Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » STRAIGHT NEWS » Peduli UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Digital Marketing

Peduli UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Sosialisasi Digital Marketing

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
  • visibility 748
  • comment 0 komentar
Masyarakat Desa Karangasem, Sayung, demak saat mengikuti sosialisasi digital marketing oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo, Minggu, (02/02/2020).

Masyarakat Desa Karangasem, Sayung, Demak saat mengikuti sosialisasi digital marketing oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo, Minggu, (02/02/2020).

lpminvest.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-9 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi digital marketing untuk peningkatan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Desa Karangasem, Sayung, Demak. Sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Karangasem ini diikuti oleh 25 peserta. Minggu, (02/02/2020).

Sosialisasi tersebut, kata Moh Ilham Afaf selaku Koordinator Desa tim KKN dikarenakan melihat peluang UMKM di Desa Karangasem yang sangat besar untuk bisa berkembang. Peluang tersebut bagi Afaf akan semakin besar jika dapat merambah ke digital marketing.

“Kami sudah sedikit membaca tentang (potensi) UMKM yang ada di Desa Karangasem, melihat peluang yang ada kami harap sosialisasi digital marketing ini cocok untuk perkembangan UMKM di sini,” terang Afaf.

Heri Setiawan, ahli digital marketing dan freelancer yang menjadi pembicara pada sosialisasi itu menjelaskan bahwa dalam berbisnis tidak harus sesuai hobi, tetapi lebih kepada menyediakan apa yang dibutuhkan pasar. Adapun agar jangkauan pasarnya bisa lebih luas maka penting untuk memasarkan produk lewat internet (digital marketing).

“Tidak salah orang memilih melakukan bisnis sesuai apa yang disukai dan menjadi hobi, tapi bagi saya lebih kepada bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan pasar sekalipun saya tidak menyukai produk itu, dan pasar tersebut bisa kita temukan di digital market,” jelas pria asal Kendal itu.

Di Desa Karangasem, Sayung, Demak kini sedikitnya telah ada 59 UMKM. Sekitar 25 diantaranya merupakan pengusaha kerupuk.

I’anatu Solihah, salah satu pelaku UMKM mengaku senang dengan diadakannya acara ini karena memberinya wawasan baru tentang marketing. “Saya senang adanya acara ini, bisa menambah wawasan tentang media sosial dan marketing. Tentu bisa memberi gambaran lebih banyak, semoga usaha kerupuk gendar saya bisa berkembang sesuai dengan yang diharapkan,” ucapnya. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Luka yang Berbicara

    Jejak Luka yang Berbicara

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Oleh : Selvina Idha Alifiani Rumah Sakit Saga Pariwana telah menjadi rumah keduaku selama enam tahun terakhir. Di sini, aku menjalani peranku sebagai seorang bidan dengan kemampuan yang tidak biasa. Namaku Difa, usiaku baru menginjak 29 tahun. Awalnya kukira kemampuan ini adalah kutukan, namun seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa ini adalah anugerah yang […]

  • Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen. Menurut Martius (2004), salah […]

  • Ubah Pencatatan Akuntansi Manual dengan Si Apik

    Ubah Pencatatan Akuntansi Manual dengan Si Apik

    • calendar_month Kam, 15 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 686
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syar’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengadakan Seminar Nasional (semnas) Akuntansi yang bertajuk “Digital Accounting dalam Revolusi Industri 4.0”. Kamis, (15/11/2018). Acara yang digelar di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa, khususnya jurusan akuntansi untuk […]

  • Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 745
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Karang Taruna “Karya Bhakti Patemon”  mengadakan kegiatan Camp Fest 2022 Karya Bhakti Patemon untuk pertama kalinya. KKN Reguler  Kelompok 50 UIN Walisongo Semarang ikut serta meramaikan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan diikuti pemuda-pemudi Karang Taruna Dusun Patemon yang bertempat  di lapangan Patemon selama dua hari Sabtu-Minggu ( 15-16/10/2022). Dalam acara malam pembukaan, dihadiri oleh Kepala […]

  • Untung Berlipat Berkat Car Free Day

    Untung Berlipat Berkat Car Free Day

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 853
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Banyak warga Semarang yang beraktifitas di Jalan Lingkar Simpang Lima Semarang menyambut acara yang hanya sekali dalam satu Minggu, Car Free Day. Mulai dari warga yang berolah raga hingga warga yang berjualan. Minggu, (7/3/2015). Tutik, memanfaatkan momen tersebut untuk mencari uang. Ia menjual dagangannya mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00 WIB. Setiap […]

  • Kesadaran Mahasiswa Tertib Parkir Minim

    Kesadaran Mahasiswa Tertib Parkir Minim

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 875
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelarangan parkir sepeda motor di sepanjang jalan samping Gedung L Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kurang diindahkan oleh mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan masih minimnya kesadaran mahasiswa dalam mematuhi peraturan untuk tertib parkir. “Itu kan sudah jelas, sudah ada papan pelarangannya. Kalau pinggir-pinggir jalannya penuh motor, saya mau buang sampah kan repot tho. Belum […]

expand_less