Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

Hidup Berkecukupan Makna Tersirat dari Film “Orang Kaya Baru”

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 3.107
  • comment 0 komentar

Identitas Film 

Judul               : Orang Kaya Baru

Penulis            : Joko Anwar

Sutradara         : Ody C. Harahap

Produser          : Sukhdev Singh. Wicky V. Olindo

Di Produksi     : Screenplay Film, Legacy Pictures

Durasi             : 99 menit

Rilis                : 24 Januari 2019

Negara            : Indonesia

Bahasa            : Indonesia

Sinopsis Film

Orang Kaya Baru adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film ini dibintangi oleh Raline Shah, Lukman Sardi, Cut Mini, Derby Romero, Fatih Unru, dan Refal Hady. Film ini tayang perdana di bioskop pada 24 Januari 2019.

Di dalam film ini mengisahkan sebuah keluarga kompak yang tiba-tiba menjadi keluarga yang kaya raya. Awalnya keluarga tersebut merupakan keluarga kecil sederhana yang hidup serba pas-pasan, namun tetap kompak dan ceria meskipun selalu berkhayal menjadi kaya. Ada beberapa pemeran di film ini yaitu, bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru).

Orang kaya baru alias OKB biasanya merujuk kepada mereka yang belum lama naik kelas sosial dan ekonomi. Mereka tengah beradaptasi dengan kondisi keuangan yang baru. Ini ditandai dengan cara berbusana maupun perilaku yang kurang elegan kalau tidak mau dibilang norak. Mengawali film tersebut, mereka menjalani aktivitas setiap hari seperti keluarga sederhana pada umumnya. Meskipun bukan keluarga kaya, mereka mampu menjalani hari dengan menyenangkan. Bapak selalu bahagia meski tidak punya uang. Keluarga mereka sangat hangat. Hubungan antara anak dan orang tua (Cut Mini dan Lukman Sardi) juga begitu dekat. Hal ini diperlihatkan dalam ritual makan malam bersama dan saling bercerita tentang apa yang terjadi hari itu.

Namun hal tak terduga pun terjadi, Bapak meninggal setelah makan bersama keluarga. Sehingga  keadaan pun berubah drastis seperti narasi yang disuarakan oleh Tika “Tiba-tiba masa depan keluarga kami sangat belarak, seperti naik lift ke lantai paling atas lalu terjun jatuh ke lantai yang paling bawah. Pagi yang biasa kami lewati dengan mudah, sekarang terasa asing dan menakutkan.”

Beberapa waktu setelahnya datang pengacara pribadi Bapak ke rumah dan memberikan sebuah video peninggalan Bapak untuk keluarganya. Dalam video tersebut, Bapak berkata bahwa sebetulnya ia adalah orang kaya dan memiliki warisan yang banyak, tetapi selama ini disembunyikan dari istri dan anak-anaknya. Setelah Bapak meninggal, dia memberikan seluruh hartanya kepada istri dan anak-anaknya sehingga mereka mendadak kaya. Berbagai hal lucu dan menggelitik terjadi ketika mereka berubah menjadi orang kaya mendadak. Namun, sikap mereka juga menjadi berubah drastis saat sudah bergelimang harta. Mereka menjadi lebih mementingkan diri sendiri dan cukup mengganggu keharmonisan keluarga. Mereka menjadi orang yang senang berfoya-foya karena mendapatkan sesuatu menjadi mudah dengan uang.

Hal tersebut berlanjut sampai suatu ketika warisan Bapak yang berjumlah Rp. 30 Miliar habis dan mereka mulai kebingungan karena masih banyak keinginan mereka yang belum terpenuhi. Akhirnya, mereka menjadi miskin kembali dan mereka baru menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah keutuhan keluarga, dan bukan semata-mata karena uang. Mereka berubah menjadi orang-orang yang lebih bersyukur dari sebelumnya dan merasa cukup dengan harta pas-pasan yang dimiliki.

Pesan yang diberikan cukup baik dan mudah dipahami oleh penontonya seperti perkataan bapak di saat makan malam, dan kondisi keluarga yang berubah drastis sebelum dan sesudah bapak meninggal. Meski seakan dipenuhi petuah, pelajaran dari film ini tidak terasa sok menggurui karena dibumbui komedi. Joko Anwar sebagai penulis naskah bisa menyelipkan adegan komedi dengan baik. Candaan demi candaan ditampilkan secara natural lewat situasi dan percakapan. Film ini sukses membuat penonton tertawa lepas, meski tak semua komedi terasa lucu.

Kekurangan dari film Orang Kaya Baru, seperti ingin cepat-cepat mengakhiri film. Penyelesaian filmnya tanggung dan banyak cut yang membuat penonton kebingungan karena alur yang tiba-tiba berganti tanpa adanya penjelasan. Film ini seakan berusaha menyelesaikan masalah dengan menghadirkan masalah baru yang justru mengandung adegan yang tidak terlalu penting.  Namun secara keseluruhan film ini layak tonton dan bisa menjadi pilihan film yang menghibur sekaligus mengingatkan kembali akan hangatnya kebersamaan keluarga.

Royhan Maliki Rizqi (Tim Website)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim KKN UIN Walisongo Rancang Museum Dampak Abrasi

    Tim KKN UIN Walisongo Rancang Museum Dampak Abrasi

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 827
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-9 UIN Walisongo merancang pembuatan Museum Dampak Abrasi di Desa Bedono Dukuh Morosari RT 4 RW 5, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jumat (7/2/2020) masyarakat Desa Bedono yang bekerjasama dengan Proram Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) dibawah Kementrian Desa melakukan peninjauan area terlebih dahulu. […]

  • UKM PSHT Lakukan Penjemputan Wisuda yang Unik

    UKM PSHT Lakukan Penjemputan Wisuda yang Unik

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Penjemputan wisudawan dengan arak-arakan sudah menjadi budaya tersendiri oleh organisasi ekstra maupun intra di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Hal tersebut ditandai dengan ramainya penjemputan wisudawan-wisudawati dari pintu keluar venue hingga jalan utama Kampus 3. Kamis, (09/2/2023). Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan penjemputan sekaligus arak-arakan untuk wisudawan dan Wisudawati yang telah menyelesaikan study. […]

  • Rheyna, Wisudawan Terbaik S-1 Ajak Seluruh Wisudawan untuk Wujudkan Mimpi

    Rheyna, Wisudawan Terbaik S-1 Ajak Seluruh Wisudawan untuk Wujudkan Mimpi

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 750
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses selenggarakan acara Wisuda Doktor (S.3) Ke-34, Magister (S.2) Ke-58, dan Sarjana (S.1) Ke-91dengan satu sesi dalam sidang senat terbuka pada Rabu (7/2/2024). Acara ini bertempat di Auditorium II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Alunan gamelan yang dimainkan oleh UKM Teater Wadas dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi […]

  • Beberkan Tips Produk Laku di Pasaran untuk UMKM

    Beberkan Tips Produk Laku di Pasaran untuk UMKM

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Menjadi pelaku UMKM harus banyak belajar ilmu dalam memasarkan suatu produk. Bagaimana cara marketing yang baik agar pasar dari produk kita semakin luas. Termasuk dalam packaging produk dimana yang diutamakan adalah keamanannya, agar produk bisa tahan lama dan menarik jika dilihat,” paparan Khairul Anwar narasumber dalam seminar yang diadakan oleh Tim  KKN Mandiri Inisiatif […]

  • Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    Mahasiswa dalam Ekosistem Demokrasi

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Terlepas dari kuatnya konfigurasi politik elit yang membelit setiap aksi mahasiswa, sejarah telah mengakui bahwa aksi mereka sukses menggulung rezim otoritarian yang dinilai telah melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dengan tuntutan reformasi. Menjadi bukti sejarah bahwa mahasiswa banyak berperan dalam mendewasakan kehidupan bernegara untuk menjadi bangsa yang waras (demokratis-red). Kerusuhan besar yang dipelopori oleh […]

  • Tim KKN MIT Ke-IX Posko 68 UIN Walisongo Siaga Antisipasi Banjir di Pecangaan, Jepara

    Tim KKN MIT Ke-IX Posko 68 UIN Walisongo Siaga Antisipasi Banjir di Pecangaan, Jepara

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 818
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Warga Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-IX posko 68 UIN Walisongo Semarang usai laksanakan kerja bakti. Minggu (02/02/2020). “Program kerja bakti dalam membersihan sungai ini menjadi kesempatan kami untuk membantu berkontribusi mengatasi permasalahan sampah di desa Karangrandu. Hal ini selaras dengan program divisi […]

expand_less