelaku kejahatan digunakan Firdaus untuk balik menyerang pria itu. Pada akhirnya keteguhan hati membawanya pada kesiapan untuk mendekam dalam penjara, pada akhirnya perempuan yang melawan pun tetap tak tenang.

Cerita ini sampai akhir pun tak memberikan ruang nyaman bagi perempuan. Bagaimana dari awal sampai akhir perempuan tak dapat berlaku apa-apa selain menerima. Perempuan yang sekian persen punya kesanggupan untuk melawan pun akhirnya dipisahkan dan dimusnahkan. Tak ada tempat layak huni bagi perempuan. Buku ini dengan jelas menggambarkan penindasan tanpa ampun kepada para perempuan dan bagaimana dunia patriarki dijalankan.

Secara umum tokoh utama diceritakan sebagai pelacur dengan bayaran tinggi dengan paras yang rupawan. Namun secara mendalam buku ini mengupas kulit-kulit patriarti dan kesetimpangan gender di Negara Mesir. Mengisahkan jelas tak ada pembelaan terhadap nasib perempuan. Sehingga layak dibaca untuk mengetahui isu sosial terhadap perempuan.

 

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

    Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

    • calendar_month Sab, 6 Mei 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarng (UNNES-red) gelar dialog interaktif bersama DPD RI di gedung Dekanat lantai III Fakultas Teknik UNNES. Jumat, (5/5/17). Acara yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Kreatif” ini tidak hanya dihadiri civitas akademika UNNES, tetapi juga dihadiri oleh civitas akademika universitas lainnya yang ada di Semarang. Ketua […]

  • Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

    Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 461
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sudah barang umum mahasiswa UIN Walisongo kuliah sambil bekerja. Biasanya, mereka bekerja sebagai driver ojek online, penjaga toko atau warung makan, ngelesi atau menjadi pegawai cetering. Namun, yang dikerjakan salah satu calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini berbeda dan jarang diambil oleh mahasiswa. Ialah Nashrur Rohim, calon wisudawan dari jurusan […]

  • Ini Kiat Sukses Dua Atlet Cantik FEBI Jawara Wall Climbing

    Ini Kiat Sukses Dua Atlet Cantik FEBI Jawara Wall Climbing

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 438
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang berhasil merebut dua medali sekaligus di cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori speed pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Minggu, (23/9/2018). Dua medali tersebut terdiri dari satu medali emas yang diraih oleh Salsabila Ridho, mahasiswi S1 Perbankan Syariah dan satu medali perak […]

  • Mujibatun; Empat Konsep Agar Mahasiswa Tidak Terjerat Korupsi

    Mujibatun; Empat Konsep Agar Mahasiswa Tidak Terjerat Korupsi

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 476
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Himpunan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi Syariah melangsungkan Seminar Nasional Akuntansi yang dihadiri oleh 250 mahasiswa dari berbagai universitas lain di Semarang. Seminar bertajuk “Generasi Milenial Anti Korupsi” ini berlangsung di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Selasa, (22/10/2019). Menghadirkan narasumber Siti Mujibatun dan Muhammad Yusdi Noviadi, HMJ Akuntansi Syariah bermaksud menanamkan sikap anti korupsi […]

  • QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Langit petang membersamai Dela (20) yang sedang membeli cemilan tahu gejrot di depan samping kiri gerbang kampus III UIN Walisongo Semarang pada hari kamis (05/10/23). Ia menempuh perjalanan yang ramai dan lancar sekitar 10 menit dari tempat tinggalnya demi sebuah tahu gejrot yang lezat dan bergizi. “Jajan di (penjual) tahu gejrot udah 2 kali,” jawabnya. […]

  • Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 689
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah menyelenggarakan acara wisuda pada Sabtu (07/02/2026) yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga selesai. Wisuda periode Februari 2026 ini dilangsungkan dalam 2 sesi. Sesi 1 dilakukan pada pukul 07.00 – 11.00 WIB mengukuhkan sebanyak 629 mahasiswa, yang terdiri dari 13 lulusan […]

expand_less