Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

Dampak Media Sosial Terhadap Persepsi Diri : Antara Kenyataan dan Ekspetasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • visibility 1.143
  • comment 0 komentar

Oleh: Tsalis Mazidatul Khoir

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), dan Facebook kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat bagi penggunanya untuk berbagi cerita, pengalaman, dan bahkan lifestyle mereka. Beragam hal yang kerap disebarluaskan melalui media sosial biasanya berupa hal-hal menyenangkan. Sehingga, dibalik keindahan yang seringkali diperlihatkan, tersimpan tekanan yang dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sebenarnya, bagaimana cara media sosial membentuk persepsi diri pada tiap individu? Apakah pengaruhnya lebih cenderung positif atau negatif?

Persepsi diri adalah cara seseorang menilai dan memahami dirinya sendiri. Hal ini mencakup penilaian terhadap citra tubuh, kemampuan, dan nilai diri. Di era digital, persepsi diri seringkali dipengaruhi oleh berbagai hal yang kita konsumsi dari media sosial. Pencapaian tiap orang yang terpampang melalui gadget mampu berimbas pada bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Ketika melihat unggahan yang menampilkan kehidupan sempurna, secara naluri kita akan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Sumber: RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro

Pengaruh penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu munculnya perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Fenomena tersebut dikenal sebagai social comparison atau perbandingan sosial, yang terjadi ketika seseorang membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan ini akan berdampak negatif terhadap cara kita memandang diri sendiri. Salah satu dampak yang sering muncul adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Ketika kita terus-menerus melihat kesempurnaan orang lain kemudian membandingkan kepada diri sendiri, kita akan cenderung merasa sangat kurang. Hal ini mampu mengurangi kepercayaan diri yang akhirnya memunculkan perasaan kurang bahagia.

Dampak lainnya yaitu ketergantungan pada validasi eksternal. Kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan jumlah like, komentar, dan pengikut di media sosial. Ketergantungan pada validasi semacam ini dapat menyebabkan seseorang menginginkan banyak perhatian, dan sering merasa tidak cukup jika tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan. Selain itu, media sosial menjadikan kita tidak realistis terhadap citra tubuh. Ini dikarenakan kita yang selalu ingin terlihat sempurna dan kurang puas dengan kekuatan diri kita yang sebenarnya. Contoh sederhananya, banyak pengguna media sosial yang menggunakan filter dan teknik pengeditan untuk menampilkan bentuk diri yang sempurna dan disukai banyak orang. Akibatnya, standar kecantikan menjadi tidak realistis, dan hal ini menimbulkan rasa tertekan bagi seseorang untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Adanya ketergantungan dari validasi juga berhubungan dengan fenomena FOMO (Fear of Missing Out), hal ini menjadikan masalah. Media sosial sering kali menyajikan aktivitas kehidupan yang seru dan menyenangkan, menampilkan trend terkini yang terus menerus berganti. Cepatnya perubahan trend dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan dapat terjadi beberapa hari saja. Sehingga, ketika seseorang tidak mampu mengikuti pengalaman serupa dapat memunculkan rasa khawatir berlebih apabila tertinggal trend. FOMO yang terus dirasakan seseorang lama-kelamaan bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Oleh karena itu, perlunya memiliki kemampuan mengendalikan diri yang baik dalam menggunakan media sosial. Sehingga media sosial tidak lagi berimbas negatif, justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan persepsi diri. Lalu, apa saja dampak positif yang bisa kita rasakan?

1. Inspirasi dan Motivasi

Hal ini ketika terdapat pengguna media sosial rutin membagikan experience tentang bagaimana perjuangan mereka dan tujuan yang berhasil mereka capai sampai saat ini. Konten semacam itu bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengguna lain serta memberikan motivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan mereka.

2. Ajang menunjukkan identitas

Media sosial mampu memberikan kita ruang, bahkan peluang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri. Bukan cuma berbagai pengalaman hidup, pegiat media sosial dapat saling share mengenai minat, hobi, bahkan mimpi-mimpi yang mereka inginkan. Dengan demikian, tiap individu akan mampu membangun identitasnya secara lebih jelas.

3. Dukungan komunitas

Media sosial memungkinkan penggunanya menemukan komunitas yang memiliki minat ataupun pengalaman serupa. Kesamaan dalam komunitas dapat membangun keterikatan emosional antar anggotanya, ini bisa menjadikan pengguna media sosial memiliki dukungan emosional bagi diri mereka.

Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri memang tidak bisa dianggap remeh. Untuk meminimalisir dampak negatifnya, kita perlu mengatur penggunaan media sosial dengan bijak. Pertama, dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial agar tidak terjebak dalam dunia virtual dan hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus pada kehidupan nyata. Selanjutnya, pilihlah akun-akun yang menginspirasi dan memotivasi, serta hindari konten-konten yang bersifat toxic karena bisa membuat kita merasa lebih buruk. Dan sadarilah bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan terpaku pada kesempurnaan yang tampak, karena setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing.

Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan menghargai diri sendiri. Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak ditentukan oleh jumlah likes atau komentar. Serta keberhargaan diri juga tidak ditentukan oleh opini orang lain. Kita tidak boleh membiarkan hal-hal negatif mendikte nilai diri kita. Bahkan harus diingat, bahwa kehidupan nyata jauh lebih berharga dari yang ditampakkan di layar media sosial. Jika media sosial dikelola dengan tepat maka bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan diri, bukan malah merusaknya.

[ Pengurus Invest BPH Periode 24/25 ]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana EIDONATION HMJ EI; Bentuk Kepedulian terhadap UMKM

    Dana EIDONATION HMJ EI; Bentuk Kepedulian terhadap UMKM

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 789
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tujuan EI Goes To Village ialah menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ini diselenggarakan di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Sabtu, (16/11/2019). “Kami menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk menunjang produktivitas pelaku UMKM […]

  • Racana Walisongo Melantik 24 Pengurus Harian

    Racana Walisongo Melantik 24 Pengurus Harian

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Pramuka Pandega yang dihimpun di gugusdepan (gudep-red) dalam satuan yang disebut Racana di UIN Walisongo, melaksakan pelantikan kepengurusan baru masa bakti 2016. Jumat, (15/01/2016). Acara yang dilaksanakan di Aula gedung Q lantai 2 kampus 2 UIN Walisongo Semarang ini dihadiri oleh Fauzin, Lift Ma’sunah, serta Suwanto sebagai Pembina Racana Walisongo Semarang. Pelantikan ini diharapkan mampu membuat […]

  • Webinar Daring KKN RdR Kelompok 6 UIN Walisongo; Tingkatkan Literasi Financial Planning

    Webinar Daring KKN RdR Kelompok 6 UIN Walisongo; Tingkatkan Literasi Financial Planning

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 811
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 77 adakan webinar daring Financial Planning dengan tajuk “Uang Habis Sebelum Tanggal 1? Kenapa Nggak Financial Planning Aja.” Menggandeng Lembaga Investor Saham Pemula (ISP Semarang) pada Minggu, (7/11/2021), webinar bertujuan untuk meningkatkan literasi tentang financial planning. Memanfaatkan platform Zoom, kegiatan berjalan dengan baik. […]

  • SEMA FEBI Rutin Gelar Musyawarah Besar Guna Bangun Sinergi Antar-organisasi

    SEMA FEBI Rutin Gelar Musyawarah Besar Guna Bangun Sinergi Antar-organisasi

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 950
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin, 12/42021 Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang adakan musyawarah besar pengesahan program kerja lembaga kemahasiswaan periode 2021. Bertempat di Gedung Teater ISdB lantai 3 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, acara ini bertajuk Elaborasi Organisasi Intra Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dalam Menciptakan Sinergitas Antar-lembaga […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 767
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

  • Semnas KOBI; Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Berbisnis dan Berwirausaha

    Semnas KOBI; Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Berbisnis dan Berwirausaha

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 630
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam berwirausaha yang dimulai sejak perkuliahan merupakan salah satu modal bagi seseorang yang ingin berwirausaha atau menjadi pebisnis. Kemampuan berwirausaha bisa dipengaruhi oleh bakat. Namun, bisa juga melalui pengalaman atau pelatihan terkait kewirausahaan.   Untuk itu, Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) mengadakan Seminar Nasional Kewirausahaan dengan tema […]

expand_less