Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Flexing dan Personal Branding, Hampir Mirip Tapi Tak Sama

Flexing dan Personal Branding, Hampir Mirip Tapi Tak Sama

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 6 Mei 2023
  • visibility 970
  • comment 0 komentar

Oleh: Celine Irfanty (Redaktur Majalah 1)

Manusia di era digital dalam setiap harinya tidak bisa luput dari media sosial. Seolah media sosial menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia saat ini. Media sosial menjadi wadah untuk saling berbagi informasi dengan bentuk yang lebih praktis, tetapi dalam media sosial sering juga menjadi tempat pamer bagi sebagian besar orang. Fenomena ini biasa disebut flexing.

Belakangan ini, muncul isu mengenai perbuatan flexing yang dilakukan oleh putra pejabat. Hal ini menimbulkan pertanyaan terhadap normalitas kekayaan yang dimiliki oleh seorang pejabat. Selain itu, flexing sudah ramai dilakukan oleh para influencer, baik di media sosial atau platform lainnya. Bahkan saat ini masyarakat umum juga ikut sebagai pelaku dalam hal tersebut.

Flexing dilakukan dengan tujuan tertentu, misalnya untuk menunjukkan status atau derajat sosialnya, menunjukkan keterampilan atau kemampuan yang dimiliki, hingga memberikan kesan baik bagi orang lain. Menurut pakar bisnis Rhenald Kasali, flexing banyak digunakan sebagai strategi pemasaran. “Walaupun flexing jadi salah satu strategi marketing yang dilakukan untuk menarik konsumen, tetapi masih banyak strategi lain yang “jauh lebih baik” dibanding flexing berlebihan,” kata Rhenald.

Fenomena Flexing dan Personal Branding

Pernyataan di atas menyebutkan bahwa flexing sebagai strategi pemasaran, akan tetapi ada istilah lain yang lebih tepat untuk digunakan dalam hal tersebut. Personal branding merupakan praktek untuk memberikan label atau ciri khas bagi diri sendiri atas suatu pencapaian dan karir yang dimiliki. Kedua istilah tersebut, yakni flexing dan personal branding memang memiliki kemiripan, akan tetapi keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Berikut adalah perbedaan antara flexing dan personal branding.

Pertama, flexing memiliki konotasi negatif. Perbuatan flexing dapat menimbulkan sifat iri, sehingga banyak orang membandingkan kehidupan realitanya dengan kehidupan yang dimiliki oleh pelaku flexing. Sedangkan personal branding berkonotasi terbalik. Personal branding dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dari orang lain dan memperkenalkan diri sesuai dengan yang ditampilkan.

Kedua, pelaku flexing ingin menampilkan apapun, bahkan sesuatu yang bukan milik pelaku. Pelaku flexing cenderung haus akan validasi dari orang lain. Bahkan untuk mendapatkan validasi dari orang lain, pelaku flexing rela untuk mengakui sesuatu yang bukan dimilikinya dan tidak sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan personal branding hanya menampilkan sesuai dengan yang dimiliki secara apa adanya.

Ketiga, dari kacamata Islam flexing dihukumi haram. Flexing dalam hal ini menjadi salah satu bentuk dari perbuatan takabbur, yang mana takabbur merupakan salah satu perbuatan non-terpuji.

Demikian perbedaan antara istilah flexing dan personal branding. Pada intinya flexing dan personal branding memiliki tujuan yang berbeda. Flexing bertujuan untuk mendapatkan pengakuan atau validasi dari orang lain. Sedangkan personal branding bertujuan untuk memberikan label terhadap diri sendiri atas suatu hal yang dicapai. Meskipun demikian, keduanya tetap memiliki kesamaan, yaitu sama-sama untuk menunjukkan suatu hal kepada khalayak. Celine_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Pernah Ikut Kompetisi, Mahasiswa Ini Berhasil Raih Prestasi

    Tak Pernah Ikut Kompetisi, Mahasiswa Ini Berhasil Raih Prestasi

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil meraih tiga medali di cabang lomba catur pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) 2019. Tiga medali yang diperoleh yaitu emas kategori cepat putra oleh  Ihza Ahzami Akbar, perak kategori kilat putri yang diraih oleh Nafila Firda dan perunggu kategori cepat putri oleh Ifnasya Kharisma Suci. […]

  • Menelisik Sisi Positif dari Game Online

    Menelisik Sisi Positif dari Game Online

    • calendar_month Sen, 12 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 921
    • 0Komentar

    Dilihat dalam beberapa tahun belakangan, industri e–sport berkembang sangat pesat. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Konsep game online sendiri adalah menjadikan permainan yang dimainkan untuk menuju ke ranah profesional. Hal ini memberikan pengaruh cukup besar bagi masyarakat khususnya kaum muda milenial. […]

  • Menumbuhkan Tanggung Jawab GENWA melalui Resitasi

    Menumbuhkan Tanggung Jawab GENWA melalui Resitasi

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 725
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo tahun 2017 telah selesai. Dalam upacara penutupan tersebut panitia memberi penghargaan kepada belasan mahasiswa yang artikelnya masuk dalam kategori terbaik. Kamis, (24/08/2017). Ratih, mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, menyambut baik dengan diadakannya resitasi ini.  “Saya sama sekali tidak keberatan ketika disuruh membuat artikel. […]

  • Mahasiswa Rantau, Antara Mandiri dan Dipaksa Keadaan

    Mahasiswa Rantau, Antara Mandiri dan Dipaksa Keadaan

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Entah mengapa kalau mendengar kata ‘rantau’ pikiran saya langsung tertuju pada ‘rindu’. Waktu kecil, yang saya pahami tentang merantau adalah para pekerja yang meninggalkan anak istrinya di desa untuk bekerja ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Ya sama persis yang dilakukan ayah saya dulu, dia pergi ke Jakarta meninggalkan kami yang ratusan mil […]

  • KSPM Manfaatkan Kahoot Sebagai Edukasi dalam Acara IRING 2024

    KSPM Manfaatkan Kahoot Sebagai Edukasi dalam Acara IRING 2024

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 618
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar acara Investor Gathering dengan tema “Market indonesia pasca tahun politik dan tantangan global” pada Rabu (7/3/2024), yang di laksanakan di Gedung Teater Soshum Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Peserta acara Investor Gathering ini dari KSPM se-Kota Semarang, yang kebetulan pada event kali […]

  • KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 643
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari pertama berlangsung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. 140 mahasiswa mengikuti agenda dengan pakaian rapi hitam putih beralmamater. Senin, (2/3/2020). Imron Mawardi Ketua MES Jawa Timur sekaligus dosen Universitas Airlangga menjadi narasumber dengan tajuk Potensi […]

expand_less