Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
  • visibility 1.777
  • comment 0 komentar

Poster Film Call Me Chihiro, Sumber: Twitter Netfix Indonesia

Identitas Film

Judul                    : Call Me Chihiro

Produksi              : Asmik Ace, Digital Ace

Doproduksi oleh : Netflix, Asmik Ace

Distribusi             : Asmik Ace

Sutradara            : Imaizumi Rikiya

Produser             : Akira Yamano

Penulis naskah    : Kaori Sawai, Rikiya Imaizumi

Durasi                  : 134 menit

Tanggal rilis         : 23 Februari 2023

Sinopsis Film

Film ini merupakan adaptasi dari manga dengan judul Chihiro-San karya Hiroyuki Yasuda. Film dengan genre Slice Of Life ini bercerita mengenai tokoh utama Chihiro (Kasumi Arimura), mantan pekerja seksual yang beralih menjadi pelayan di sebuah toko bento kecil di kota tepi pantai.

Menggunakan sinematografis yang bagus dan tepat serta menyajikan nuansa gembira yang terasa sejak awal cerita. Dimulai dengan keseharian Chihiro di toko Bento Noko Noko. Keramahannya dalam menyapa pembeli meski terang-terangan mendapat kalimat cercaan dari Nagai pekerja paruh waktu mengenai pekerjaan Chihiro sebelumnya. Sesuai dengan genre Slice Of Life, film ini memiliki alur lambat, di mana akan disajikan bagaimana keramahan Chihiro dapat menarik orang-orang untuk menyukainya. Selain itu, film ini juga mengupas keseharian tokoh lain meskipun hanya bagian dasarnya.

Keramahan Chihiro selalu muncul dengan senyumnya yang khas. Ia selalu menanggapi dengan santai segala situasi yang terjadi. Karakter itu di tunjukkan pada part saat ia tetap tenang dan santai bahkan saat diam-diam di foto Okaji (Hana Toyoshima) yang merupakan seorang gadis SMA tahun kedua. Okaji diceritakan sebagai gadis pemalu, tertarik pada kebebasan Chihiro yang melangkah ke mana saja tanpa beban. Okaji tidak pernah nyaman di rumahnya. Ia akhirnya memberanikan diri berbicara dengan Chihiro yang kemudian mendapat tanggapan positif dari Chihiro  yang membuat Okaji entah bagaimana melekat. Perangai positif Chihiro membuat Okaji mengalami perkembangan sikap yang lebih baik.

Interaksi Chihiro dengan beberapa tokoh lain seperti Makoto (Tetta Shimada) yang merupakan anak laki-laki kelas 3 yang suka jahil tapi mandiri, Bito (Mitsuru Hirata) yang merupakan pemilik toko Bento Noko Noko, Tae (Jun Fubuki) yang merupakan istri Bito yang dirawat dan penglihatannya semakin hilang, dan Taniguchi (Ryuya Wakaba) seorang pekerja konstruksi, membuat penonton dapat memahami bagaimana daya tarik yang dibawa Chihiro dalam film. Ramah tamah terhadap siapa pun termasuk gelandangan tua yang akhirnya membawa Chihiro bertemu dengan Becchin (Itsugi Nagasawa) anak SMA tahun kedua yang nantinya juga berteman dengan Okaji. Interaksi Chihiro dengan beberapa tokoh tersebut membawa interaksi lain antar para tokoh. Cara Chihiro yang tak ragu menyapa terlebih dahulu dan terus membawa aura yang menyenangkan ketika bicara membuat orang di sekitarnya ikut senang jika diajaknya mengobrol.

Seorang sahabat baik bernama Basil (Van) yang hadir membuat film yang awalnya riang dan tawa perlahan menjadi melankolis. Curahan hati yang mengalir di antara keduanya menghadirkan nuansa sunyi dalam film. Obrolan-obrolan dengan bahasan yang lebih mendalam selalu terjadi saat tampil adegan mereka. Selain dengan Basil, hadir juga Utsumi (Lily Franky)  yang merupakan mantan bos tempat Chihiro dulu bekera. Alur yang akhirnya mengungkapkan bagaimana sejatinya hubungan antar keduanya.

Sepanjang film di putar terdapat beberapa kali adegan Chihiro yang sendiri dan sepi, serta bagaimana sorot matanya dapat selalu memancarkan kekosongan yang menghadirkan tanda tanya, apakah ia tengah berbohong? Ia selalu menjawab dengan lantang jika seseorang bertanya mengenai pekerjaannya yang dulu. Ia juga selalu berterus terang apabila suka atau tidak suka kepada sikap seseorang. Namun dengan keterbukaannya itu, sebenarnya tidak ada satu pun orang yang benar-benar mengenal Chihiro. Semua orang dapat jatuh cinta dengannya, dapat berjalan bersama bahkan hal lainnya, tapi tak satu pun mengenalnya dengan baik. Kehampaan makin tergambar ketika segmen pendek dari Chihiro bersama Tae istri pemilik toko bento, Chihiro dengan Van, dan Chihiro dengan Utsumi.

Perasaan hangat sepanjang film memunculkan perasaan seolah tengah dipeluk, nyaman, menenangkan, namun sesak, belum lagi ditambah latar suara yang mendukung tiap suasana yang hadir. Setiap karakter film dibangun cukup baik dengan permasalahan sendiri-sendiri dan penanganan masalah dengan Chihiro yang mengambil peran besar di dalam penyelesaian itu tanpa ia sadari. Meski tiap penyelesaian tokoh tak secara gamblang dijelaskan, tetapi cukup untuk menyebut bahwa Chihiro merupakan jelmaan peri yang membantu para tokoh berjalan keluar dari masalah walaupun  ia sendiri tetap kesepian. Film ini juga tidak melepas gelar mantan pekerja seksual si pemeran utama yang melibatkan adegan-adegan di mana Chihiro melakukan candaan dan adegan ke arah seksual.

Pesan dalam film tersampaikan cukup baik, meski sangat disayangkan  tokoh lainnya perlahan mendapat teman dan kasih sayang sebagai jalan keluar dari masalah namun pemeran utama justru memilih menghindari perasaan cinta, sehingga tidak ada penyelesaian pasti mengenai kehampaan Chihiro. Perjalanan menuju akhir makin terasa jika cerianya Chihiro hanyalah sampul rapi tanpa celah, penutup kehampaan yang hanya tampak jelas saat ia sendirian. Walaupun tanpa kepastian akhir sedih/bahagia, secara tersirat dapat dipahami jika pemeran utama mau menerima kasih sayang dan mencoba menerima. Ia berfikir bahwa jika ia dapat mengasihi orang lain  maka kehampaan dalam dirinya juga akan sirna sebagaimana tokoh lain yang saling mengasihi di ujung cerita.

Sayangnya dengan durasi sekitar dua jam tidak ada gambaran jelas tentang aksi semua tokoh, terlebih banyaknya permasalahan yang dituangkan dalam film. Adegan yang berlangsung juga tidak selalu digambarkan jelas asal-usulnya, sehingga mengenai alasan setiap tokoh melakukan ini dan itu dikembalikan kepada preferensi penonton. Hadirnya konflik tak hanya sebagai penyambut di awal, bahkan masa lalu Chihiro dan bagaimana pekerjaan seksualnya dulu baru dapat dipahami menuju akhir film._[i]

Oleh: Mahda Nuurainiyah (Sekretaris Redaksi)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Fatimah Pajak adalah salah satu komponen penting dalam proses pembangunan nasional dan berfungsi sebagai sumber daya keuangan utama bagi negara, sehingga dapat mendukung upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mencapai kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk penerimaan negara dari pajak adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan, yang […]

  • Webinar Orientasi Lulusan; Ubah Pandangan Prospek Kerja Sarjana Ekonomi Islam

    Webinar Orientasi Lulusan; Ubah Pandangan Prospek Kerja Sarjana Ekonomi Islam

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 789
    • 0Komentar

    lpminvest.com- HMJ Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Waisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Orientasi Lulusan bertajuk “Peluang dan Tantangan: Peran Sarjana Ekonomi Syariah dalam Kontribusi Pengelolaan Ekonomi Negara”, (Sabtu, 24/10/2020). Webinar dihadiri oleh tiga pembicara handal, yaitu Muhammad Zilal Hamzah selaku Dewan Penasehat DPP Ikatan ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wahyu Jatmiako selaku […]

  • Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Aktivitas ekonomi tidak luput dari dampak penyebaran virus corona yang dari hari ke hari semakin mengkhawatrikan. Akibatnya, banyak pengusaha terancam gulung tikar karena omzet berkurang drastis. Hari ini dunia ditempa musibah virus bernama Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, Cina ini sekarang sudah merebak ke seluruh dunia. Menurut data dari […]

  • KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    KKL Ekonomi Islam di BAZNAS Jatim, Sustainable Economy

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 620
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari pertama berlangsung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. 140 mahasiswa mengikuti agenda dengan pakaian rapi hitam putih beralmamater. Senin, (2/3/2020). Imron Mawardi Ketua MES Jawa Timur sekaligus dosen Universitas Airlangga menjadi narasumber dengan tajuk Potensi […]

  • Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

    Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 750
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Nur Fathoni Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengharapkan filantropi zakat dan wakaf tidak lagi hanya dikaitkan dengan kedermawanan dalam Islam saja. Menurutnya, filantropi zakat dan wakaf kini dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Mahasiswa (IPM). Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutan […]

  • Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    Perpustakaan Lentera, Resmi Lounching di Desa Loireng Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 869
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Perpustakaan Lentera dengan tema Menciptakan Literasi yang Inklusif untuk Generasi Unggul telah diresmikan pada kamis, (20/2/2020) lalu. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa selaku pembina perpustakaan, Mardhiyah dan perwakilan dari siswa-siswi Yayasan Raudhatus Sholihin Desa Loireng. “Hari ini launching Perpustakaan Lentera agar semua warga tahu di Desa Loireng sudah ada perpustakaan bisa membekali […]

expand_less