Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
  • visibility 356
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Yudi Subagja (Sumber Gambar: forbes.com)

Oleh: Yudi Subagja
(Sumber Gambar: forbes.com)

Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak muda jaman sekarang. Saat berada di usia 18 tahun hal beratnya adalah sekadar memikirkan masa depan. Tetapi usia 20 – 25 tahun beratnya adalah dalam tindakan (action). Tidak bisa hanya sekadar memikirkan masa depan, namun benar-benar harus banyak tindakan daripada berpikir.

Alasan mengapa anak jaman sekarang mengalami hal tersebut biasanya disebabkan karena dua faktor, yaitu: faktor internal yang mucul dari dalam diri, dan faktor eksternal dari lingkungan sekitar. Istilah yang dikenal saat ini adalah insecure terhadap diri sendiri. Kata insecure merupakan kata dalam bahasa Inggris yang artinya tidak aman, selain itu juga diartikan sebagai keadaan dimana ketika seseorang merasa cemas dan takut berlebihan dengan suatu hal karena faktor lingkungan atau orang lain.

Dilansir dari Good Therapy, tidak ada penyebab pasti seseorang merasa insecure terhadap diri maupun kehidupannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang selalu merasa insecure pada dirinya, seperti trauma, memiliki masalah pada penampilannya atau body dysmorphic disorder, serta kepercayaan diri yang rendah.

Kata insecure sering diucapkan oleh orang-orang yang biasanya sedang merasa cemas atau tidak percaya diri terhadap sesuatu. Selain itu, kata ini juga akan muncul saat seseorang sedang merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri pada situasi tertentu. Hal ini bisa terjadi pada individu, saat sedang merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Lantas, apakah seseorang bisa keluar dari perasaan insecure yang dialaminya saat usia dewasa? Jawabannya tentu saja bisa, namun hal tersebut perlu proses panjang dan tidak instan. Nah, berikut penjelasan beberapa poin agar kita semua bisa menjadi orang yang lebih percaya diri lagi dan hidup seutuhnya.

Pertama, membuat tujuan dalam hidup. Hidup itu harus punya tujuan, bisa diibaratkan hidup adalah sebuah perjalanan sedangkan tujuan adalah kompasnya. Supaya hidup kita tidak salah arah bahkan tersesat, maka kita harus membuat sebuah tujuan. Hal ini akan berguna untuk masa depan kita sendiri, bukan untuk orang lain.

Kedua, mencari passion. Selain tujuan, kita juga harus mencari passion dalam diri. Jangan biarkan kalimat-kalimat seperti “saya tidak memiliki kelebihan dan susah mencari passion” menjadi batu penghalang untuk terus mencari. Mencari, mencari, dan kenali adalah kunci untuk menemukan kelebihan serta passion diri sendiri.

Ketiga, percaya diri. Percaya diri adalah sikap yang harus dimiliki seseorang agar hidup bisa tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, kepercayaan diri bisa meningkatkan kestabilitasan tubuh dan gaya berbicara, sehingga penampilan lebih tenang dan hidup bisa berjalan. Mulailah menumbuh dan mengembangkan kepercayaan diri dengan keyakinan penuh dalam hati dan menerapkannya pelan-pelan.

Lalu, perluas relasi pertemanan. Poin keempat ini ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Apabila sudah cukup percaya diri, maka perluaslah relasi pertemanan. Hal ini dilakukan agar kita berada dalam lingkungan positif, sehingga akan lebih mudah untuk cepat berkembang dan tidak merasa insecure lagi.

Selanjutnya, membaca buku. Selain harus meningkatkan kepribadian kita, ingat selalu untuk meningkatkan pengetahuan. Alternatifnya adalah dengan membaca buku. Karena buku merupakan jendela dunia serta bisa menambah wawasan untuk masa depan kita.

Terakhir, berpikir positif. Poin yang terakhir merupakan poin yang paling penting. Yaitu mengenai pola pikir agar selalu berpikir positif. Biasanya, apa yang kita pikirkan akan memengaruhi tindakan. Oleh karena dengan berpikir positif akan menimbulkan mental yang positif, maka akan memengaruhi sikap dan tindakan yang juga positif. Selain itu, hidup akan indah bagi mereka yang berpikir positif.

Itulah beberapa poin yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Perlu diketahui bahwa selain beberapa poin di atas, banyak cara untuk menumbuh-kembangkan rasa percaya diri. Ketahuilah diri sendiri, niscaya akan ada jalan untuk mengendalikan diri. Percaya diri sangatlah penting dimiliki, agar rasa insecure tidak menggerogoti kecintaan terhadap diri.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT FEBI ke-11 Banjir Hadiah, Alifia Bawa Pulang Kulkas

    HUT FEBI ke-11 Banjir Hadiah, Alifia Bawa Pulang Kulkas

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 380
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar acara jalan sehat dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang ke-11 pada Sabtu, (14/12/24) dengan mengusung tema “FEBI Continuous Improvement”.  Acara jalan sehat ini diikuti oleh seluruh civitas akademika FEBI, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga staf. Pembagian kupon dilakukan di dekat Landmark […]

  • EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    EI Donation disambut Antusias Warga Jalanan

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 343
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ-EI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan aksi pembagian donasi, berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada warga di sekitar pelataran jalan. Jumat, (31/03/2017). EI Donation (gerakan rumah amal) adalah program gerakan sedekah yang digalang oleh HMJ Ekonomi Islam setiap satu minggu sekali. Punbegitu, merupakan realisasi salah satu program kerja kepengurusan. Pasalnya, […]

  • Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    Mempererat Tali Persaudaraan Melalui Musik

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 283
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar parade musik di samping auditorium 2 kampus 3. Rabu, (12/11/2014). Acara yang bertajuk “Semarak Persatuan; bersama UKM musik UIN Walisongo Semarang” ini diadakan dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara UKM Musik satu dengan yang lainnya, serta untuk memperingati hari pahlawan. “Acara ini untuk […]

  • USAI

    USAI

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 270
    • 0Komentar

    USAI Oleh: Ummi Zahrotun Nadhiroh Hujan itu mulai reda, Tuan Layaknya perasaan kita yang mulai menghilang Layaknya kisah kita juga yang kian memudar Dan suara rintihan hujan yang tenang seakan telah membawamu pergi melanjutkan asa Kini di antara jiwa yang tak bisa lagi selaras Tangan yang tak bisa saling menggenggam Raga yang tak bisa saling […]

  • Jaring Atlet Ekonomi, HMJ EI Gelar Kompetisi

    Jaring Atlet Ekonomi, HMJ EI Gelar Kompetisi

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 264
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka memeriahkan Febi Fair serta menjaring atlet perlombaan Ekonomi Islam, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) menggelar Islamic Economy Competition dengan tema “Peran Ekonomi Syari’ah dalam Mempersiapkan Sustainable Development Goals”. Jumat, (16/11/2018). Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI, Khoirul Anwar tersebut bertujuan untuk menarik partisipasi mahasiswa […]

  • Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 275
    • 0Komentar

    “Lha ngunu, cah wedok yo kudune resik-resik omah, masak, umbah-umbah,” kata mbahku setiap mendapati aku sedang melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Bukan perkataan pakar ataupun ilmuwan terkemuka, tapi cukup membuatku berpikir bahwa di masyarakat ini perlu ada yang dirubah, pola pikir. Mungkin sebagian besar perempuan, adanya perkataan seperti itu dianggap biasa. Ya, karena itu tugas […]

expand_less