Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
  • visibility 649
  • comment 0 komentar
th

Oleh : Ahyar Manarul Hidayah Fatah Sumber Gambar : google

Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak pernah sekolah. Dia hanya tenang dalam kesederhanaan berpikir tentang hidup. Baginya, melewati hari cukup dengan membawa satu persoalan; bagaimana perut yang dibawa pagi tidak merasa lapar ketika berjumpa sore. Mana mungkin aku membelikannya kertas berlapis-lapis atau sebatang pensil yang tidak bisa dimakan. Anakku, dia hamba Tuhan yang dititipkan untuk menghibur kehidupanku yang begini-begini saja. “Tidak usah berpikir terlalu rumit nak, dijadikannya kamu anakku adalah untuk menyederhanakan kerumitan hidup yang tidak perlu.” Ucapku dalam hati.

Seperti mendengar aku membicarakannya dalam hati, ia perlahan-lahan membuka mata dan bergeliat menentang terik matahari. “Sudah siang pak?,” ia tiba-tiba bertanya sembari mengangkat badannya yang lekat dengan debu. Aku tersenyum menyambut putraku yang baru saja bertemu pagi. “Iya nak, segera bergegas mandi, kita akan berpetualang lagi hari ini. Bukankah kamu ingin menemukan pahlawan kesukaan kamu?”

“Iya pak, tentu saja. Aku ingin bertemu Batman,” Ucapnya semangat. Membalikan badan dan bergegas mandi.

***

Matahari sudah satu penggal tingginya, ku susuri sudut-sudut kota yang biru. Baru beberapa saja yang berhasil ku masukan ke dalam gerobak. Beberapa tumpuk kardus bekas, botol-botol bekas, dan dua buah kaleng Kong Guan. Anakku juga turut serta di dalamnya, setia menemaniku, menjaga pundi-pundi rupiah yang satu persatu ku kumpulkan. Selain karena bangun kesiangan, tentu saja hal lain yang mempengaruhi adalah wabah penyakit yang menghantui seluruh penjuru negeri. Jalanan sepi, sudut-sudut pemukiman hening; hanya beberapa saja yang berani keluar rumah, dan di pasar begitu jelas terlihat kerinduan penjual kepada pelanggannya. Aku pun, kesulitan menghimpun rosok dengan jumlah seperti biasa.

“Pak Karman,” Ada yang memanggil namaku. Ternyata Pak Budi, pemiliki warung makan yang biasanya aku mengambil botol-botol plastik bekas darinya.

“Hai Pak Budi, apa kabar, kenapa warungnya tutup?” aku menyahut.

“Musim kaya gini, dimana-mana warung tutup Pak Karman. Tidak ada pelanggan yang datang. Lagian, semua orang sekarang sedang takut terkena penyakit itu,” ia menjelaskan.

“Kamu apa tidak takut?” lanjutnya bertanya.

Sambil tersenyum kecil aku menjawab. “Aku juga manusia Pak, aku pun takut. Tapi aku juga takut kalau sampai anakku tidak bisa makan. Juga, apa yang mau diambil dari aku yang tidak punya apa-apa. Virus pun sepertinya malas, hahaha.” Aku menjawab dengan sedikit bercanda.

Aku jadi berpikir, memang tidak ada keuntungan menggangguku yang tidak memilki apa-apa ini. Apa yang mau diambil si virus itu. Sekotor-kotornya aku berpakaian, dia tidak akan tertarik untuk tinggal. Tidak ada untungnya.

“Bapak, hari ini kita ke Perumahan Dalem Indah lagi kan?” tanya putraku.

Aku spontan menyahut “Tentu saja Nak,” Ku sunggingkan sedikit senyum.

Memang untungnya sampai saat ini pemulung belum dilarang masuk. Anakku ingin kembali mengadu keberuntungannya di perumahan kalangan menengah itu. Wajar saja, kemarin ia bahagia tiada kira ketika kami berhasil mendapati Spiderman mainan di tong sampah di depan salah satu rumah. Hari ini ia berharap hal yang sama, menemukan sosok “pahlawan” baru untuk dibawa pulang. Untuk menemani Si Spiderman bermain bersamanya. Batman, ia berharap menemukannya nanti. Tentu aku tidak berani menjual barang plastik ini, biarlah menjadi hiburan untuk putraku.

***

Tibalah kami di perumahan yang dimaksud. Satu demi satu rumah dilewati. Tidak banyak yang bisa diambil. Sejauh kami berjalan, ku perhatikan semua pintu rumah tertutup rapat. Hening. Bahkan gonggongan anjing pun tak luput dari keheningan itu. Sampai ku temukan satu rumah yang seperti sedang sedikit ada aktivitas. Ku fokuskan perhatianku pada tong sampah di luar pagar. Mulai memilah sampah yang masih bernilai. Tak ku hiraukan pemilik rumah yang sedang sibuk membereskan sepetak halaman rumah. Sedikit berantakan dengan sampah berceceran dan kursi yang bertumpuk-tumpuk tidak rapi.

Aku yakin sudah tidak ada lagi yang bisa diambil dari tong sampah itu. Bertolaklah aku darinya. Baru empat langkah, terdengar ada yang memanggil.

“Hai kang rosok tunggu, ke sini sebentar,” Benar saja. Pemilik rumah tadi yang memanggilku.

Kembalilah aku pada tempat sampah tadi yang dekat dengan pagar itu. Di seberang pagar, perempuan berkulit putih berambut pirang sebahu, lengkap dengan sarung tangan dan masker, perempuan yang memanggilku tadi.

“Anda memanggail saya Bu?” ku gerakan badanku setengah membungkuk dan senyum menyertai.

“Iya, tunggu sebentar di sini. Aku ada beberapa kardus bekas. Tidak usah kamu bayar, gratis,” ucapnya dengan nada sedikit lebih tinggi dari nada obrolan normal orang pada umumnya.

“Terima kasih,” jawabku. Tidak tahu aku salah apa. Tapi yasudah, aku cuma menurut.

Tidak berselang lama kembalilah perempuan tadi. Membawa setumpuk kardus yang jumlahnya bisa dihitung jari. Aku paham betul, itu kardus bekas minuman ringan.

“Nih dibawa ya, beruntung kamu mampir di depan rumahku, dapat barang gratis,” Ucapnya sambil menyodorkan setumpuk kardus tadi. Ku terima dengan senang hati dan…

“hihihi..” aku tertawa ringan.

“Kenapa tertawa, ada yang lucu?” tanyanya dengan mata sedikit melotot.

Entah kenapa aku beraninya menjawab dengan niat sedikit guyon.

“Tentu saja gratis Bu, ini hanya beberapa kardus saja. Dibayar pun paling cuma laku dua ribu perak. Hehehe..” aku menjelaskan.

“Dasar tukang rosok tidak tahu diri. Udah dikasih malah ngelunjak,” bentaknya dengan mata yang lebih melotot daripada tadi.

“Maaf bu, saya tidak bermaksud…”

“Cukup, pergi dari sini sekarang juga,” ia memotong. Masih dalam keadaan marah ia melanjutkan..

“Aku tidak mau lebih emosi lagi dari ini. Semalam hajatanku dibubarkan aparat dengan alasan mencegah penyebaran virus sialan itu. Sekarang kamu jangan ikut-ikutan membuatku geram. Pergi! Aku juga tidak mau tertular virus hanya karena berinteraksi dengan orang kotor seperti kamu. Pergi!” bentaknya dengan nada tinggi. Tangannya menunjuk jauh, pertanda aku harus segera pergi sebelum hal buruk terjadi.

Tanpa pikir panjang aku langsung beranjak dari tempat tersebut. Pergi jauh dari rumah menyeramkan itu. Aku bayangkan, jika sudah menikah, pasti suaminya jarang pulang ke rumah karena takut diterkam istrinya sendiri.

***

Kaki dan roda gerobakku sudah berpijak jauh dari tempat tadi. Ku minta anakku untuk sementara tidak lagi mencari mainan baru di tempat itu. Aku kapok.

Hujan menghampiri senja begitu deras. Berteduhlah kami di bawah fly over. Aku bertanya pada Tuhan, “Tuhan, Engkau tahu kami kehausan sepanjang hari. Tapi apakah artinya kami harus meminum air hujan?”

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Persiapan Wisudawan untuk Momen Wisuda

    Begini Persiapan Wisudawan untuk Momen Wisuda

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 676
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sabtu, (8/06/2024) hari yang paling dinanti-nanti bagi wisudawan/wisudawati Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Pasalnya, pada hari itu tentunya jadi agenda penting bagi wisudawan/wisudawati. Berbicara mengenai budget wisuda, tentunya wisudawan/wisudawati berbeda. Bagi wisudawati, pilihan kebaya dan songket tentu merupakan hal yang sangat diutamakan. Selain itu, make up yang digunakan juga sangat diperhatikan. Mereka tentu […]

  • Keseruan Penampilan Expo UKM Universitas diPBAK 2023

    Keseruan Penampilan Expo UKM Universitas diPBAK 2023

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 729
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Expo UKM Universitas (Expo UKM-U) merupakan orientasi dan deskripsi unit kegiatan mahasiswa kepada mahasiswa baru untuk memperdalam keterampilan dan pengetahuan sesuai passion mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada setiap tahun ajaran baru. Expo UKM-U kali ini dilaksanakan pada hari Minggu, (6/8/2023) dengan menampilkan 18 UKM-U, antara […]

  • Dorong Potensi Mahasiswa Lewat Orsenik

    Dorong Potensi Mahasiswa Lewat Orsenik

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 614
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) kembali digelar di UIN Walisongo Semarang. Orsenik 2018 dibuka langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Muhibbin di Gedung Serba Guna Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Orsenik 2018 mengusung tema “Show Your Sportifity, Make a Creation”. Jumat, (21/09/2018). Prof. Muhibbin dalam sambutannya menerangkan bahwa Orsenik 2018 […]

  • Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    Semiloka 2023 Day 2; Asah Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa PBAS

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 594
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Acara Seminar Lokakarya (Semiloka) day 2 yang dilaksanakan pada Kamis, (11/5/2023) merupakan kelanjutan dari Semiloka day 1 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, (8/5/2023). Diselenggarakan di Gedung Teater ISdb Soshum Lantai 3 dengan dua pemateri yaitu Muhammad Fika Shauqy dan Irwansyah. HMJ S1 Perbankan Syariah (PBAS) mengganti nama event yang sebelumnya bernama “Seminar dan […]

  • Ajang Melatih Personal Branding, DEMA FEBI Selenggarakan Talkshow Kepemudaan

    Ajang Melatih Personal Branding, DEMA FEBI Selenggarakan Talkshow Kepemudaan

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Walisongo menggelar acara Talkshow kepemudaan pada hari Kamis, 30 Mei 2024 di Gedung Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Talkshow kali ini mengusung tema “Peran dan Strategi Personal Branding untuk Generasi Z Sebagai Bekal serta Menghadapi era Digitalisasi 5.0″. Acara ini mengundang dua […]

  • LPM Invest dan Kubikal Institute Selenggarakan Pelatihan Metode Kuantitatif

    LPM Invest dan Kubikal Institute Selenggarakan Pelatihan Metode Kuantitatif

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 732
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Menggandeng Kubikal Institute dari Universitas Diponegoro, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo berhasil menyelenggrakan Pelatihan Metode Penelitian Kuantitatif untuk Tugas Akhir. Agenda yang berlangsung selama dua pekan ini, yakni 7-8 dan 14-15 Maret 2020 bertempat di kantor FEBI, Ruang Sidang lantai 2. (Sabtu, 07/03/2020). Bersama narasumber Salman […]

expand_less