Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Cegah Resesi, Pemerintah Racik Tiga Strategi

Cegah Resesi, Pemerintah Racik Tiga Strategi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
  • visibility 605
  • comment 0 komentar
Oleh: Nabila Baitul Izza

Oleh: Nabila Baitul Izza

Bukan rahasia umum lagi bahwa ekonomi dunia saat ini sedang mengalami kemerosotan. Bahkan beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah mengalami resesi. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri bagi Indonesia karena tetangganya sudah mengalami resesi terlebih dahulu. Dilansir dari cnbcindonesia.com, keadaan ekonomi Indonesia hampir mengalami resesi dan menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kita masih punya waktu sekitar satu bulan untuk menentukan arah ekonomi Indonesia.

Kuartal III tahun 2020, ekonomi Indonesia akan menentukan arah tujunya yaitu apakah resmi mengalami resesi atau justru pulih kembali. Sebagai warga negara Indonesia yang menjiwai rasa nasionalisme, tentu kita berharap arah ekonomi kedepan nantinya akan baik-baik saja atau bahkan cenderung mengalami peningkatan.

Definisi umum resesi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara atau wilayah selama enam bulanan berturut-turut, atau dua kuartal secara beruntun. Indikator yang dilihat selain PDB yaitu produk industri dan tingkat pengangguran.

Urutan sederhananya, ketika pandemi seperti saat ini adalah rumah tangga tidak bisa menghasilkan pendapatan secara maksimal lalu menurunkan daya belinya. Daya beli yang kurang mengakibatkan produksi dari sebuah rumah produksi mengalami kelesuan pula. Imbasnya, para pekerja dipotong gajinya bahkan sampai kehilangan kontrak kerjanya. Jika hal itu terus menerus terjadi, maka harga produk sekaligus pendapatan masyarakat mengalami penurunan dan PDB menjadi turun pula. Itulah sebab terjadinya resesi.

Langkah Pemerintah Indonesia untuk Menghindari Resesi

Mengutip dari cnnindonesia.com disebutkan bahwa Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebut kuartal ketiga yang akan berakhir pada September 2020 menjadi kunci bagi Indonesia terhindar dari ancaman resesi. Tiga strategi yang diterapkan untuk menghindari jurang resesi ekonomi diantaranya yaitu:  pertama, akselerasi eksekusi program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kedua, mendorong konsumsi pemerintah juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Ketiga, yakni mendorong konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah dengan mempercepat belanja bantuan sosial (bansos).

Pemerintah Indonesia cukup tanggap dalam menghindar dari resesi ekonomi nasional. Hal tersebut ditandai dengan cairnya bantuan kebutuhan pangan seperti beras, buah, kacang-kacangan, dan telur bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) konsisten setiap bulannya sejak beberapa bulan lalu. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat yang membutuhkan dan terdaftar sebagai penerima. BLT didistribusikan kepada masyarakat dalam rangka menyuntik perputaran ekonomi agar terus meroda.

Tidak hanya PKH dan BLT saja yang menjadi alternatif pemerintah untuk terus menggerakkan roda perekonomian. Baru-baru ini pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan insentif sebesar Rp. 600 ribu bagi karyawan yang bergaji di bawah 5 juta rupiah per-bulan dan yang memenuhi kriteria. Hingga hari ini, sebagian sudah mendapatkannya dan yang lainnya belum cair.

Program pemulihan ekonomi nasional adalah sebuah upaya pemerintah untuk menekan dampak Covid-19. Beberapa program yang berjalan paa bulan Agustus dapat dilangsir dari laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia diantaranya yakni dukungan UMKM sebesar Rp 32,5 T yang meliputi penempatan dana, pembiayaan insentif LPDB, subsidi bunga UMKM. Selain itu pemerintah juga memberikan Rp 16,6 T dana untuk insentif usaha yang meliputi PPh 21 DTP, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsungran PPh 25, pengembalian pendahuluan PPN, penurunan tarif PPh Badan.

Dari sisi kesehatan pemerintah menggelontorkan Rp 7,11 T untuk insentif kesehatan pusat dan daerah, santunan kematian, gugus tugas, insentif pajak kesehatan. Sedangkan dana Rp 86,5 T digunakan untuk program perlindungan sosial yang meliputi 10 Juta keluarga penerima PKH, 20 Juta keluarga penerima kartu sembako, 31,2 Juta rumah tangga penerima diskon listrik, 9 Juta keluarga penerima Bantuan Tunai non Jabodetabek, 1,9 Juta keluarga penerima Bansos Sembako Jabodetabek, 11 Juta keluarga penerima BLT Dana Desa, 5,6 Juta penerima Kartu Pra Kerja.

Adapun Rp 8,6 T untuk program Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang meliputi padat karya K/L, Dana Insentif Daerah (DID) pemulihan ekonomi, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Masyarakat Indonesia secara luas berharap agar semuanya kembali seperti sedia kala. Baik sektor ekonomi maupun kesehatan yang terpenting. Berharap roda ekonomi terus berjalan dan berkurangnya pengangguran. Selain itu supaya bantuan-bantuan yang dikeluarkan pemerintah untuk kesejahteraan di tengah pandemi bijak dimanfaatkan oleh penerimanya.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda Makin Asyik dengan Pesembahan Gamelan dan Sinden

    Wisuda Makin Asyik dengan Pesembahan Gamelan dan Sinden

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 709
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan wisuda periode Agustus kepada Sarjana (S1) yang ke-93, Magister (S2) yang ke-60, dan Doctor (S3) yang ke–36 pada Rabu, (21/08/2024) di gedung Auditorium II kampus 3. Para wisudawan saat memasuki auditorium II diiringi dengan hadrah. Acara ini diselenggarakan dengan meriah disertai dengan penampilan gamelan serta sinden […]

  • Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 514
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tari Sigeh Pengunten dari Lampung turut memeriahkan acara Seminar Nasional Akuntansi di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Tarian ini dibawakan oleh anggota organisasi daerah Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Lampung (KAMAPALA). Selasa, (22/10/2019). Menurut Mia Chandra Dewi, tarian Sigeh Pengunten ditampilkan untuk menyambut tamu dalam acara-acara tertentu. “Yang membedakan tarian ini dengan yang […]

  • Kajur ES; Maba ES Tersesat di Jurusan yang Tepat

    Kajur ES; Maba ES Tersesat di Jurusan yang Tepat

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 527
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Pengenalan jurusan menjadi materi terakhir dalam PBAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di hari kedua. Selasa, ( 22/08/17). Pengenalan jurusan dilakukan secara terpisah yang disampaikan oleh ketua jurusan masing-masing. Adapun pembagian tempat pengenalan jurusan meliputi; Akuntansi Syariah bertempat di sebelah utara auditorium 1 kampus 1, Perbankan syariah D3 dan S1 bertempat di lapangan tenis, […]

  • Narasi yang Hilang

    Narasi yang Hilang

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Oleh : Pena Merah Awalnya hanya sebuah narasi Tetap saja seharusnya menjadi narasi Entah kenapa akhirnya tak menjadi sebuah narasi? Eungkin narasi itu telah usang Ataukah mungkin narasi itu telah hilang?   Menarasikan kisah melalui tulisan itu penting ! Tapi mengapa sampai tak menjadi sebuah narasi ? Lalu kemana kelincahan jari-jariku yang biasanya membabibuta diatas […]

  • UIN Walisongo Bertandang Ke Tiga Negara

    UIN Walisongo Bertandang Ke Tiga Negara

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 5.336
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Project Implementing Unit (PIU) UIN Walisongo Semarang adakan Seminar hasil penelitian diluar negeri. Rabu, (22/10). Seminar yang diadakan di Hotel Patra Jasa ini dihadiri oleh doktor dari berbagai universitas di Semarang. Selain itu dosen dan mahasiswa UIN Walisongo juga turut mengikuti acara tersebut. Kampus yang telah konversi menjadi UIN ini, pasalnya mengadakan acara Doctoral […]

  • Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman […]

expand_less