Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 7 Des 2017
  • visibility 886
  • comment 0 komentar

Oleh: Akhyar Manarul HF

Ungkapan Indonesia Tanah Air Beta tentu sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia. Negara dengan kekayaan yang sangat melimpah menjadi surga dunia bagi rakyatnya. Namun kini Indonesia Tanah Air Kapitalis seolah lebih tepat diungkapkan. Rakyat tergusur oleh kepentingan asing dan para pemilik modal yang hendak menguasai kekayaan Indonesia. Mirisnya, hal tersebut terjadi di negara yang tujuan pendiriannya ialah mensejahterakan rakyat.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3 dan 4 menyebutkan bahwa “Bumi, air, dankekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat [3] Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional [4]”.

Dari pasal tersebuttelahtertera dengan jelas bahwa kekayaan alam dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, guna mencukupi kebutuhan sehari-hari dan hidup layak. Selain itu, dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan ekonomi harus ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem. Serta berprinsip pada pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Sampai saat ini yang terjadi justru sebaliknya, rakyat harus mengalah dengan para pemilik modal dalam pemanfaatan sumber daya alam. Dua tahun lalu publik dihebohkan dengan kontroversi pembangunan reklamasi Teluk Jakarta. Isu ini sudah tercium sejak Orde Baru dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995 tentang Pantai Utara Jakarta. Namun pembangunannyabaru terealisasipadaakhir Oktober 2015 silam, di masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Pembangunan tersebut tentu mendapat pertentangan dari berbagai kalangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir utara Pantai Jakarta. Tercatat sedikitnya 125.000 nelayan kehilangansumber kehidupannya dari laut. Sebab laut yang awalnya terbentang luas,diubah menjadi daratan beton dengan gedung-gedung megah yang menjulang. Air Laut Utara pantai Jakarta pun tercemar. Akibatnya, nelayan susah mencari ikan dan pendapatan mereka berkurang.

Sampai saat ini, pemerintah Jakarta masih dilema akan proyek reklamasi tersebut. Bangunan-bangunan raksasa sudah mulai berdiri kokoh.Jika proyek tersebut dihentikan, maka berapa triliun yang terbuang sia-sia. Namun jika proyek tersebut dilanjutkan,dampak negatifnya akan dirasakan masyarakat.

Kasus yang tidak kalah menggegerkan, ialah pemberian ijin oleh Pemerintah Kabupaten Rembang atas pembangunan pabrik semen kepada PT. Semen Indonesia (persero) pada 14 Oktober 2010, dengan mengeluarkan Keputusan Bupati Nomor 545/68/2010 mengenai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).  Sontak pemberian izin ini menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan.

Menanggapi sikap pemerintah Rembang yang dinilai lebih berpihak kepada pemilik modal, masyarakat, khususnya para petani sekitar Pegunungan Kendeng melakukan perlawanan.Dengan keyakinan adanya dampak buruk yang akan terjadi seperti hilangnya mata pencaharian petani di sekitar pegunungan Kendeng, mereka nekat melakukan demonstrasi. Bahkan para petani menyemen kakinya sebagai bentuk penolakan keras.

Alhasil, Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 tanggal 5 Oktober 2016 yang mengabulkan gugatan petani Kendeng dan mencabut Izin Lingkungan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Namun tak lama kemudian, izin baru pembangunan diberikan kembali kepada PT Semen Indonesiamelalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tanggal 23 Februari 2017. Keputusan tersebut tentu menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagimasyarakat Kendeng. Pemerintah seolah abai dengan kepentingan rakyat.

Satu lagi, kasus yang masih hangat dibicarakan ialah eksploitasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di lereng Gunung Slamet. Proyek tersebut dikembangkan oleh  PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) dengan memanfaatkan gas bumi yang ada dalam perut Gunung Slamet.

Nantinya, PLTB akan menjadi sumber tenaga listrik tahun 2022. Dari total 22 titik panas bumi di kawasan Gunung Slamet saat ini, sudah ada 2 yang dibuka pada tahap awal ini dengan luas sekitar 3 hektar. Namun, baru sejauh ini saja dampak buruk yang dirasakan sudah cukup mengkhawatirkan. Hutan menjadi gundul, akibatnya aliran Sungai Prukutut di lereng selatan Gunung Slametmenjadi keruh.Hewan-hewan yang tinggal di hutan pun kehilangan habitatnya, lalu turun gunung dan mengancam keamanan warga.

Dari aspek lingkungan, eksploitasi sumber daya alam seperti kasus-kasus di atas jelas tidak dibenarkan. Eksploitasi akan mengganggu keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup generasi mendatang. Tidak hanya itu, kasus-kasus di atas mengindikasikan hak rakyat seolah dirampas. Rakyat terpinggirkan oleh kepentingan-kepentingan kapitalis tak bertanggung jawab. Rasa nasionalisme seakan tertutupi oleh sifat materialis yang menyebabkan hilangnya empati mereka akan penderitaan rakyat.

Maka sudah seharusnya pemerintah lebih peduli dengan rakyat. Jangan sampai kekayaan Indonesia hanya dimiliki oleh segelintir orang. Rakyat juga berhak mendapatkan haknya sebagai warga negara untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945.

Mengetahui hal tersebut, adanya peningkatan nasionalisme juga dirasa perlu. Nasionalisme akan menjadi pegangan dan pengontrol dalam membuat dan melaksanakan kebijakan. Seseorang dengan nasionalisme yang tinggi tidak akan merusak tanah airnya demi kepentingan pribadi, namun ia akan mencintai tanah airnya dan berusaha menjaga bangsanya.

Rentetan peringatan hari bersejarah, diantaranya Hari Santri Nasional, Hari Sumpah Pemuda, serta Hari Pahlawan baru-baru inimenjadi momentum bagi rakyat Indonesia untuk instrospeksi diri. Agar lebih mencintai tanah air dan sadar bahwa pembangunan bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang (para pemilik modal), akan tetapi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Jadi, kekayaan Tanah Air Beta jangan sampai lepas dirampas kapitalis.(i)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membludak, Peserta Stadium General Duduk Lesehan

    Membludak, Peserta Stadium General Duduk Lesehan

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 818
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Nyanyian lagu Hanya Ingin Kau Tahu dari Republik Band terdengar menggema dalam Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Nyanyian lagu yang dibawakan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, Suharmono, menjadi pengantar dimulainya Stadium General yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Para peserta pun berteriak heboh […]

  • Tagar UIN Walisongo Melawan, Bentuk Aksi di Tengah Pandemi

    Tagar UIN Walisongo Melawan, Bentuk Aksi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 961
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis, (18/6/2020) jagat twitter dihebohkan dengan tagar UIN Walisongo Melawan. Tagar ini terus ditulis oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk aksi di tengah pandemi seperti ini. Keadaan pandemi covid-19 yang mengharuskan kegiatan kerja, ibadah, dan kuliah di rumah saja ini bukan menjadi hambatan untuk menyuarakan aspirasi. Terbukti, banyak sekali yang menaikkan tagar tersebut […]

  • Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 823
    • 0Komentar

    lpm.invest.com- Wisudawati kembar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI) UIN Walisongo mendapatkan gelar sarjana terbaik di Program Studi  S1 Perbankan Syariah. Gelar ini diraih oleh Novatul Isrowiyah dan Nofiyatul Khoiriyah, saudara kembar yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sama yaitu 3,89 dengan predikat cumlaude. Senin, (18/11/2019). Tidak hanya itu, Novatul juga ternyata penerima bidik misi […]

  • Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 855
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Usai berikan pelatihan dasar jurnalistik di Workshop Materi, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest tantang calon kru magang turun lapangan untuk mempraktikkan materi jurnalistik tempo hari dalam acara Workshop Lapangan. Minggu, (13/10/2019). Acara bertajuk ‘Membentuk Jiwa Kritis Insan Pers dalam Membaca Realitas Sosial’ tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu pagi hingga Minggu siang di kawasan […]

  • Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 689
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Suparman, selaku Wakil Rektor III membacakan Nota  Jawaban dihadapan massa terkait Nota Keberatan yang dilayangkan oleh Mandataris Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Syarifudin Fahmi pada tanggal 5 Januari 2018. Nota Jawaban tersebut dibacakan setelah aksi demonstrasi  yang dilakukan oleh  Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) di depan Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Dalam […]

  • Polemik JKN, Mandataris DEMA-U Bacakan Press Release di Hadapan Birokrasi

    Polemik JKN, Mandataris DEMA-U Bacakan Press Release di Hadapan Birokrasi

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Lpminvest.com- Menindaklanjuti pengumuman nomor B-4285/Un.10.0/B1/KU.00.1/12/2017 tertangal 29 Desember 2017 tentang kewajiban melaporkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasioal (JKN- red) secara online, maka pihak birokrasi UIN Walisongo Semarang adakan pertemuan terkait penjelasan teknis tentang Jaminan Kesehatan Nasional.  Acara dilaksanakan  di Ruang Sidang Rektorat Lantai 3, Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (4/01/2017). Acara yang berlangsung sejak pukul […]

expand_less