Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
  • visibility 586
  • comment 0 komentar
sumber: google.co

sumber: google.co

Oleh: Iswatun Ulia

Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa saling membutuhkan antar individu dalam memenuhi kebutuhannya, baik dalam rangka memenuhi kebutuhan pribadi atau golongan,  kebutuhan ekonomi maupun kebutuhan sosial. Mengingat bahwa manusia sebagai makhluk sosial dalam hidupnya selalu membutuhkan orang lain, tidak bisa hidup sendiri (zoon politicon).

Gotong royong menjadi ciri khas budaya masyarakat Indonesia. Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama atau menjalankan sesuatu secara bersama-sama. Dalam arti luas, gotong royong diartikan sebagai partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau permasalahan secara ikhlas tanpa mengharapkan suatu imbalan. Semangat gotong royong didalamnya memuat nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan kebersamaan dalam memecahkan masalah.

Gotong royong dalam implementasinya dibagi menjadi dua, yaitu gotong royong tolong menolong dan gotong royong dalam kerja bakti. Gotong royong tolong menolong ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat seperti membantu ketika ada warga yang memiliki hajatan, membantu warga dalam membuat fondasi rumah dan lain sebagainya. Sedangkan gotong royong kerja bakti dilakukan masyarakat pada saat melakukan agenda kebersihan lingkungan. Budaya gotong royong ini merupakan ciri masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan peduli terhadap kepentingan umum.

Namun saat ini, pengaruh globalisasi dan modernisasi  saat ini melahirkan corak kehidupan masyarakat yang sangat kompleks. Teknologi yang selalu mengalami pembaharuan turut serta dalam merubah pola kebiasaan dan budaya masyarakat. Perubahan budaya dapat ditimbulkan akibat terjadinya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru dan kontak dengan kebudayaan lain (Saebani: 2012).

Arus deras  globalisasi merubah kepribadian masyarakat menjadi lebih individualistik. Masyarakat saat ini lebih mementingkan nilai komersil dibanding kewajiban akan kepedulian sosial terhadap sesama warga masyarakat. Dalam praktik sederhananya, masyarakat akan terlibat dalam urusan masyarakat lain jika dirasa dapat memberikan manfaat atau keuntungan terhadap dirinya sendiri. Paradigma membantu orang lain tanpa pamrih saat ini telah berubah. Masyarakat akan bersedia membantu jika dirinya mendapatkan “upah” atau jika memang benar-benar dibutuhkan. Bahkan tak jarang pula masyarakat lebih mementingkan urusan pribadi diatas kepentingan golongan.

Pengaruh budaya Barat yang masuk ke Indonesia juga menjadi penyebab lunturnya semangat gotong royong. Masyarakat Indonesia menjadi konsumtif. Selain itu, materialisme saat ini telah menggantikan gotong royong sebagai alat kebersamaan. Misalnya, tidak hadir dalam rapat desa digantikan dengan uang, tidak bisa turut serta dalam penjagaan kampung (baca: siskamling) cukup membayar denda, tidak turut langsung dalam pembangunan fasilitas cukup memberi sumbangan. Hal tersebutlah yang menyebabkan semangat gotong royong semakin terdegradasi.

Bahkan, isu terorisme yang tengah menggerus kesatuan negara Indonesia saat ini juga tidak terlepas dari pergeseran nilai gotong royong dan kebersamaan. Hal ini disebabkan karena kurangya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi perubahan di lingkungan sekitar. Masyarakat menjadi tidak peka dan terlenakan akibat modernisasi. Padahal sejatinya, dalam gotong royong didalamnya juga memuat nilai-nilai toleransi.

Kehidupan masyarakat perkotaan dengan pergerakan hidup dinamis menuntut mereka selalu mengikuti gerak cepat perubahan, baik dari segi sosial, budaya maupun ekonomi. Gaya hidup masyarakat kota juga menjadikan mereka bersikap materialis dan individualis.  Berbeda dengan masyarakat desa yang masih  mengutamakan nilai-nilai kebersamaan. Sikap gotong royong ini telah melekat pada diri masyarakat pedesaan dan merupakan kebiasaan turun temurun dari nenek moyang.

Semangat melestarikan budaya di tengah percaturan peradaban dunia saat ini sudah seyogyanya menjadi penting dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kelangsungan kehidupan masyarakat tetap humanis. Semangat gotong royong antar masyarakat harus tetap dijaga, baik di lingkungan pedesaan maupun di perkotaan. Baik oleh masyarakat lokal maupun urban, mulai dari anak kecil bahkan dewasa. Semua masyarakat bertanggungjawab untuk mempertahankan nilai-nilai yang terdapat dalam gotong-royong. Karena sudah menjadi sunnatullah bahwa generasi penerus adalah mereka yang mampu menjaga generasi lainnya agar tetap beradab.

Wallahua’lambisshowab.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumbuhkan Wadah Sastra LPM Invest Luncurkan Vestologi Edisi Perdana

    Tumbuhkan Wadah Sastra LPM Invest Luncurkan Vestologi Edisi Perdana

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Vestlogi edisi perdana ini merupakan kumpulan karya sastra dan puisi dari para penulis muda. Bacaan dengan nuansa baru dari LPM Invest hadir untuk mewarnai dunia sastra. Setiap tulisan dalam majalah ini membawa pembaca pada berbagai kisah yang mengharukan, penuh refleksi, dan menyentuh hati. Dimulai dari cerita cinta tak sampai dalam “Nestapa Sang Pujaan” hingga narasi […]

  • Masih Kurang Meratanya Perbankan Syariah

    Masih Kurang Meratanya Perbankan Syariah

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Perbankan syariah/perbankan Islam suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan tuntunan syariah Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa selain perbankan banyak sekali sektor ekonomi dan sektor lainnya yang mungkin akan di targetkan oleh pejabat Indonesia terkait kinerja semua sektor yang berlahan-lahan akan mulai di giring ke jalur syariah. Seperti yang sudah kita lihat sekarang sedang […]

  • Ramai Tagar Dijebak UIN WS, Bentuk Kekecewaan terhadap Kampus Kemanusiaan Walisongo

    Ramai Tagar Dijebak UIN WS, Bentuk Kekecewaan terhadap Kampus Kemanusiaan Walisongo

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 417
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa (19/7/2022) jagat Twitter dihebohkan dengan tagar dijebak UINWS. Tagar ini terus ditulis oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang sebagai aksi protes atas turunnya Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 2138/Un.10.0/R.1/KM.02.05/06/2022 tentang Penetapan Penempatan Mahasiswa yang Diterima Melalui Jalur UM-PTKIN Tahun Akademik 2022/2023 pada Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang. Keputusan Rektor tersebut berisi […]

  • Pembukaan Tidak Sesuai Jadwal, Banyak Mahasiswa Baru Pingsan

    Pembukaan Tidak Sesuai Jadwal, Banyak Mahasiswa Baru Pingsan

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 244
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Banyak mahasiswa baru pingsan karena kelelahan saat menunggu upacara pembukaan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN Walisong. (Selasa,23/8/16). Pelaksanaan OPAK yang dijadwalkan pukul 07.00 Wib terjadi keterlambatan hingga pukul 09.00. Upacara pembukaan dilaksanakan di lapangan kampus 3 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Sebagaimana yang diklarifikasi Ketua Korps Suka Rela (KSR-red) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN Walisongo […]

  • Kesiapan Ekonomi Kreatif Menyongsong MEA

    Kesiapan Ekonomi Kreatif Menyongsong MEA

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Negara kita butuh keajaiban dalam rangka menyiapkan MEA (Masyarkat Ekonomi ASEAN), yang mau tidak mau, siap tidak siap harus dilAksanakan 2015. Pemerintah dalam hal ini kementrian yang terkait selalu mengumbar ke-optimisan mereka dalam menyongsong MEA, Perangkat dari berbagai kementrian sudah di siapkan jauh-jauh hari untuk menjalankan MEA pada 2015. Kebijakan-kebijkan ekspor-Impor, isu redenominasi dan berbagai […]

  • Perpanjangan PMB UIN Walisongo Semarang Memicu Ketidakpastian Pelaksanaan Paper Mob

    Perpanjangan PMB UIN Walisongo Semarang Memicu Ketidakpastian Pelaksanaan Paper Mob

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 353
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Paper Mob Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang sukses dilaksanakan pada hari pertama, Jum’at (9/8/2024). Paper Mob ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Selama persiapan tentu tidak berjalan mulus, terdapat kesulitan yang dihadapi oleh tim kreatif saat mempersiapkan Paper mob adalah adanya kemunduran dari pihak Universitas sehingga tidak […]

expand_less