Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Siksa Manusia Tergantung Dosa dalam Film Siksa Neraka

Siksa Manusia Tergantung Dosa dalam Film Siksa Neraka

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
  • visibility 786
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul                           : Siksa Neraka

Genre                         : Horror, Thriler

Jadwal Tayang            : 14 Desember 2023

Durasi                         : 98 menit

Sutradara                    : Anggy Umbara

Pemain                        : Ratu Sofya, Slamet Rahardjo, Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, Nayla D. Purnama, Rizky Fachrel, Astri Nurdin.

Bahasa                         : Indonesia

Negara                        : Indonesia

Sinopsis Film

Film “Siksa Neraka” yang ditayangkan di bioskop pada 14 Desember 2023, merupakan hasil adaptasi dari komik klasik berjudul sama karya dari MB Rahimsyah. Kabarnya, biaya produksi film ini mencapai 5 miliar rupiah, yang sebagian besarnya digunakan untuk penggunaan efek visual CGI yang memukau.

Adaptasi ini membawa kisah dari halaman komik ke layar lebar, memberikan pengalaman baru bagi penonton. Dengan anggaran yang besar, film ini berhasil menciptakan efek visual yang mengesankan, membawa dunia Siksa Neraka ciptaan MB Rahimsyah menjadi hidup sehingga membuat para penonton menikmatinya.

Film ini menceritakan tentang suatu keluarga yang terdiri dari enam anggota keluarga yaitu ayah (Ariyo Wahab), ibu (Astri Nurdin), serta ke-empat anak mereka yaitu Saleh (Rizky Fachrel), Fajar (Kiesha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya), dan anak terakhirnya Azizah (Nayla Purnama). Keluarga ini digambarkan sebagai sebuah rumah tangga yang harmonis dan penuh kehangatan. Diawal cerita, Ketika berkunjung bersama kedua orang tuanya ke rumah duka, kita langsung digegerkan oleh kehadiran Tyas, seorang anak yang menarik perhatian. Tyas memperhatikan dengan seksama sekeliling rumah duka, dan terlihat kebingungan. Apa yang dilihatnya? saat menyisir rumah dengan mendebarkannya Tyas melihat seseorang yang sudah meninggal dunia itu di siksa secara langsung, lalu ia berlari dan berteriak “Dia sedang disiksa!” sontak membuat keluarga berduka semakin sedih.

Dalam menggambarkan penglihatan tidak lazim seperti itu sebenarnya terlalu berlebihan. Terlebih lagi, di tengah masyarakat kita, sangat tidak pantas seseorang mengungkapkan kesalahan, dosa, atau kekurangan orang lain, terutama yang masih hidup, di hadapan banyak orang.

Seiring berjalannya waktu Tyas menyadari penglihatan yang tak lazim tersebut, namun ayah Tyas, Ustadz Syakir, kesal dan merasa tidak suka terhadap kemampuan anak perempuannya yang pertamanya itu, karena dalam agama Islam hal itu dianggap sebagai suatu hal yang musyrik. Sikap Syakir terhadap Tyas juga digambarkan sebagai sesuatu yang terlalu keras dan cenderung ringan tangan. Terlebih lagi, ketika kemarahan Ustaz ini mencuat akibat nilai ujian Tyas yang rendah dalam satu mata pelajaran. Dengan penuh kemarahan, Syakir menampar tangan Tyas, dan menyebutnya sebagai anak yang malas.

Dalam perbandingan dengan kedua kakak laki-lakinya, yaitu Saleh dan Fajar, Saleh digambarkan sebagai kakak yang sukses, mengejar pendidikan di luar kota, aktif sebagai asisten dosen, dan sering membawa oleh-oleh saat pulang ke kampung halaman. Sementara itu, Fajar dikenal sebagai anak yang rajin, tekun dalam belajar, dan siap mengorbankan waktu untuk mendapatkan pengetahuan. Dengan sikap dan perbuatan yang dilakukan kedua kakak Tyas, ayahnya terkesan melebih-lebihkan anaknya, berbanding terbalik dengan Rika, ibu dalam cerita ini, digambarkan memiliki kesabaran yang luar biasa, tetapi terlihat pasif dan cenderung hanya mengikuti suaminya ke segala tempat.

Kisah ini melanjutkan dengan Azizah, si bungsu dalam keluarga, yang bercita-cita untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi menyanyi. Meskipun awalnya dihadang oleh ayahnya, ia berhasil memenangkan kesempatan tersebut dan bahkan maju ke babak final. Ayahnya menentang bukan karena menganggap bernyanyi itu dosa, melainkan karena khawatir akan pesona Azizah di depan banyak orang, yang bisa merangsang hasrat yang tidak sehat.

Oleh karena itu, ayahnya melarang Azizah untuk mengikuti kompetisi tersebut. Ketika orang tuanya sedang pergi mendapatkan informasi bahwa salah satu teman Azizah meninggal, sang anak sulung justru mengajak saudara-saudaranya keluar rumah untuk mengantar Azizah ke kota guna berpartisipasi dalam perlombaan.

Terlebih lagi, ketika si sulung Saleh memaksakan keputusan untuk nekat menyeberangi sungai yang deras akibat hujan, untuk menghemat waktu, meskipun permukaan air sedang naik. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Pak Harjo (Slamet Rahardjo), seorang tetua desa yang sebenarnya menginginkan anak-anak Syakir kembali ke rumah, karena memiliki perasaan buruk yang akan terjadi terhadap mereka.

Sangat mudah ditebak, keempat anak Syakir memutuskan untuk mengambil risiko yang besar, dan akhirnya mereka terjebak dalam arus sungai yang besar. Mereka terseret oleh arus yang kuat dan sesuai dugaan penonton anak-anak dari ustaz Syakir akan kehilangan nyawanya karena terbawa arus sungai.

Pesan yang bisa diambil dari adegan tersebut adalah bahwa meskipun dosa terlihat kecil, kita harus menghindarinya agar tidak menghadapi hukuman dari Tuhan. Dalam adegan siksa neraka, ditunjukkan berbagai dosa dan ancaman hukuman yang bisa dialami. Selain itu, juga diungkapkan bahwa setiap anggota keluarga ustadz memiliki dosa besar yang mereka sembunyikan dari orang tua mereka.

Namun, sangat disayangkan saat Ariyo dan Astri memerankan peran orang tua yang kehilangan anak-anak mereka dalam drama. Penampilan mereka kurang mampu menggugah emosi penonton terhadap penderitaan saat kehilangan semua anak mereka, yang sehingga penonton hanya mendapatkan rasa takut di siksa neraka.

Selama proses penggambaran siksa neraka, adegan ini dipenuhi dengan atmosfer kengerian dan berbagai bentuk penyiksaan yang diberlakukan. Penghuni neraka digambarkan mengenakan pakaian compang-camping, sebagian dari mereka terikat dengan rantai, dan ada yang menghadapi penyiksaan dengan lidah yang dipaksa dijulurkan lalu dipotong layaknya memotong daging hewan, dalam adegan ini sangat memuaskan mata dengan CGI yang begitu memukau yang hingga membuat merasa betapa menakutkannya siksa neraka tersebut.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama PBAK, Maba FEBI Mendapat Sambutan Hangat dari Berbagai Pihak

    Hari Pertama PBAK, Maba FEBI Mendapat Sambutan Hangat dari Berbagai Pihak

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 480
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setelah rangkaian acara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat universitas selesai, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan PBAK tingkat fakultas pada Rabu (3/8/2022). Acara tersebut dibuka langsung oleh Dekan FEBI yang ditandai dengan pelepasan balon kemudian dilanjutkan pengenalan Kepala Program Studi (kaprodi) beserta beberapa dosen FEBI. Sambutan […]

  • Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    Tim KKN Reguler Kelompok 50 Turut Serta dalam Camp Fest Patemon 2022

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 387
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Karang Taruna “Karya Bhakti Patemon”  mengadakan kegiatan Camp Fest 2022 Karya Bhakti Patemon untuk pertama kalinya. KKN Reguler  Kelompok 50 UIN Walisongo Semarang ikut serta meramaikan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan diikuti pemuda-pemudi Karang Taruna Dusun Patemon yang bertempat  di lapangan Patemon selama dua hari Sabtu-Minggu ( 15-16/10/2022). Dalam acara malam pembukaan, dihadiri oleh Kepala […]

  • Prodi EI  Studi Religi; Siti Khadijah Wali ke Tujuh di Bali

    Prodi EI Studi Religi; Siti Khadijah Wali ke Tujuh di Bali

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 741
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sama halnya di Jawa yang identik dengan walisongo, Bali juga memiliki walipitu yang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam. Tujuh di antaranya yaitu sebagai berikut,

  • Mahasiswi Asal Brebes ini Jadi Wisudawati Terbaik FEBI

    Mahasiswi Asal Brebes ini Jadi Wisudawati Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 387
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mahasiswi asal Brebes, Nahla Nadira Rahmah menjadi wisudawati terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada wisuda periode Agustus 2019 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.94. “Saya bukan wisudawan terbaik, tapi kebetulan nilai IPK saya lebih tinggi dari yang lain. Saya yakin masih banyak wisudawan yang jauh lebih baik dari saya. […]

  • Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

    Tradisi Larangan Ternak Sapi di Desa Guyangan

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar tujuh belas ribu pulau, sehingga melahirkan beragam suku, agama, ras, dan sebagainya. Dari ribuan pulau tersebut, terbagi menjadi bagian-bagian yang disebut daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda-beda. Tradisi dan budaya di masing-masing daerah memiliki keunikan dan kekhasannya tersendiri. Seperti salah satu tradisi […]

  • Webinar Mangrove Academy; Ajang Temu Perdana dan Pengenalan Mangrove bagi Peserta

    Webinar Mangrove Academy; Ajang Temu Perdana dan Pengenalan Mangrove bagi Peserta

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 574
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu (11/8/2021) Mangrove Academy Batch 1 melaksanakan temu perdana sekaligus webinar tatap layar untuk pertama kalinya lewat platform Zoom Meeting. Pertemuan virtual ini merupakan alternatif karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 16 Agustus nanti. Temu perdana ini bertemakan “Introduction to Mangrove Academy Batch #1” yang menghadirkan peraih  Kalpataru sekaligus pegiat lingkungan […]

expand_less