Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » 9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2017
  • visibility 264
  • comment 0 komentar

Oleh: Dziyaul L. Tamrin

Alumni Lembaga Pers Mahasiswa Invest

“Black represents the gloom of this country in terms of human rights. The umbrella carries the message that our right to stage this rally is protected by the Constitution,” Said Commission for Missing Persons and Victims of Violence member Yati Andriani.

Banyak negara yang mempunyai rekam jejak buruk menyoal penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada masa lalu, misalnya, Afrika Selatan, Jerman, Argentina dan Korea Selatan. Termasuk Indonesia. Berbeda dengan negara-negara lain yang berani mengakui, menuntaskan dan melakukan rekonsiliasi terhadap kejahatan kemanusiaan, namun di Indonesia sepertinya belum mengalami perubahan yang berarti. Terdapat banyak kasus yang terabaikan, belum tuntas bahkan masih mandeg di Kejaksaan dan tidak ditindaklanjuti. Akhirnya upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM mengambang.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1965-1966 dan tahun-tahun sesudahnya merupakan catatan hitam sejarah bangsa Indonesia. Kebenaran mengenai tragedi kejahatan kemanusiaan pada kepemimpinan Orde Baru tersebut tidak pernah terungkap. Meliputi jumlah korban yang dibunuh ataupun penghilangan orang secara paksa (forced diseppearance). Beberapa sumber menyatakan berkisar 300 ribu sampai 2,5 juta jiwa terbunuh dan hilang.

Berbagai peristiwa kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada saat itu merupakan dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pada umumnya, hal tersebut dialami oleh orang-orang yang dianggap memiliki ideologi komunis dan dianggap melawan kebijakan pemerintah. Kemudian ada semacam kebijakan pemerintah yang mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan aksi kekerasan terhadap orang-orang yang dituduh komunis dan pembangkang pemerintah.

Para korban yang selamat dan keluarganya juga tidak luput dari pelanggaran HAM. Selain dirugikan dalam bentuk materil, mereka juga mengalami tindakan diskriminatif meliputi pelanggaran hak-hak sipil, politik, sosial dan budaya. Paling menyedihkan lagi yakni mereka mengalami penderitaan psikologis secara turun temurun hingga sekarang.

Keadaan ini yang mendasari berdirinya Aksi Kamisan didepan istana Negara yang dipelopori oleh para korban,  keluarga dan pejuang HAM. Aksi yang dimulai sejak 18 januari 2007 silam merupakan wujud perjuangan dan konsistensi korban untuk memperoleh keadilan. Menagih janji-janji pemerintah untuk menguak dan mengadili pelaku kasus-kasus kejahatan kemanusiaan.

Aksi Kamisan pada mulanya terinspirasi oleh aksi yang dilakukan oleh ibu-ibu di Plaza D  e Mayo Argentina yang menuntut agar pemerintah mengembalikan suami dan anak mereka yang diculik oleh junta militer. Aksi ini dilakukan setiap hari Kamis dijantung ibu kota Argentina. Selama 30 tahun lebih mereka berdiri dan meneriakkan tuntutan yang serupa.

Sejarah mencatat bahwa Aksi Kamisan tidak terlepas dari aktor penggeraknya yaitu Suciwati Munir, Sumarsih dan Bedjo Untung bersama keluarga korban lainnya yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Keluarga Korban (JSKK). Anggota  dari JSKK meliputi korban penembakan di Universitas Atmajaya dan Trisakti, korban kerusuhan Mei 98, korban tragedi kemanusiaan  tahun 1965-1966, korban pembunuhan Munir serta korban penculikan aktivis mahasiswa. Mereka seolah tidak pernah lelah dan putus harapan untuk tetap memperjuangkan keadilan bagi keluarganya yang belum ditemukan dan diketahui keberadaannya. Semua orang tidak pernah menyangka aksi ini akan bertahan sampai bertahun-tahun.

Ditengah keran demokratisasi yang dibuka selebar-lebarnya memberikan angin segar bagi civil society untuk melakukan aksi protes seperti Aksi Kamisan. Meskipun begitu, aksi yang dilakukan setiap hari kamis sore dengan menggunakan payung hitam, baju serba hitam dan atribut aksi lainnya sampai saat ini belum banyak mengalami perubahan.

 9 tahun sudah Aksi Kamisan menjadi sebuah institusi bagi korban untuk mengharap keadilan. Aksi Kamisan sebagai gerakan kolektif yang juga berusaha untuk memelihara ingatan masyarakat agar terus mengingat pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Negara belum juga selesai hingga sekarang. Sehingga pelanggaran-pelanggaran HAM masa lalu tidak akan terulang kembali.

Masa pemerintahan presiden Jokowi yang digadang-gadang sebagai presiden pilihan rakyat tidak jauh berbeda dengan presiden sebelumnya. Presiden Jokowi bahkan berjanji akan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang dituangkan dalam Nawacita, namun pada kenyataannya belum dijalankan sebagaimana mestinya. Janji sekedar janji, pemerintah seolah saling lempar bola terkait dengan kewenangan penyelesaian kasus-kasus tersebut.

Berkali-kali hasil laporan dari Komnas HAM dibahas dan berkali-kali pula laporan ini mengalami penundaan pengambilan keputusan akibat sidang paripurna meminta tim untuk memperbaiki kualitas laporan dan alasan yang bias. Dan lagi-lagi, kasus demi kasus masih tertunda dan belum terselesaikan.

Dalam penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu terdapat dua langkah yang bisa ditempuh yakni, langkah hukum dan langkah politik. Langkah hukum dapat dilakukan dengan cara menindaklanjuti setiap laporan penyelidikan komnas HAM dalam ranah penyidikan, penuntutan dan pengadilan. Hal ini tentu membutuhkan rekomendasi dari DPR selaku lembaga politik dan turut menerbitkan Keputusan Presiden tentang pembentukan pengadilan HAM ad hoc.

Langkah kedua adalah langkah politik yang dapat dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk menuntaskan pelanggaran HAM secara komprehensif. Hal tersebut dapat berupa permintaan maaf, dapat pula dengan mencabut perundangan diskriminatif terhadap korban dan keluarga ataupun dengan mengungkapkan kebenaran sejarah. Paling penting lagi yaitu memperbaiki keadaan korban dan keluarga dengan pemberian rehabilitasi, restitusi dan kompensasi.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Tanam Pohon di Ungaran

    Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Tanam Pohon di Ungaran

    • calendar_month Rab, 18 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 160
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Merasa perihatin dengan keadaan alam, terutama lingkungan sekitarnya, Mahasiswa KKN Dari Rumah UIN Walisongo Semarang melaksanakan Tanam Pohon. Minggu, (15/11/2020). Tanam pohon yang dilaksanakan di Desa Jatirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang ini dilaksanakan oleh Aulia Hidayatul Chusna, Mahasiswi Psikologi UIN Walisongo yang sedang menjalankan KKN dari Rumah UIN Walisongo Semarang 2020. Ia menuturkan, kampanye […]

  • Motivasi dan Dukungan Orang Tua Antarkan Zeva dan Ahmad Jadi Wisudawan Terbaik

    Motivasi dan Dukungan Orang Tua Antarkan Zeva dan Ahmad Jadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 362
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara wisuda periode November Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo resmi diselenggarakan pada Sabtu (1/11/2025). Dua nama wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam jurusan Ekonomi Syariah terpilih sebagai wisudawan terbaik pada periode ini. Mereka adalah Zeva Ega Sekarrisma, lulusan S1 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89, dan Ahmad Senja Saputra, lulusan S2 dengan IPK […]

  • Pasca PBAK: Ekspo Beasiswa dan Welcoming Party untuk Sambut Mahasiswa Baru FEBI 2024

    Pasca PBAK: Ekspo Beasiswa dan Welcoming Party untuk Sambut Mahasiswa Baru FEBI 2024

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 167
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Welcoming party merupakan acara pasca PBAK yang diadakan DEMA FEBI UIN Walisongo yang berlangsung sangat meriah untuk menutup rangkaian kegiatan PBAK Fakultas. Acara ini dilaksanakan pada Senin, (12/08/2024) di lapangan utama FEBI UIN Walisongo. Rangkaian acara pasca PBAK ini meliputi expo beasiswa, diantaranya dimeriahkan oleh GENBI, BSI Scholarship, Djarum Beasiswa Plus, Bidikmisi KIP, dan […]

  • Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 139
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orasi aksi merupakan salah satu cabang perlombaan yang dipertandingkan di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Orasi aksi diselenggarakan di depan perpustakaan pusat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (21/9/2018). Pilihan tema yang diangkat pada orasi aksi yaitu lingkungan, korupsi, dan pendidikan. Adapun jumlah masa yang disepakati untuk menyampaikan satu […]

  • Bakti Mahasiswa Bidikmisi UIN Walisongo, Tanam 300 Pohon

    Bakti Mahasiswa Bidikmisi UIN Walisongo, Tanam 300 Pohon

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bakti Mahasiswa Bidikmisi untuk Hijau Kampusku UIN Walisongo ialah tajuk agenda pananaman 300 pohon buah. Kegiatan diikuti oleh 263 mahasiswa bidikmisi angkatan 2019 yang terdiri dari delapan fakultas. Area penanaman pohon yakni di sekitar gedung Rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo Semarang (ISDB). Jumat (6/12/2019). “Kegiatan ini sangat monumental untuk masa depan, karena pohon […]

  • Orasi Aksi Dipertandingkan Hari Ini, Berikut Para Pemenangnya

    Orasi Aksi Dipertandingkan Hari Ini, Berikut Para Pemenangnya

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 198
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Orasi aksi merupakan salah satu cabang perlombaan yang dipertandingkan di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) 2019. Orasi Aksi diselenggarakan di samping Kantor Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. Rabu, (18/9/2019). Dari cabang perlombaan orasi aksi sektor putri, juara satu berhasil diraih oleh Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK). Juara dua […]

expand_less