Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 868
  • comment 0 komentar

Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  bukanlah langkah berani dalam pengelolaan keuangan negara melainkan tindakan ceroboh yang dapat menimbulkan dampak ekonomi jangka panjang.

Mengapa saya berpendapat demikian? Mari kita lihat faktanya.

Pertama, kelas menengah adalah motor utama konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jumlah kelas menengah menyusut sementara kelompok “menuju kelas menengah”  membengkak. Artinya banyak orang yang dulunya mapan kini turun kasta. Mereka bukan orang miskin yang mendapat bansos tetapi mereka juga bukan konglomerat yang menikmati Tax Holiday (pembebasan pajak). Mereka adalah kelompok yang menanggung beban hidup sendirian.

Kedua, kebijakan fiskal kita belakangan ini terasa tidak peka terhadap realitas ini. Kenaikan PPN menjadi 12% (jika diterapkan atau sedang berjalan) ditambah dengan wacana iuran-iuran baru (seperti Tapera atau asuransi wajib) merupakan pukulan telak. Logikanya sederhana ketika pendapatan yang bisa dibelanjakan  tergerus oleh pajak dan inflasi harga pangan masyarakat akan menahan belanja.

Contoh nyatanya sudah terlihat di depan mata. Lihatlah sepinya pusat perbelanjaan di kota-kota besar atau fenomena “makan tabungan” (mantab) yang tercermin dari penurunan rasio tabungan masyarakat di perbankan. Ketika kelas menengah berhenti belanja kopi, berhenti membeli baju baru, atau menunda ganti kendaraan, dampaknya langsung menghantam sektor riil. UMKM kehilangan pelanggan, pabrik mengurangi produksi, dan ujung-ujungnya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini adalah lingkaran setan yang diciptakan oleh kebijakan yang terlalu fokus pada angka penerimaan negara tetapi lupa pada subjek pembayar pajaknya.

Tentu saya memahami bahwa negara butuh dana untuk pembangunan dan membayar utang. Argumen pemerintah bahwa “pajak adalah gotong royong” memiliki dasar yang valid. Pembangunan infrastruktur dan hilirisasi memang membutuhkan biaya besar. Namun memeras spons yang sudah kering tidak akan menghasilkan air. Memaksakan pungutan tinggi di saat ekonomi lesu justru kontraproduktif karena akan mematikan daya beli yang menjadi basis penerimaan pajak itu sendiri.

Oleh karena itu pemerintah harus mengubah haluan. Solusinya bukan dengan menambah beban melainkan memberikan insentif. Pertama tunda atau batalkan kenaikan tarif PPN dan pajak konsumsi lainnya sampai indikator daya beli membaik secara signifikan. Kedua fokuskan anggaran pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak, karena sektor informal yang mendominasi saat ini tidak memberikan kepastian pendapatan. Ketiga kendalikan harga pangan dengan serius karena inilah pengeluaran terbesar masyarakat.

[Pengurus Invest Periode 25/26]

  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beberkan Tips Produk Laku di Pasaran untuk UMKM

    Beberkan Tips Produk Laku di Pasaran untuk UMKM

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Menjadi pelaku UMKM harus banyak belajar ilmu dalam memasarkan suatu produk. Bagaimana cara marketing yang baik agar pasar dari produk kita semakin luas. Termasuk dalam packaging produk dimana yang diutamakan adalah keamanannya, agar produk bisa tahan lama dan menarik jika dilihat,” paparan Khairul Anwar narasumber dalam seminar yang diadakan oleh Tim  KKN Mandiri Inisiatif […]

  • Konflik Urut Sewu; Tindakan Anarkis TNI-AD Terhadap Petani

    Konflik Urut Sewu; Tindakan Anarkis TNI-AD Terhadap Petani

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Kebumen merupakan nama yang berasal dari kata kabumian yang artinya adalah tempat Kyai Bumi. Secara geografis Kabupaten Kebumen Jawa Tengah terletak pada 7°27′- 7°50′ Lintang Selatan dan 109°22′-109°50′ Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di bagian pesisir pantai selatan […]

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 789
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • Kandidat Pemimpin Mahasiswa Optimis Menghidupkan Kegiatan UKM

    Kandidat Pemimpin Mahasiswa Optimis Menghidupkan Kegiatan UKM

    • calendar_month Jum, 23 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 613
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Paradigma mahasiswa menjadi masalah yang menarik untuk diperdebatkan para kandidat Dewan Mahasiawa (Dema) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) di gedung Laboratorium Dakwah (Labda). Jumat, (23/12/16). Banyaknya acara yang diselenggarakan oleh lembaga intra kampus baik Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) acap […]

  • Waspada Virus Covid-19, FEBI Batal Kirim Mahasiswa KKL Malaysia-Singapura

    Waspada Virus Covid-19, FEBI Batal Kirim Mahasiswa KKL Malaysia-Singapura

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 838
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 13/2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, Serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama membuat Imam Taufiq Rektor UIN Walisongo menutup akses Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Luar Negeri. Jumat, (13/3/2020). “Dengan mempertimbangkan kondisi yang tidak kondusif akibat penyebaran virus corona hampir di seluruh […]

  • Korupsi dan Upaya Penanganannya di Indonesia

    Korupsi dan Upaya Penanganannya di Indonesia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    Oleh: Jahfal Bachist Dalam kehidupan bernegara, korupsi telah menjadi ancaman serius yang menggerogoti berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio dengan kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, atau menyimpang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi didefinisikan sebagai penggelapan atau penyalahgunaan dana negara dan perusahaan untuk kepentingan pribadi atau […]

expand_less