Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Berdamai Dengan Diri Sendiri Melalui Buku Ini?

Berdamai Dengan Diri Sendiri Melalui Buku Ini?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 6 Jan 2023
  • visibility 392
  • comment 0 komentar

Cover Buku Insecurity In My Middle Name. Sumber: Ig alvisyhrn

Judul               : Insecurity is My Middle Name
Penerbit           : Alvi Ardhi Publishing
Penulis            : Alvi Syahrin
Tahun terbit    : Mei 2021
Tebal               : 264 Halaman
ISBN               : 978-623-97002-0-1
Peresensi         :Azkiyatun Nasiha

Buku self-healing pertama yang diterbitkan seorang penulis Alvi Syahrin yang menggambarkan self-healing dapat mengajak para pembaca untuk bisa berteman dengan ketidak percayaan diri yang sampai saat ini dialami oleh orang-orang. Setiap orang pasti pernah mengalami insecure, sebuah perasaan cemas atau tidak aman yang terkadang membuat kita menjadi tidak percaya diri atau bahkan cemburu dengan pencapaian orang lain. Melalui buku ini membahas berbagai macam insecure baik secara fisik maupun lainnya. Buku Alvi Syahrin yang keempat ini membahas seputar rasa insecure yang terbagi ke dalam lima bab dengan beberapa sub bahasan di setiap babnya. Dalam buku  ini, akan membantumu berdamai dengan insecurity-mu. Jenis-jenis insecurity yang dikupas tuntas pada buku ini akan membuat para pembaca yakin bahwa dia tidak sendirian, banyak yang merasakan seperti yang dibahas pada buku ini.

Melalui buku ini kita merasa sedang berbicara dengan teman, sahabat, atau orang terdekat. Penulis seolah menjadi sahabat bagi pembaca dan seperti sedang bertukar pikiran, serta mengajarkan kita untuk love your self bahkan bukan tips menghilangkan insecurity tetapi berproses, belajar memperbaiki, serta menerima dan berdamai dengan diri kita sendiri.
Pada bagian pertama di buku ini,  penulis membahas hal yang sering menjadi boomerang bagi semua orang. Bahwa fisik bukanlah segalanya. Kita tidak perlu menjadi good looking untuk menjadi orang baik. Padahal mengejar mimpi, pendidikan, dan cita-cita, semua tak harus tentang fisik.

Adanya pemahaman “good looking” akan membuat pembaca menyadari bahwa kecantikan fisik tidak berarti segalanya. Kecantikan ini banyak berbagai versi, ada yang cantik dilihat dari tutur katanya, lembut dan sopan dalam berbicara, selalu berhati-hati dalam berucap, dan menenangkan ketika kita mendengarnya.

Ada juga yang cantik dalam perilakunya sehari-hari, kelihatannya saja diam tanpa tindakan namun diam-diam selalu berusaha berbuat baik kepada siapapun. Melalui buku ini bisa jadi teman, karena pada saat kita membaca buku ini kita seperti relate dengan remaja saat ini bahkan penulis memberi saran, masukan, serta membersamai kita-kita yang insecure, sekaligus menjadi obat. Dengan segala ketidakpercayaan pada diri kita saat ini setelah membaca buku ini kita merasa lebih percaya diri akan kelebihan yang kita miliki.

Salah satu kata yang saya suka pada buku ini yaitu “Biarkan society terus mengagungkan fisik. Kita nggak boleh sedangkal itu. Kita kejar ‘beauty’ yang berkualitas, yang masih bisa kita usahakan.” Pada halaman 56 Bahwa pada bab ini ketika kita insecure dengan penampilan fisik, masih ada hati yang berkualitas.

Yang lebih menarik, sampul dalam buku ini menurut saya bagus dan simple sehingga menarik pembaca, didalamnya yang di desain sangat bagus. Selain tulisan-tulisan yang sangat indah, buku ini terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan perasaan insecure. Buku ini bisa menjadi teman perjuanganmu dalam berdamai dengan perasaan insecure yang kamu rasakan. Penulis menceritakan hal yang pernah ia alami dibuku ini dan terdapat banyak hal yang menginspirasi. Penentuan kalimat yang mudah dipahami, menjadi salah satu daya tarik buku ini. Buku ini sangat direkomendasikan untuk orang-orang yang kerap kali merasakan insecure. Insecure menjadi hal yang wajar dirasakan setiap orang disemua kalangan usia, tetapi masih banyak dari mereka yang belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri.

Buku ini mengajarkanmu melalui cara yang positif, untuk tetap tumbuh dan hidup menjadi diri sendiri. Membaca buku Insecurity is My Middle Name ini seperti sedang berbicara dan bertukar pikiran dengan teman dekat, terdapat kalimat yang memotivasi serta membuka pandangan hidup mengenai “insecurity”. Selain isinya yang dapat menenangkan pikiran, penentuan diksi yang dipakai dalam buku ini juga sederhana dan mudah untuk dipahami. Susunan kata yang dibuat penulis sangat cantik dan tidak membingungkan pembaca, membaca buku ini seperti berbicara dengan penulis langsung, terasa sangat dekat. Ketika membaca buku ini, saya tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya. Setiap bab nya disajikan dengan singkat, sehingga mempermudah pembaca.

Oleh: Azkiyatun Nasiha (Sekretaris 2)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    Filosofi dan Sejarah Ketupat sebagai Ikon Hidangan Lebaran

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Fitri atau lebih akrab disebut dengan Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat Islam. Di Indonesia, Lebaran menjadi sebuah momen penting untuk semua keluarga yang merayakan karena sanak saudara akan berkumpul di kampung halaman. Kerabat yang merantau di kota akan balik kampung demi merayakan Lebaran bersama keluarga besar. Kegiatan itu disebut […]

  • Kekuatan Batu Akik

    Kekuatan Batu Akik

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Lpminvest.com, NGALIYAN-Saat dijumpai dipelataran jalan, di sebelah gang samping kiri SMP 16 di kota Ngaliyan, para penjual  batu akik masih sibuk melayani pertanyaan. Ardi yang kerap disapa gendut itu masih asik mengosok-gosokan sebuah batu pada papan datar mirip batu yang digenggamnya. Rabu 1 Juli 2015 lalu. Deddy juga tidak kalah dengan rekannya. Persis duduk di […]

  • UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 254
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo gelar wisuda dengan meluluskan 609 orang yang terdiri dari 4 doktor, 25 orang magister (S2), dan sebanyak 580 Sarjana pada Selasa (8/11/2022). Wisuda dengan gelaran Sidang Senat Terbuka itu bertempat di Kampus 3 Auditorium 2 UIN Walisongo secara luring. Acara besar tersebut menjadi acara wisuda terakhir kalinya di tahun 2022 ini. Pembukaan […]

  • Berkat Kerja Keras dan Do’a Dari Abah Guru Serta Orang Tua, Laili Menjadi Wisudawan Terbaik

    Berkat Kerja Keras dan Do’a Dari Abah Guru Serta Orang Tua, Laili Menjadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 342
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara wisuda periode Mei Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo resmi diselenggarakan pada Sabtu (24/05/2025). Pada acara tersebut, Laili Nazilatirrohmah berhasil menjadi salah satu wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Ia merupakan mahasiswi asal Jepara dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Laili tidak menyangka bahwa […]

  • Sempat Cuti Kuliah, Kru Invest Jadi Wisudawati Terbaik

    Sempat Cuti Kuliah, Kru Invest Jadi Wisudawati Terbaik

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 230
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Salah satu kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest, Siti Rohmawati menjadi wisudawati terbaik dengan mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Rabu, (7/03/2018). Rahma, sapaan akrabnya merupakan mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang sempat cuti kuliah selama satu tahun karena patah tulang akibat kecelakaan yang pernah dialaminya di daerah Demak-Kudus, […]

  • Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 285
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Guru Besar dan Akademisi UIN Walisongo adakan diskusi “Meski Berbeda, Kita Saudara”. Diskusi ini mengusung tema “Meneguhkan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderat” berlangsung di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Acara yang berlangsung pukul 13.00-16.00 ini berlatar belakang menguaknya kelompok-kelompok yang saling menyerang, baik bermotif politik, ekonomi dan lain sebagainya. Pasalnya, […]

expand_less