Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kontroversi Kebijakan Merger UKM: Mahasiswa Bingung, Kepengurusan Akan Hilang?

Kontroversi Kebijakan Merger UKM: Mahasiswa Bingung, Kepengurusan Akan Hilang?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
  • visibility 366
  • comment 0 komentar

lpminvest.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sebelumnya berada di naungan fakultas kini resmi dilebur ke tingkat universitas. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) No. 3814, tertulis bagaimana struktur organisasi kemahasiswaan (ormawa) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). UIN Walisongo mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 2212 sebagai arahan pelaksanaan kegiatan ormawa. 

Tertulis jelas bahwa UKM sudah bukan menjadi wewenang fakultas melainkan universitas

“Karena kegiatan yang bersifat non-akademik, jadi ditarik ke universitas,” jelas Furqon.

Furqon selaku WD 3 bidang kemahasiswaan menjelaskan lebih lanjut mengenai proses merger UKM. Ia memberikan contoh, UKM Amanat sebagai rumah besar yang menaungi divisi-divisi dari masing-masing UKM.

“Misalnya, rumah besarnya UKM Amanat, dengan divisi-divisi dari masing-masing fakultas. Kepengurusannya perwakilan dari semua UKM fakultas, nanti ditentukan siapa yang jadi ketua. Jadi tidak kemudian hilang/dihapus,” jelasnya.

Namun hal ini membingungkan para anggota UKM mengenai kepengurusan nantinya, bagaimana keberadaan ketua beserta jajarannya.

Lebih lanjut Furqon menjawab mengenai kepengurusan terhadap tiap fakultas.

“Ya, tentunya untuk kepengurusan (nantinya), (seperti) Amanat itu mungkin (bisa) masing-masing (UKM) fakultas mengajukan calon, terus tinggal ditentukan (ketua) kemudian ada tim sampai (mencapai) sepakat,” ujarnya.

Terkait administrasi UKM nantinya tidak lagi bersangkutan dengan fakultas melainkan langsung kepada universitas.

Tapi Furqon juga menjelaskan, jika badan kepengurusan UKM yang sekarang masih dapat diterapkan. Opsi ini dapat dilakukan untuk menjaga karakteristik tiap UKM, meski ini artinya dalam satu organisasi terdapat beberapa ketua.

“Ya, memang konsekuensinya seperti itu, biar semuanya tetap aktif dengan kekhasannya. Ya jelas Invest dengan kajian ekonominya, Justisia dengan hukumnya. Kalau mau tetap eksis ya begitu,” tuturnya.

Sedangkan mengenai anggaran Furqon tidak dapat berkomentar banyak lantaran sudah tidak memiliki wewenang sama sekali. Hal ini karena anggaran sudah ditarik sepenuhnya menjadi wewenang universitas.

Kemudian mengenai Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Furqon berkata jika selama masa transisi yakni 1 tahun masih bisa bertempat di fakultas masing-masing.

“Tapi tempat kan belum siap, tempatnya masih terbatas,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa UKM akan dialihkan menjadi Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). Namun KSM hanya berlaku bagi kegiatan mahasiswa yang masih beririsan dengan jurusan yang ada di fakultas, sehingga masih memiliki nilai akademik.

“Kan harus akademik ya, jadi hanya KOBI. Lainnya ada Tax Center, KSPM, itu yang akan menjadi KSM,” jelasnya.

KSM secara struktural berada di bawah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Namun sebelum berstatus menjadi KSM, mereka menjadi Badan Pembentukan (BP) terlebih dahulu, sehingga belum memiliki anggaran sampai resmi menjadi KSM. Fakultas tetap menargetkan agar aktivitas KSM memiliki anggaran sendiri.
“Sebab mereka itu kan berkegiatan, masak tidak dianggarkan? Orang berkegiatan masa tidak dianggarkan? Tapi ya penjelasan dari universitas karena masih badan pembentukan, KSMnya itu,” ungkapnya.

Jadi di lingkungan fakultas sudah tidak ada lagi UKM melainkan KSM.

Sebagai penutup, Furqon masih mendesak WR 3 agar segera menerbitkan SK untuk UKM, dan segera memberi kejelasan terkait aktivitas UKM yang terdampak.

“Ini sudah saya sampaikan ke WR, kapan UKM itu mau dipanggil? Karena rapatnya kan sudah 2 minggu yang lalu. Hari ini saya tanya kapan ada undangan audiensi UKM, tapi jawabannya rencana minggu depan,” tegas WD 3 FEBI itu.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Fatimah Pajak adalah salah satu komponen penting dalam proses pembangunan nasional dan berfungsi sebagai sumber daya keuangan utama bagi negara, sehingga dapat mendukung upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mencapai kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk penerimaan negara dari pajak adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan, yang […]

  • Rupiah Kembali Melemah; Sederhanakan Aturan Ekspor-Impor   

    Rupiah Kembali Melemah; Sederhanakan Aturan Ekspor-Impor  

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 256
    • 0Komentar

      Kedatangan pandemi Covid-19 yang berasal dari China ini berhasil meluas dan memporak-porandakan perekonomian dunia. Adanya pandemi ini menjadi pemicu krisis baru di berbagai negara termasuk Indonesia. Salah satu yang paling bisa kita lihat dari laman cnbcindonesia.com yaitu nilai tukar dolar terhadap rupiah kembali tergelincir di angka Rp 14.880 (updated: 09:09:38 WIB; 14/09/2020). Berlakunya Work […]

  • Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 209
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara Seminar Lokakarya (Semiloka) day 2 yang dilaksanakan pada Kamis, (11/5/2023) merupakan kelanjutan dari Semiloka day 1 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, (8/5/2023). Diselenggarakan di Gedung Teater ISdb Soshum Lantai 3 dengan dua pemateri yaitu Muhammad Fika Shauqy dan Irwansyah. HMJ S1 Perbankan Syariah (PBAS) mengganti nama event yang sebelumnya bernama “Seminar dan […]

  • Keresahan CAMABA FEBI Terkait Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

    Keresahan CAMABA FEBI Terkait Penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 287
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Terhitung tiga hari setelah penutupan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang dinyatakan lolos. Masih banyak CAMABA yang merasakan keresahan tentang penentuan besaran UKT yang tidak sesuai ekspetasi. Terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Menurut hasil survei yang beberapa hari lalu dilakukan oleh […]

  • WR 1 UIN Walisongo Resmikan “Gazebo Moulebo Park” Program Unggulan KKN MB Posko 81 Desa Lebo

    WR 1 UIN Walisongo Resmikan “Gazebo Moulebo Park” Program Unggulan KKN MB Posko 81 Desa Lebo

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) mengadakan kontestasi program unggulan dimana setiap kabupaten yaitu Kota Semarang, Kendal dan Batang diambil 1 kelompok yang terpilih. Dalam kontestasi tersebut, KKN Moderasi Beragama (MB) Posko 81 Desa Lebo ikut berpartisipasi dan terpilih menjadi kelompok yang menang program unggulan mewakili 43 […]

  • Pagelaran Musik Ramaikan Closing Ceremony FEBI Fair 2018

    Pagelaran Musik Ramaikan Closing Ceremony FEBI Fair 2018

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 232
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pagelaran musik sebagai Closing Ceremony Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Fair 2018 diadakan di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Rabu, (28/11/2018). Closing Ceremony yang juga sebagai malam puncak dari acara Febi Fair 2018 itu menampilkan gema shalawat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH El-Febi’s dan Lembaga Seni dan Bahasa (LSB) Koin […]

expand_less