Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
  • visibility 2.872
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani

Oleh: Dwi Ari Apriliani

“Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh lebih miris, lahan pertanian justru kerap dialihfungsikan untuk keperluan industry. Akibatnya, lahan untuk bertani menjadi sempit dan tercemar oleh limbah pabrik. Ini adalah salah satu masalah krusial yang terus dialami petani.

Ibn Khaldun mengidentifikasikan pertanian sebagai sumber kehidupan yang sangat strategis. Istilah “kehidupan” diartikan sebagai keinginan untuk bertahan disertai usaha untuk memperolehnya. Ketika kehidupan ini diperoleh, yaitu dari hewan ternak melalui produk dengan nilai tambah yang digunakan orang, misalnya susu dari hewan ternak, sutera dari ulat sutera, dan madu dari lebah, ataupun tanaman yang menghasilkan buah-buahan, maka itulah yang disebut dengan pertanian. Selain itu, Ibn Khaldun juga mengidentifikasi berbagai kerajinan dan perdagangan sebagai cara alami untuk memperoleh kehidupan. Dengan kata lain, pertanian, industri, dan perdagangan adalah sumber perekonomian yang mempengaruhi kualitas kehidupan sebuah masyarakat dan bangsa.

Ibn Khaldun menyampaikan perlunya diversifikasi pada produk pertanian. Dengan kata lain, penambahan value added produk pertanian melalui proses diversifikasi produk, akan meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri. Mengkhawatirkan, jika kondisi petani lemah  maka para petani akan menjadi korban dari ketidakadilan kebijakan penguasa.

Contoh saja kasus yang terjadi pada petani Kendeng akibat dibangunnya PT Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Pegunungan Kendeng, Rembang. Bukti nyata bahwa petani sulit memperoleh keadilan lingkungan dari pemerintah tergambar jelas adanya kasus ini, yaitu ketika PT Semen ini membangun pabrik semen di area pemasok kebutuhan air bagi kawasan pertanian. Pembangunan ini membuat lingkungan rusak dan mematikan sektor pertanian di daerah sekitar. Bahkan kasus ini sampai sekarang tidak memperoleh kabar baik dari pemerintah dan nasib matapencaharian petani sekitar tercemar limbah sehingga tidak mampu untuk meproduksi segala jenis tanaman.

Kepiluhan petani tidak akan terulang ketika produk pertanian tersebut telah menjadi sumber permintaan sehingga mendorong peningkatan dari sisi penawaran, maka masyarakat akan berupaya mempelajari keterampilan apa yang diperlukan. Sebaliknya, apabila produk tersebut tidak menjadi permintaan, maka penjualannya pun akan menurun dan tidak ada upaya untuk mempelajarinya. Inilah yang dimaksudkan oleh khalifah Ali bin Abi Thalib, bahwa “harga seorang manusia bergantung pada keterampilan yang dimilikinya”. Dalam hal ini, Ibn Khaldun pun memasukkan konsep nilai tenaga kerja yang diukur dari kemampuan tenaga kerja tersebut dalam menghasilkan suatu produk. Beliau juga menekankan perlunya melibatkan permintaan negara terhadap produk pertanian dan kerajinan (manufaktur) sebagai faktor lain yang menciptakan permintaan.

Menjadi besar bukan karena mematikan kaum lemah, melainkan bahu membahu menciptakan pembaharuan pertanian agar perekonomian negara mampu berkembang. Negara menurut Ibn Khaldun, adalah pasar terbesar yang banyak menyerap beragam produk barang dan jasa tanpa banyak mengkalkulasi. Akan tetapi kenaikan harga dari berbagai produk pertanian tidak hanya dipengaruhi oleh kelangkaan biji padi-padian dan perlengkapan makanan, melainkan juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya produksi. Ibn Khaldun juga mengidentifikasi peran negara dan pengaruhnya terhadap tingkat harga melalui pajak yang diberlakukan. Ketika pemerintah memberlakukan pajak yang rendah pada pendapatan yang tinggi, kondisi ekonomi akan berkembang. Masyarakat akan secara aktif terlibat dalam bisnis dan kegiatan produktif lainnya.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

    RESTRUKTURISASI KEUANGAN PRIBADI DI TENGAH PANDEMI

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 742
    • 0Komentar

      “Semua kekecewaan harus dialirkan menjadi energi positif untuk bekerja lebih baik dan lebih keras lagi, sehingga berbagai prestasi yang lebih baik dan lebih tinggi bisa diraih,”ujar Sri Mulyani. Sepertinya ungkapan tersebut sangat relevan dengan keadaan sekarang. Di tengah pandemi covid-19 yang tak tahu menahu kapan berakhirnya ini, sehingga menyebabkan hampir seluruh sektor perekonomian terdampak […]

  • Easy Steps to Sign Up for Vavada in Croatia

    Easy Steps to Sign Up for Vavada in Croatia

    • calendar_month Sab, 10 Jun 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 382
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Simple Guide to Register for Vavada in Croatia To access the exciting world of online gaming, consider utilizing the platform available at vavada. The process to get started is straightforward and user-friendly. First, visit the official website and locate the sign-up section. You’ll […]

  • Bcgame Casino Customer Support – What to Expect

    Bcgame Casino Customer Support – What to Expect

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 306
    • 0Komentar

    When venturing into the online casino scene, customer support often becomes a crucial aspect of the overall experience. At Bcgame Casino, players can expect a variety of support options tailored to meet their needs. Whether you’re a seasoned player or just starting out, understanding the support structure can enhance your gaming journey. For details on […]

  • SPE 2020, Menelisik Ekonomi Kapitalis di Tengah Pandemi

    SPE 2020, Menelisik Ekonomi Kapitalis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 783
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE)  adalah agenda tahunan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumbya, acara kali ini dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Diikuti kurang lebih 35 mahasiswa dan berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 17 hingga 19 Juli 2020. Bertajuk Membangun Opini […]

  • Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

    Politik Pemerataan Ekonomi Ala Muhammad

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Hasil rekapitulasi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pendapatan perkapita rakyat Indonesia telah mencapai rata-rata 4.000 dolar AS per tahun. Sementara hasil survei Bank Pembangunan Asia cukup mencengangkan dengan mengungkapkan bahwa gap tingkat kesejahteraan antara orang kaya dan miskin di negeri ini semakin kentara. Hal ini ditunjukan dengan catatan Bank Pembangunan Asia yang menyatakan bahwa jumlah […]

  • LPM INVEST Resmi Terbitkan 4 Majalah Oikos

    LPM INVEST Resmi Terbitkan 4 Majalah Oikos

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam pers, Semoga pembaca setia produk LPM Invest terkhusus Majalah Oikos senantiasa dalam keadaan sehat. Aamiin. Pada Minggu (26/9/2021), Majalah Oikos Edisi 6, 7, 8, dan 9 telah terbit. Adapun dari keempat majalah tersebut mengangkat tema: Pertama, Sertifikasi Halal Wajib Tapi Tak Siap; Kedua, Warung Makan Etnik, Wujud Identitas Kultural dan Pergulatan […]

expand_less