Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Kesenjangan Memicu Radikalisme; Lembaga Filantropi Islam Dapat Berperan

Kesenjangan Memicu Radikalisme; Lembaga Filantropi Islam Dapat Berperan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
  • visibility 894
  • comment 0 komentar
(Ilustrasi Kontribusi Publik. Sumber: Freepik) Oleh: Mudrik Syahrullah

(Ilustrasi Kontribusi Publik. Sumber: Freepik)
Oleh: Mudrik Syahrullah

Perdamaian dunia nampaknya masih menjadi mimpi dan cita-cita bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya kelompok radikal yang mengarah kepada terorisme di beberapa negara Timur Tengah, Eropa, bahkan Indonesia. Mereka menentang pemerintahan legal dengan mengatasnamakan keadilan dan jihad. Selain itu, mereka juga memiliki motif untuk kesejahteraan baik secara lahiriah maupun rohaniah.

Pada dasarnya, manusia terdiri dari dua unsur yaitu  unsur rohani dan jasmani. Oleh sebab itu, manusia memiliki dua kebutuhan yang mendasar yaitu kebutuhan fisiologis (sandang, pangan, dan papan) serta kebutuhan psikologis (ketenangan, keamanan, penghargaan, dan loyalitas). Namun, cara yang mereka gunakan untuk memperoleh kesejahteraan dengan tindakakan terorisme bukan hal yang patut untuk dibenarkan.

Radikalisme dapat diartikan sebagai paham atau aktivitas yang berupaya untuk memahami sesuatu secara mendalam. Pemahaman tersebut kadang menimbulkan keinginan untuk mengubah suatu sistem sesuai dengan paham yang dimilikinya, baik sistem politik, sosial, budaya, ekonomi maupun pemahaman dalam penerapan agama. Sebuah kelompok dapat disebut radikal jika ia terlibat secara aktif untuk mengajak orang maupun kelompok lain agar melakukan tindak kekerasan dalam bentuk terorisme, sehingga akan mengubah tatanan masyarakat yang legal. Tindakan radikalisme di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal salah satunya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

Luasnya jarak kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin di Indonesia tidak hanya mengakibatkan konflik horizontal antarmasyarakat, namun yang lebih bahaya adalah munculnya paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama atau ideologi tertentu. Hal tersebut muncul akibat adanya ketidakadilan dalam pembagian sumber perekonomian, dimana sebagian besar dikuasai oleh para pemodal.

Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa negara lebih berpihak kepada para pemodal dibandingkan masyarakat kecil. Hal tersebut terlihat dari Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja (cilaka), dimana ada sistem fleksibilitas tenaga kerja yang nantinya akan ada kemudahan dalam rekrutmen dan pemutusan hubungan kera (easy hiring easy firing). Selain itu para pekerja atau buruh akan diberikan upah semurah mungkin dengan perhitungan upah per jam serta akan dilegalkannya pembayaran upah di bawah standar minimum dan status juga kepastian kerja yang tidak jelas lewat outsourcing dan kontrak kerja tanpa adanya batasan waktu.

Hal-hal di atas menyebabkan masyarakat terkekang oleh ketidakadilan ekonomi hingga lebih mudah disusupi paham-paham radikal. Mereka beranggapan bahwa paham tersebut dapat menjawab permasalahan yang mereka alami sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas hegemoni pemodal maupun pemerintah atas sumber perekonomian mereka.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2020 sebesar 27, 54 juta. Jika hal tersebut tidak segera ditanggulangi, maka akan menjadi sasaran besar para kelompok radikalisme. Hal tersebut bisa terjadi karena masyarakat miskin yang sebagian besar memiliki tingkat frustasi tinggi tentu akan mudah ditawari alternatif lain dalam menjalani kehidupan mereka. Yakni dengan janji-janji muluk untuk kehidupan yang lebih baik serta mereka akan diberikan sejumlah uang apabila mereka mau masuk ke kelompok radikal.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat selama pandemi berlangsung, terdapat kenaikan 101 persen transaksi keuangan mencurigakan yang mengarah pada aktivitas crowd-funding dalam pendanaan aktivitas teroris. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh BNPT bahwa presentase paham radikalisme di Indonesia mencapai angka di atas 10 persen.

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan kesenjangan ekonomi dan dapat mereduksi radikalisme adalah dengan pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan oleh semua elemen masyarakat baik dari individu sampai pemerintah. Individu bisa berusaha untuk memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologisnya. Jika mereka tidak mampu memberdayakan dirinya, maka suatu kelompok masyarakat seperti BAZNAS dan LAZ dapat membantu menyejahterakan individu tersebut melalui berbagai bantuan usaha produktif maupun bantuan langsung.

Penyaluran dana zakat dan infak yang optimal dapat berkontribusi dalam pengurangan jumlah tuna wisma dan masalah-masalah sosial yang ada.Zakat dapat berperan dalam melindungi lapisan masyarakat lemah serta mereka yang memiliki keterbatasan dalam ekonomi. Dimana selama tahun 2020, BAZNAS dapat menghimpun dana sebesar 385, 5 miliar. Jika saja 50 persen dari pengumpulan zakat dapat disalurkan untuk pemberdayaan mustahik dari golongan fakir miskin, maka kemiskinan di Indonesia dapat diatasi dengan syarat pengumpulan dana zakat terus bertambah.

Terakhir adalah pemberdayaan ekonomi oleh pemerintah. Pemerintah sebagai penguasa yang mempunyai legal formal tentu akan mudah dalam membuat program dan kebijakan. Sehingga, ketika pasar gagal dalam menyediakan barang publik dan kesejahteraan umum, maka solusinya adalah pihak swasta dan pemerintah dipadukan untuk bekerja sama. Bukan dikonflikkan untuk memenangkan salah satu pihak.

Selain itu, untuk menanggulangi paham radikalisme dan terorisme Indonesia telah melakukan penguatan criminal justice response  pada isu penanggulangan terorisme melalui pengesahan serta penerapan beberapa peraturan seperti Undang–Undang Nomor 5 Tahun 2018, PP Nomor 77 Tahun 2019, PP Nomor 35 Tahun 2020, dan Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Extremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme.

Keterpaduan dari setiap elemen masyarakat dalam menyelesaikan paham radikalisme harus dilakukan secara sistematis dan terus menerus sampai akar permasalahan tersebut dapat terselesaikan. Tanpa itu semua, kelompok terorisme akan terus berkembang dan mengancam keamanan dan kesatuan nasional.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda UIN Walisongo Periode Kali Ini Dituntaskan Hanya Satu Sesi

    Wisuda UIN Walisongo Periode Kali Ini Dituntaskan Hanya Satu Sesi

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Acara Wisuda Doktor (S.3) Ke-37, Magister (S.2) Ke-62, dan Sarjana (S.1) Ke-95. Acara wisuda bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo pada hari Sabtu, (08/02/2025). Wisuda kali ini hanya berlangsung dalam satu sesi, dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Wisudawan pada periode Februari kali ini […]

  • Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

    Menangkal Informasi Hoax dan Hate Speech di Tahun Politik

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Gozali Tahun 2018 menjadi panggung politik bagi partai politik (parpol). Pasalnya, Indonesia bakal menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Bali, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Tidak cukup di situ, panggung politik masih berlanjut pada 2019 dengan adanya pemilihan […]

  • DEMA FEBI Bekali Pengurus Ormawa dengan Ilmu Keadministrasian

    DEMA FEBI Bekali Pengurus Ormawa dengan Ilmu Keadministrasian

    • calendar_month Kam, 22 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 671
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka membekali para pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) dalam melakukan laporan pertanggungjawaban (LPJ), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Sekolah Administrasi dan Gathering Ormawa. Acara itu mengusung tema “Pengoptimalan Administrasi sebagai Penunjang Profesionalitas”. Kamis, (22/03/207). Nur Afifah selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa acara tersebut bertujuan untuk membantu para […]

  • Deeptalk Entrepreneur HMJ EI UIN Walisongo, Perluas Kreativitas dan Inovasi Anak Muda dalam Berbisnis

    Deeptalk Entrepreneur HMJ EI UIN Walisongo, Perluas Kreativitas dan Inovasi Anak Muda dalam Berbisnis

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 606
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (30/6/2021) Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara Deeptalk Entrepreneur. Tema yang diusung adalah “Find Your Creativity! Grow Your Business. Temukan Kreatifitasmu! Kembangkan Bisnismu.” Acara ini dimaksudkan untuk memperluas cakrawala bisnis di kalangan anak muda khususnya mahasiswa. Internet of things membawa dunia dalam genggaman kita. Segala informasi dari […]

  • Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 672
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara Seminar Lokakarya (Semiloka) day 2 yang dilaksanakan pada Kamis, (11/5/2023) merupakan kelanjutan dari Semiloka day 1 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, (8/5/2023). Diselenggarakan di Gedung Teater ISdb Soshum Lantai 3 dengan dua pemateri yaitu Muhammad Fika Shauqy dan Irwansyah. HMJ S1 Perbankan Syariah (PBAS) mengganti nama event yang sebelumnya bernama “Seminar dan […]

  • Expert Tips voor Spelen bij Bearo Casino

    Expert Tips voor Spelen bij Bearo Casino

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Key facts: Min deposit 10 EUR | Wagering 37x | Avg RTP 96.3% | Payouts 23-47u | 1,840 games Spelen bij Bearo Casino kan een leuke manier zijn om je weekend door te brengen, vooral als je op een budget let. Of u nu net begint of al enige ervaring heeft, er zijn tal van […]

expand_less