Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Perempuan di Titik Nol

Perempuan di Titik Nol

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
  • visibility 735
  • comment 0 komentar

Judul            : Perempuan di titik nol
Penulis         : Nawal el-Saadawi
Penerjemah : Amir Sutaarga (Bahasa Indonesia)
Tahun terbit : 2002 (edisi ke-6)
Penerbit       : Yayasan Obor Indonesia, Jakarta
Halaman      : 156 halaman
Judul asli      : Emra’a enda noktas el sifr

Buku ini menceritakan perjalanan hidup Firdaus sejak ia masih gadis kecil sampai menjadi wanita dewasa. Penulis mengaku, percakapannya dengan Firdaus secara langsung merupakan alasan terciptanya buku ini. Mengkisahkan awal pertemuan Nawal sang penulis dengan Firdaus, bagaimana akhirnya terjadi percakapan di dalam sel penjara. Sejak awal Firdaus kecil telah mendapatkan pengalaman amoral dari teman dan lingkaran keluarganya. Firdaus tumbuh dan berkembang dengan pengalaman yang menggambarkan bagaimana barisan perempuan dipinggirkan.

Pada buku ini perempuan tidak berarti apa-apa. Perempuan hanya objek yang dipakai seperlunya. Kejahatan seksual merajalela dan perempuan tak punya kebebasan untuk menolak itu semua. Ketimpangan gender makin diperlihatkan dari sulitnya perempuan untuk mengakses perguruan tinggi, meski Firdaus memiliki nilai memuaskan pun mencetak peringkat atas. Perempuan tak dapat mencapai ketenangan hidup. Mereka berakhir pada urusan dapur dan ranjang.

Hanya dari pengalaman satu orang, dapat memberikan bagaimana saat itu wilayah Mesir menganggap wanita. Ketidaksetaraan gender mengakar parah tak bisa dicabut. Kepribadian masing-masing lah yang dapat memutus rantai kesetimpangan itu. Firdaus pada akhirnya mampu berdiri dan punya kekukuhan hati. Cerita ditutup dengan ia yang nyaris dilecehkan seorang pria namun ia teguh membela diri, keluarnya pisau dari pelaku kejahatan digunakan Firdaus untuk balik menyerang pria itu. Pada akhirnya keteguhan hati membawanya pada kesiapan untuk mendekam dalam penjara, pada akhirnya perempuan yang melawan pun tetap tak tenang.

Cerita ini sampai akhir pun tak memberikan ruang nyaman bagi perempuan. Bagaimana dari awal sampai akhir perempuan tak dapat berlaku apa-apa selain menerima. Perempuan yang sekian persen punya kesanggupan untuk melawan pun akhirnya dipisahkan dan dimusnahkan. Tak ada tempat layak huni bagi perempuan. Buku ini dengan jelas menggambarkan penindasan tanpa ampun kepada para perempuan dan bagaimana dunia patriarki dijalankan.

Secara umum tokoh utama diceritakan sebagai pelacur dengan bayaran tinggi dengan paras yang rupawan. Namun secara mendalam buku ini mengupas kulit-kulit patriarti dan kesetimpangan gender di Negara Mesir. Mengisahkan jelas tak ada pembelaan terhadap nasib perempuan. Sehingga layak dibaca untuk mengetahui isu sosial terhadap perempuan.

 

[Pengurus Invest Redaksi Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Virus Covid-19 Kembali Jadi Momok Penundaan KKL FEBI Dalam Negeri

    Virus Covid-19 Kembali Jadi Momok Penundaan KKL FEBI Dalam Negeri

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 557
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sampai detik berita ini dirilis, ada 96 orang pasien yang terkonfirmasi positif virus Covid-19. Dilangsir dari liputan6.com, Yurianto menyatakan bahwa virus ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Tangerang, Bali, Manado, dan Pontianak. Sabtu, (14/3/2020). Menindaklanjuti informasi tersebut Ketua Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas […]

  • Menyoal Keakraban Kita

    Menyoal Keakraban Kita

    • calendar_month Sen, 23 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ari Apriliani   Aku nyaris berkawan dengan kesendirian Tapi kamu baik, menjelma setenang mungkin Di setiap sudut pikiranku Kamu bukan segalanya, Tapi segalanya bisa diraih saat menggenggammu Bahkan semua mengangguk, Kamu jendela dunia Kamu lekat dengan segudang ilmu Berulang kali kumencoba meletakkan cinta di dalamnya Agar bebas berkumpul dengan paragrafmu Merasa nyaman […]

  • Peduli UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Digital Marketing

    Peduli UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Digital Marketing

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 454
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-9 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi digital marketing untuk peningkatan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Desa Karangasem, Sayung, Demak. Sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Karangasem ini diikuti oleh 25 peserta. Minggu, (02/02/2020). Sosialisasi tersebut, kata Moh Ilham Afaf selaku Koordinator Desa tim […]

  • Pra PBAK FEBI 2023 Usung Tema: Ekonomi Kreatif dan Pilar Perekonomian Masa Depan Indonesia

    Pra PBAK FEBI 2023 Usung Tema: Ekonomi Kreatif dan Pilar Perekonomian Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Kegiatan Pra-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2023 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang diisi Seminar Lokakarya. Mengangkat tema “Ekonomi kreatif sebagai pilar perekonomian masa depan Indonesia”.  Seminar ini dihadiri sebanyak 713 Mahasiswa Baru (MABA) FEBI (03/08/23). Reza selaku ketua panitia PBAK FEBI menjelaskan maksud dan tujuan tema yang diambil yaitu sebagai pembuka […]

  • KSPM Manfaatkan Kahoot Sebagai Edukasi dalam Acara IRING 2024

    KSPM Manfaatkan Kahoot Sebagai Edukasi dalam Acara IRING 2024

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 413
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar acara Investor Gathering dengan tema “Market indonesia pasca tahun politik dan tantangan global” pada Rabu (7/3/2024), yang di laksanakan di Gedung Teater Soshum Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Peserta acara Investor Gathering ini dari KSPM se-Kota Semarang, yang kebetulan pada event kali […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

expand_less