Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nur Syamsuddin Himbau Mahasiswa Jaga Pemilu Damai

Nur Syamsuddin Himbau Mahasiswa Jaga Pemilu Damai

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
  • visibility 705
  • comment 0 komentar

WhatsApp Image 2019-02-19 at 07.34.32

lpminvest.com– Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar seminar bertajuk “Politik Cerdas Menuju Indonesia Emas”. Senin, (18/02/19).

Seminar yang diadakan di Auditorium I Lantai I Kampus I UIN Walisongo ini merupakan bagian dari acara pelantikan pengurus baru SEMA FEBI 2019.

Adapun narasumber yang diundang dari pengamat politik, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jateng.

Pengamat politik Nur Syamsuddin menuturkan, black campaign yang beredar di media sosial dapat menjadi pembelajaran politik yang tidak baik bagi masyarakat. Hal ini dapat berakibat pada Pemilihan Umum (Pemilu) yang tidak damai.

“Di dalam pemilu pasti ada kontestasi yang sangat ketat, seakan-akan warga Indonesia terbelah menjadi dua, ketika sudah masuk dengan sosmed maka bisa jadi memecah perdamaian,” ujar dosen Fakultas Ilmu Sosiologi dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang tersebut.

Ia menambahkan, dari data yang terdapat di website resmi Kominfo, jumlah media resmi yang terdaftar dan memiliki kewenangan untuk menginfokan seputar Pemilu adalah 300 media. Namun ternyata hampir 2700-an media yang turut menginfokan.

Untuk menghindari terjadinya black campaign yang berkelanjutan di kalangan milenial, Nur Syamsuddin menawarkan solusi untuk permasalahan tersebut. “Pertama dari pihak penegak hukum seperti Bawaslu atau Polri. Kedua masyarakat harus melaporkan dan mengadukan. Ketiga, cerdaslah bersosial media,” terangnya.

Ia juga menghimbau agar mahasiswa dapat lebih memainkan perannya dalam mengubah mindset masyarakat untuk menyebarkan hal-hal positif di tahun politik ini. Sehingga diharapkan dapat tercipta pemilu yang damai.  “Karena dengan positif akan menimbulkan perdamaian,” pungkasnya.

Adapun dengan banyaknya pemilih pemula dari mahasiswa rantau, anggota KPU Jateng M. Taufiqurrahman menjelaskan bahwa kini mereka dapat melakukan pemilihan di Tempat Pemungutan Suara dimana mereka tinggal.

“Apabila adik-adik pindah memilih, dan karena adik-adik bukan asli sini, maka cuma dapat satu surat suara yaitu presiden atau ditambah DPD bagi provinsinya masih sama,” pungkas pria berkacamata itu. (Alief_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pendiri Dompet Duafa, Erie Sudewo memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa dalam acara Stadium General Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Selasa, (3/3/2015). Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan materi berkaitan dengan bisnis dan sosial, kapitalis dan feodal, perbedaan tujuan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, […]

  • Angkat Usahanya Sendiri, Mahasiswa UB Juarai NEC 2019

    Angkat Usahanya Sendiri, Mahasiswa UB Juarai NEC 2019

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Semarang – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, babak final National Essay Competition (NEC) 2019, yaitu seleksi presentasi karya esai diadakan di Lantai 1 Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang.  Kamis, (2/5/2019). Kompetisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang tersebut diikuti oleh 69 peserta dari […]

  • Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    Politik adalah sebuah pembagian kekuasaan di dalam suatu masyarakat yang berwujud proses dalam pengambilan keputusan, menyangkut kehidupan suatu negara. Politik Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat publik saat ini. Sudah tak sedikit lagi politisi-politisi Indonesia yang sudah dibutakan oleh manisnya gula kedudukan. Semestinya ini menjadi beban pikiran manusia karena sangat berdampak bagi nasib semua orang, malah […]

  • SPE 2020, Menelisik Ekonomi Kapitalis di Tengah Pandemi

    SPE 2020, Menelisik Ekonomi Kapitalis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 783
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE)  adalah agenda tahunan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumbya, acara kali ini dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Diikuti kurang lebih 35 mahasiswa dan berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 17 hingga 19 Juli 2020. Bertajuk Membangun Opini […]

  • Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

    Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

    • calendar_month Rab, 4 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih sering terjadi di era modern sekarang ini. Banyak anggapan yang menilai bahwa kekerasan seksual tersebut disebabkan cara berpakaian korban yang terbuka sehingga mengundang nafsu pelaku. Namun pada kenyataannya, pakaian korban saat mendapat perlakuan kekerasan seksual tidak selalu terbuka atau seksi. Kekerasan seksual sendiri merupakan semua tindakan yang menyebabkan korban […]

expand_less