Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ESAI BUDAYA » Sedekah Bumi dan Tradisi Masyarakat Pati

Sedekah Bumi dan Tradisi Masyarakat Pati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 4.013
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani Kru LPM Invest 2017

Oleh: Dwi Ari Apriliani
Kru LPM Invest 2017

Tujuh Agustus adalah hari jadi Kabupaten Pati yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 2 Tahun 1994. Sebuah kabupaten dengan jargon Kridane Panembah Gebyaring Bumi ini memiliki makna bahwa dengan bekerja keras dan penuh doa kita gali bumi (Pati) untuk meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah.

Tentu saja dapat ditemukan berbagai profesi ketika mendatangi Kabupaten Pati. Ada  petani, nelayan, PNS, jurnalis, pedagang, bahkan paranormal pun menjadi sebuah profesi. Tak heran kalau kabupaten ini mendapat julukan ‘Kota Seribu Paranormal’ karena memang dapat dengan mudah menemukan paranormal (dukun) di sini. Tapi bukan berarti Pati menjadi tempat tujuan hanya ketika patah hati. Karena sudah bukan musimnya lagi cinta ditolak dukun bertindak.

Nah, yang sedang musim di Pati saat ini adalah sedekah bumi. Sedekah bumi atau bersih desa ialah tradisi yang rutin digelar setiap tahun. Tradisi ini diyakini masyarakat setempat mengandung unsur tuah dan kesakralan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Bentuk upacara untuk melangsungkan sedekah bumi juga berbeda-beda, biasanya hal ini dikenal dengan istilah mowo deso mowo coro (setiap desa memiliki cara atau adat sendiri-sendiri).

Kirab sedekah bumi masyarakat Pati. Sumber: google.co.id

Kirab sedekah bumi masyarakat Pati. Sumber: google.co.id

Selain beda cara, setiap desa juga memiliki tanggal berbeda untuk melangsungkan tradisi sedekah bumi. Misalnya Desa Mantingan Tengah Kecamatan Jakenan yang menggelar sedekah bumi setiap Kamis Kliwon bulan Apet. Sebelum hari Kamis, biasanya masyarakat memberikan nasi ke sanak saudara yang berbeda desa, atau lebih dikenal dengan istilah weweh. Poin menariknya, yang mendapat wewehan juga akan melakukan hal yang sama ketika desanya hendak melakukan acara sedekah bumi.

Suasana warga Desa Mantingan Tengah saat mengumpulkan nasi berkat. Sumber: Dokumentasi Lpm Invest

Suasana warga Desa Mantingan Tengah saat mengumpulkan nasi berkat. Sumber: Dokumentasi Lpm Invest

Masih dalam rangkaian sedekah bumi, pada Kamis Kliwon setelah salat isya masyarakat akan berbondong-bondong membawa nasi berkat untuk datang ke Punden. Punden adalah sebuah tempat penghormatan atas leluhur yang sudah meninggal. Di tempat ini masyarakat melangsungkan tahlilan dan doa bersama. Namun dengan catatan dalam ritual ini, nasi berkat harus dibawa atau diberikan kepada masyarakat yang bukan warga Mantingan Tengah.

Punden, yakni tempat penghormatan atas leluhur yang sudah meninggal di Desa Mantingan Tengah. Sumber: Dokumentasi Lpm Invest

Punden, yakni tempat penghormatan atas leluhur yang sudah meninggal di Desa Mantingan Tengah. Sumber: Dokumentasi Lpm Invest

Tidak berhenti di situ, kesenian masyarakat Jawa juga turut ditampilkan yakni wayang kulit dan tayuban. Dua kesenian ini wajib ada dalam rangkaian acara sedekah bumi, dimana wayang kulit akan dimainkan pada malam hari dan tayuban akan dimainkan esok harinya setelah zuhur.

Selama tradisi ini berlangsung, masyarakat yang terlibat tidak diperkenankan mengenakan baju berwarna hijau pupus. Kepercayaan yang cenderung mistis ini pun pernah sekali  dilanggar oleh kepala desa. Dampaknya, pohon beringin besar yang berada di Punden tiba-tiba jatuh dan banyak korban yang terluka.

Sayangnya, di era sekarang banyak remaja yang enggan nguri-nguri budaya jawa. Banyak juga remaja yang enggan tinggal dan bekerja di desa, padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan dari desa. Sejatinya, kekayaan dan keindahan alam, budaya dan tradisi desa adalah anugerah yang patut kita syukuri dan lestarikan. Wallahu a’lam bishawab.

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN MIT dari Rumah, Gelar Webinar sebagai Bentuk Edukasi Kesehatan

    KKN MIT dari Rumah, Gelar Webinar sebagai Bentuk Edukasi Kesehatan

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 836
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri  Inisiatif Terprogram dari Rumah Ke 10 posko 01 mengadakan  Seminar Online (Webinar) gratis untuk umum dengan mengusung tema Corona Menggila Apa Solusianya? Acara ini berlangsung via aplikasi layanan konferensi jarak jauh yaitu ZOOM. Rabu (01/07/2020) Webinar yang pertama kali diselenggarakan secara virtual ini, dihadiri kurang lebih 87 orang […]

  • Jadwal TOEFL dan IMKA Tabrakan dengan KKL Rugikan Mahasiswa

    Jadwal TOEFL dan IMKA Tabrakan dengan KKL Rugikan Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 24 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 673
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Ikhtibar Mi’yar al-Kafaah fii al-Lungah al-Arabiyyah (IMKA) serentak menimbulkan pertentangan dari mahasiswa. Pasalnya, jadwal tes yang telah tersusun lima bulan ke depan, yaitu sejak Mei sampai September mengalami percepatan jadwal oleh pihak Pusat Pengembangan Bahasa (PPB). Senin, (23/4/2018). Pengajuan jadwal tersebut terjadi setelah […]

  • Meski Terlambat, Rina Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    Meski Terlambat, Rina Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 893
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Selasa (8/11/2022) UIN Walisongo Semarang melepaskan 609 wisudawan dan wisudawati di Auditorium 2 Kampus 3 dengan Sidang Senat Terbuka. Rina Widiyanti wisudawati asal Pati berhasil menyandang predikat wisudawan terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mampu menggeser 47 wisudawan lainnya dengan perolehan IPK 3,94. Rina sempat mengalami keterlambatan dalam proses kelulusan. Selain […]

  • Di Balik Kenangan

    Di Balik Kenangan

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Oleh: Amimah Ulul Mualifah Aku sendiri juga tak mengetahuinya, Emak. Semua hal kemarin terbungkus dengan rapinya dalam memori. Seringkali terputar dengan sendirinya, Melintas di bayangan mataku. Bibirku jadi mengembang sepuluh senti. Kenangan. Aku suka mengenangnya. Terlebih Tentang mereka. Terlebih tentang dengannya dan mereka. Emak, apakah Tuhan memiliki mesin pengulang waktu? Hari-hari kemarin terasa begitu manis […]

  • Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

    • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 868
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lutfi Nur Fadillah adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Falak  Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) angkatan 2014 yang mengikuti prosesi wisuda ke-72. Bertempat di auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (7/03/2018). Lutfi sapaan akrabnya, sempat mendadak  viral di sosial media dikarenakan prestasinya yang mendapat IPK 3,94,  namun dirasa tidak mendapat pengakuan di […]

  • Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Minggu, (17/09/2023) Doah (53). Kala itu tengah rebahan sembari menonton televisi 16 inch di rumah kayunya di Dusun Timbulsloko, Sayung, Demak. Matanya tak bisa lepas dari drama di televisi tersebut yang menampilkan kemewahan sebuah kota. Hal itu kontras dengan kampungnya di Timbulsloko yang kini terancam tenggelam. Deburan ombak kecil ikut menemani Doah dalam fokusnya terdengar […]

expand_less