Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
  • visibility 706
  • comment 0 komentar

Sumber: Pinterest

“Om, kapan-kapan main lagi yuk.”

“Kalau Om sedih ke halaman aja, tiap sore kita main di sana.”

“Kita pulang dulu ya, Om.”

Aku melambai ringan membalas tiga anak yang sekarang berpamitan itu. Raut bahagia tercetak jelas di wajah mereka, bahkan menular sesaat padaku. Ternyata mereka tinggal di lantai yang berbeda, untuk itu aku membiarkan ketiga anak itu naik lift lebih dulu.

Sepeninggal mereka, aku kembali ke diriku yang lelah. Bahuku melemas turun digantikan dengan helaan napas lelah yang bercampur dengan rasa menggigil. Aku lapar, tapi tidak mungkin memesan makanan di saat hujan masih selebat ini. Meratapi nasib yang kembali sadar bahwa diriku menganggur sekarang, sepertinya aku harus menghabiskan waktu sendiri untuk sementara waktu.

Pikirku, setelah mandi aku akan langsung tidur atau paling tidak menunggu hujan reda agar bisa memesan makanan. Namun apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan. Harum masakan yang menyengat indera penciuman benar-benar membuatku melangkah tergesa ke dapur.

“Dee?” panggilku tak yakin pada sosok perempuan yang mengenakan apron membelakangiku. Tak ada siapapun yang tahu sandi apartemenku kecuali aku sendiri, Mama dan Derana, sahabatku.

“Hei, habis hujan-hujanan ya?” tanya Derana sambil tersenyum manis. Aku tertegun sebentar melihatnya. Agak tidak yakin dengan kehadirannya yang super mendadak. Tak bisa dipungkiri bahwa aku juga senang karena secara tak langsung kehadirannya berhasil mencegahku kelaparan malam ini.

“Iya,” jawabku setelah jeda cukup lama.

“Pantesan kok tumben mandi sore. By the way, aku udah lihat.”

“Lihat apa?”

“Itu, surat yang kamu remas sampe bentuknya kaya bola.”

Pandanganku spontan tertuju pada gumpalan kertas yang aku masukkan pada tas koper tadi. Sekarang koper itu telah terbuka karena sebelum mandi tadi aku sempat memastikan bahwa dokumen di dalamnya selamat. Beruntung tak ada jejak basah.

“Oh itu,” aku mangut-mangut. “Menurut kamu gimana?”

“Hm…berita buruk kalau didengar sama orang tua kamu. Tapi buat aku, itu bukan sesuatu yang buruk. Namanya juga hidup.”

Baca juga: CERPEN: Cahaya di Tengah Mendung Part 1

Aku sudah menduga jawaban itu. Singkat dan terlalu sederhana, khas Derana sekali. Sudah 10 tahun aku mengenal perempuan itu dan tak ada yang berubah darinya. Mulai dari pola pikirnya yang sederhana, tak suka basa-basi dan segala tingkahnya yang tak terduga. Harusnya aku tidak terkejut dengan balasannya barusan, namun karena hari-hariku yang berjalan buruk, suasana hatiku langsung memburuk.

“Oh,” jawabku singkat. Derana tersenyum menanggapi jawabanku.

“Just a bad day, not a bad life,” sambung Derana sebelum aku sempat berpaling. “Kalau aku bilang itu cuma kerjaan, ya emang karena aku nggak tau seberapa berharganya pekerjaan itu buat kamu. Tapi Jen, kamu pasti pernah denger, sesuatu yang kamu anggap buruk itu nggak sepenuhnya buruk kok. Pasti bakal ada kejutan dibaliknya.” Sembari menuang sup ayam ke mangkuk ia melanjutkan. “Aku yakin bakal ada sesuatu buat kamu setelah ini, Jen.”

“Oh ya?” balasku tak tertarik.

“Aku lihat kamu main sama anak-anak di bawah tadi,” ujar Derana tiba-tiba. “Dan kamu kelihatan seneng banget. Kamu tertawa sama mereka seolah nggak punya beba. Aku jadi bisa ambil kesimpulan dari sana. ” ujarnya lagi membuatku menoleh bingung.

“Maksudnya?”

Derana menatapku. “Kamu itu berharga, Jen.”

Aku terdiam.

“Meskipun aku nggak tau pasti asal usul kalian bisa main seseru itu, pasti mereka bilang sesuatu sebelum ngajak kamu main.”

Wajah datar tanpa antusiasmeku berubah masam sedetik kemudian. Seketika teringat pada salah satu anak yang memanggilku ‘Om’ tadi. “Mereka manggil aku pakai Om. Emang aku kelihatan setua itu sampai dipanggil Om?”

Derana memutar bola mata. “Bukan itu maksud aku, tapi…mereka pasti minta tolong ke kamu ‘kan sebelum kalian main?”

“Oh. Iya sih.”

“Nah itu, sekarang kamu paham?” Perempuan itu memandangku lekat sampai aku menahan napas tanpa sadar. “Mungkin pekerjaan ini begitu berarti buat kamu dan rasa-rasanya kamu lagi nggak pengen ngapa-ngapain sekarang setelah dipecat. Tapi Jen, terkadang kamu butuh suatu hal baru yang bisa bikin diri kamu terus berkembang. Bisa aja ‘kan dengan kamu dipecat, ada perusahaan lain yang lebih besar dan lebih butuh jasa kamu. Kamu itu berharga jika ada di lingkungan yang tepat. Contohnya kaya anak-anak tadi yang butuh kamu walau sebatas dimintai tolong buat ikutan main bola tapi kehadiran kamu itu seolah pelengkap buat mereka.”

Aku diam. Tidak mengangguk, tidak juga menggeleng. Hanya memandang Derana lekat sampai perempuan itu lelah sendiri. Terlihat dari dengusan napasnya disusul tamparan keras di lenganku.

“Di umurmu yang sekarang, harusnya aku nggak usah repot-repot jelasin sampai mendetail, ‘kan?”

Akhirnya aku hanya meringis kikuk. “Iya, ngerti. Makasih.”

“Oke sip, sekarang makan. Ini pakai resep dari Mama kamu.” Senyum cantik itu akhirnya terlihat kembali dilengkapi dengan sodoran mangkuk sup yang sudah dilengkapi dengan nasi. “Kamu udah jalani hari-hari yang berat dan you did well, Jenandra. Apapun yang kamu lakuin, kamu selalu baik di mata aku.”

Aku tersenyum tanpa suara membalasnya. Ucapan darinya itu, kebanyakan aku balas hanya dengan senyuman, dan Derana tidak banyak protes. Perempuan itu memahamiku, aku tahu. Sayangnya aku belum cukup memahaminya hingga menyebabkannya berpaling. Cincin yang melingkar di jari manis kirinya telah menjawab semuanya.

Perhatian Derana memang milikku sekarang, namun beberapa tahun lagi aku akan kehilangannya.

***

Selesai

Oleh: Alfina Winda

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video Jokowi Hampir Capai Satu Juta Viewer

    Video Jokowi Hampir Capai Satu Juta Viewer

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 826
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menjadi viral di youtube. Pasalnya presiden ke-7 Indonesia ini mengunggah video tanya jawab atau lebih popular disebut QnA Video. Hal ini dilakukan guna memberikan media kepada netizen untuk bertanya langsung kepada Presiden melalui laman facebook. Kesempatan bertanya diberikan kepada anak muda berusia 13-20 tahun dalam bentuk video youtube yang […]

  • Enterpreneurship Santri; Mindset Baru Kaum Santri

    Enterpreneurship Santri; Mindset Baru Kaum Santri

    • calendar_month Ming, 10 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 811
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Santri biasanya selalu diidentikkan dengan hal-hal yang berbau agama saja. Namun melalui seminar nasional (semnas) bertajuk Enterpreneurship Santri, Ikatan Mahasiswa Roudhotul Ulum (IKAMARU) Cabang Semarang memberikan mindset baru terkait peranan santri dalam bidang ekonomi. Semnas tersebut bertempat di DPW PPP Mangkang. Jumat, (09/12/2017). “Di zaman yang semakin modern saat ini, banyak orang kesulitan mencari […]

  • Kedua Kalinya, EBI Sport Adakan Turnamen Futsal

    Kedua Kalinya, EBI Sport Adakan Turnamen Futsal

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 764
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EBI Sport Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Walisongo untuk kedua kalinya mengadakan event turnamen futsal FEBI CUP. Turnamen futsal ini diselenggarakan bagi FE/FEB/FEBI se-Pulau Jawa dan Bali. Senin, (4/11/2019). “Ini merupakan event lanjutan dari tahun sebelumnya. Tapi pada tahun […]

  • Fakultas Syariah dan Hukum Kembali Raih Juara Bertahan dalam Cabang Lomba Esai

    Fakultas Syariah dan Hukum Kembali Raih Juara Bertahan dalam Cabang Lomba Esai

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 840
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setelah sukses dalam kegiatan Orsenik tahap satu, pada Kamis, (11/11/2021) kegiatan Orsenik tahap dua kembali dilaksanakan. Pada orsenik hari kedua ini ada beberapa cabang perlombaan (cabor) yang diselenggarakan seperti: Kempo, Lomba Esai, Poster Bela Negara, Review Buku, dan lainnya. Dalam cabor Esai, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) kembali bertahan dan unggul menjadi juara satu. […]

  • Si Tua Butuh Teman Mati

    Si Tua Butuh Teman Mati

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Mualifah Sayup-sayup lampu uplik usang tak temaram oleh hembusan desah nafasnya Dengan nafas tersengal-sengal ia tertegun dengan suatu makna mendalam Ayat-ayat cinta Sekelilingnya terkepung dingin angin malam Bambu di luar rumah bambunya berdecit-decit, Ikut bertasbih, menemani si tua bersemedi dalam sajadah berkaratnya Dengan Warna pudar tiada berlukis rupa Khusuk sampai tertunduk […]

  • Voli Jadi Cabang Olahraga Baru di FEBI Championship 2023

    Voli Jadi Cabang Olahraga Baru di FEBI Championship 2023

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 941
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EBI Sport Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan turnamen FEBI Championship periode 2023. Voli menjadi cabang olahraga (cabor) baru pada FEBI Championship 2023, sedangkan pada acara FEBI Championship tahun lalu hanya terdapat satu cabor, yaitu futsal. Peserta FEBI Championship 2023 terdiri dari pelajar […]

expand_less