Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Perpanjangan PMB UIN Walisongo Semarang Memicu Ketidakpastian Pelaksanaan Paper Mob

Perpanjangan PMB UIN Walisongo Semarang Memicu Ketidakpastian Pelaksanaan Paper Mob

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 9 Agu 2024
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

lpminvest.com- Paper Mob Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang sukses dilaksanakan pada hari pertama, Jum’at (9/8/2024). Paper Mob ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Selama persiapan tentu tidak berjalan mulus, terdapat kesulitan yang dihadapi oleh tim kreatif saat mempersiapkan Paper mob adalah adanya kemunduran dari pihak Universitas sehingga tidak dapat dipastikan akan ada berapa banyak mahasiswa yang akan mengikuti Paper mob. Hal ini menjadikan sebisa mungkin pihak panitia memutar otak untuk meminimalisasi adanya penambahan jumlah mahasiswa secara mendadak.

“Diperpanjang-perpanjang terus (Penerimaan Mahasiswa Baru), jadi kita gak dapet data pasti berapa banyak mahasiswa yang bakal hadir, kita ambil data acuan terakhir nanti kurang lebihnya nanti kita mikir di akhir gimana caranya biar semua mahasiswa bisa ikut formasi,” kata N (inisial) salah satu panitia PBAK dari FISIP.

Perpanjangan ini mengakibatkan kesulitan untuk menyusun kode formasi. Terdapat perubahan terkait jumlah mahasiswa sampai akhirnya mendapat angka pasti yakni sejumlah 3720 mahasiswa baru. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu panitia PBAK.

“Kita dapat data awal itu kita jadikan data acuan itu sebanyak 3720 mahasiswa,” Kata N ketika diwawancarai oleh Tim LPM Invest.

Persiapan yang singkat itu dapat diatasi dengan solidnya tim panitia PBAK, sehingga Paper mob dapat terlaksana dengan lancar. Kertas Paper mob yang digunakan disediakan oleh panitia dengan empat kertas warna yang berbeda yaitu; merah, putih, hitam, dan hijau.

Paper mob kali ini mengangkat tema “Pendidikan untuk Kemanusiaan dan Peradaban” dengan penempatan sebanyak 17 formasi. Pengambilan tema ini karena adanya permasalahan pada bidang pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah permasalahan yang diangkat adalah mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Alasan diambilnya tema tersebut adalah untuk menanggapi adanya permasalahan bidang akademik di Indonesia, khususnya permasalahan UKT. Tak hanya itu, makna dari tema tersebut juga sebagai bentuk bahwa kuliah tak hanya bentuk menuntut ilmu semata, namun dapat mengubah pola pikir sebagai mahasiswa. Persiapan untuk pelaksanaan paper mob berlangsung selama kurang dari satu bulan, sejumlah panitia sebagai penanggung jawab Paper mob terdapat sebanyak 20 orang.

Salah satu mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) menyampaikan kesannya saat mengikuti kegiatan paper mob yang berlangsung siang hari tadi.

“Walaupun panas dan capek tapi seru, panitianya oke,” ungkap Diera salah satu mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Matematika. Dian & Mahda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengumuman Calon Kru Magang LPM Invest 2020

    Pengumuman Calon Kru Magang LPM Invest 2020

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 179
    • 0Komentar
  • Presiden DEMA UIN Walisongo: Jangan Ada Mahar di Pemilihan Rektor

    Presiden DEMA UIN Walisongo: Jangan Ada Mahar di Pemilihan Rektor

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 183
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Muchammad Romahurmuziy atau yang kerap disapa Gus Romy. OTT tersebut dilakukan atas dugaan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). KPK menggeladah kantor Kemenag dan menyita sejumlah uang. Setelah KPK melakukan […]

  • Wadahi Gagasan Mahasiswa Lewat NEC 2019

    Wadahi Gagasan Mahasiswa Lewat NEC 2019

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 141
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna memberi wadah mahasiswa dalam menyalurkan gagasan dan pemikirannya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan National Essay Competition (NEC) 2019, bertema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Hasna Aulia, Pimpinan Umum LPM Invest menuturkan bahwa NEC 2019 merupakan follow up dari Pelatihan Menulis […]

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • MADRE

    MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

  • Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 766
    • 0Komentar

    “Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh […]

expand_less