Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 783
  • comment 0 komentar

emhaJudul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem

Penulis             : Emha Ainun Nadjib

Penerbit           : Noura Books

Cetakan           : Kelima, September 2017

Halaman          : x + 230 halaman.

ISBN               : 978-602-385-150-8

Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda

Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain yang pernah ditulisnya. Dengan judul buku “Hidup itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem” penulis mencoba menggambaran topik bacaan secara sederhana dan menarik. Buku ini berisikan nasihat-nasihat kearifan Cak Nun yang dikemas dengan berbagai pendekatan, baik dari sisi budaya, politik, kearifan lokal, tafsir, bahkan sains.

Bagi para penggemar atau yang sering mendengar ceramah Cak Nun, pasti akan merasa mendengar secara langsung nasihat-nasihat tersebut. Namun dalam bentuk tulisan, Cak Nun memang memiliki gaya bahasa yang khas, yakni santai. Seperti yang pernah dikatakan seorang Budayawan Sufi, Candra Malik “Cak Nun adalah penjaga Telaga Al Kautsar. Dia mempersilakan siapa pun yang berjumpa dengannya untuk membasuh badan rohani dan melepas dahaga batin. Dia menemani kita untuk istirahat sejenak dari kerumitan dan menyuguhkan kesederhanaan. Dalam buku ini, sebagaimana dalam kesehariannya, Cak Nun menyampaikan kabar langit dengan bahasa bumi”

“Masyarakat Madani” istilah yang kini sering digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam Islam ada istilah “Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur“, namun disitu ketambahan wa rabbun ghafur. Maksudnya, kaya atau miskin tidak masalah asal hatinya tidak bimbang dan tetap bersyukur. Dalam hal ini Cak Nun menganalogikan seperti hidup rukun, tentram, dan raharja yang ke semuanya diterima Allah. Alasan Allah menambahkan wa rabbun ghafur agar manusia tahu bahwa kesenangan saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan ketaatan pada Allah.

Dalam pemahaman melalui pengalaman dan rasa, Cak Nun menjelaskan bahwa kebenaran sains bukan hal yang sebenarnya benar. Setiap orang memiliki kebenarannya sendiri, saya memiliki kebenaran saya sendiri dan kamu punya kebenaran kamu sendiri. Karena posisi manusia bukan di “adalah”, tapi di “semoga”. Tidak di “pasti”, tapi di “insya Allah”. Bagi Cak Nun kebenaran yang sejati merupakan yang kita cari bersama-sama dan selama hidup kita, yang ujungnya  berupa semoga. Karena Allah juga tidak menagih manusia untuk menemukan kebenaran, yang Allah perintahkan hanyalah untuk mencarinya.

Seperti halnya bertani, seorang petani tak akan pernah tahu hasil yang ia tanam, apakah berbuah atau tidak, yang dia tahu hanyalah menanam dan merawatnya. Karena yang menetukan hasilnya hanyalah Allah.

Dalam buku ini Cak Nun mengajak pembaca untuk sadar bahwa hidup itu tidak melulu tentang diri sendiri. Hidup itu berkesinambungan dan saling memberikan timbal balik, baik untuk diri kita sendiri, keturunan kita, maupun orang lain. Seperti halnya bahwa hidup itu tidak terus-menerus menerima tetapi juga memberi, meskipun dalam ilmu ekonomi memberi merupakan hal yang merugikan, karena akan mengurangi harta kita.

Seperti yang dikatakan oleh Rasullah SAW “yang engkau miliki adalah yang engkau berikan,” dengan maksud agar harta benda kita bisa merata dan dimanfaatkan orang lain. Kalau kita terlalu ambisius, malah akan menyebabkan ketimpangan sosial. Seperti halnya yang sudah terjadi di Indonesia, kekayaan alam melimpah tapi rakyatnya tak biasa merasakan. Yang bisa merasakan hanyalah kalangan-kalangan pejabat negara dan yang kaya-kaya saja. Kerjapun susah, sampai-sampai pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Dengan analogi yang dijelaskan oleh Cak Nun tersebut, diharapkan pembaca mampu memahami bahwa tujuan dari agama adalah mendidik manusia agar mampu untuk mengendalikan dirinya. Kita sholat lima waktu agar kita memiliki ritme dalam hidup untuk mengendalikan diri, ada waktunya bangun, wudhu, shalat, dan berhenti. Tidak bisa seenaknya diringkas atau dibolak-balik.

Jangan sampai hidup kita seperti di dalam internet, bebas melampiaskan keinginan, bebas berbicara tapi tanpa tanggung jawab. Bohong atau tidak bukan masalah identitas diri di internet, hal ini menjadikan mental manusia seperti pengecut dalam menyampaikan pendapat. “Jangan memasuki suatu sistem atau suatu keadaan yang membuatmu melampiaskan diri. Tapi, dekat-dekatlah dengan sesama sahabat yang membuatmu mengendalikan diri. Karena Islam itu mengendalikan, sementara internet melampiaskan. Hidup itu harus pintas ngegas dan ngerem“.

Melihat semakin banyaknya kelompok-kelompok Islam yang ada kini, serta perselisihan yang terjadi di kalangan umat Islam, tentunya menjadi sebuah kehawatiran. Cak Nun dalam buku ini berusaha mengajak umat Islam untuk tidak sibuk dengan “Jembatan”. Tujuan kita adalah Islamnya Muhammad. Sedangkan NU, Muhammadiyah, Sunni, Syiah, dan segala macamnya hanyalah jembatan atau jalan/cara/tariqah. Karena sejatinya, Allah mengutamakan cinta sosial dulu barulah cinta pribadi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tik Tok  Panen Konflik di Berbagai Negara

    Tik Tok Panen Konflik di Berbagai Negara

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    Menjamurnya media sosial bergenre video seperti Tik  Tok, sangatlah digemari generasi Z.  Di Indonesia, fenomena  anak muda dalam menggunakan aplikasi ini menunjukkan antusiasme yang sangat masif. Tik  Tok merupakan  produk  yang  diinisiasi  oleh  Zhang Yiming, lulusan  software  Engineer dari  Universitas  Nankai yang mendirikan  perusahaan  teknologi  ByteDance pada Maret   2012.   Lewat   perusahaannya   inilah   Yiming   mengembangkan   aplikasi […]

  • Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 757
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Guna menarik minat mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk berinvestasi, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan Seminar Nasional (semnas) Pasar Modal Syariah “Investion”. Rabu, (13/11/2018). Selain itu, lewat semnas yang bertema “Kujawab Problem Finansialmu dengan Gaya Investasi Milenialku”, KSPM FEBI ingin mengajarkan kepada mahasiswa tentang bagaimana teknis-teknis dalam […]

  • Nah, Ini Formasi MOB Mahasiswa Baru UIN Walisongo 2016

    Nah, Ini Formasi MOB Mahasiswa Baru UIN Walisongo 2016

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 756
    • 0Komentar

     

  • 4.419 Maba UIN Walisongo 2019 Ikuti PBAK Hari Ini

    4.419 Maba UIN Walisongo 2019 Ikuti PBAK Hari Ini

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 849
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Hari ini, sebanyak 4.419 mahasiswa baru (maba) UIN Walisongo tahun ajaran 2019 mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dengan mengangkat tema Eksplorasi Spirit Kemanusiaan Menuju Indonesia Berperadaban, acara pembukaan penerimaan maba itu diadakan di Lapangan Sepak Bola UIN Walisongo. PBAK 2019 akan diselenggarakan selama empat hari ke depan, yaitu Senin sampai Kamis (19-22/08/2019). […]

  • Beasiswa Tahfiz Kembali Dibuka, Segera Lengkapi Persyaratan Ini

    Beasiswa Tahfiz Kembali Dibuka, Segera Lengkapi Persyaratan Ini

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 883
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Melalui surat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Walisongo Semarang Nomor. B-1709/Un. 10.0/R3/PP.00.9/06/2019 tanggal 11 Juni 2019, UIN Walisongo membuka kembali pendaftaran Beasiswa Tahfiz. Masa pendaftaran beasiswa ini dimulai sejak Senin lalu sampai Selasa mendatang (17-25/6/2019). Beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa penghafal al-Quran ini menyediakan kuota 34 orang mahasiswa dengan uang pembinaan […]

  • Launching Z-Corner: Ajang Pengembangan Filantropi Islam di Kampus

    Launching Z-Corner: Ajang Pengembangan Filantropi Islam di Kampus

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 819
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Semarang, Sabtu (18/11/23) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia (RI), Noor Achmad secara simbolik meresmikan Z-Corner Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang bertempat dikantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Meski sudah beroperasi sejak beberapa bulan belakangan, namun Z-Corner baru diresmikan hari ini secara tatap muka. Alasan BASNAZ RI memilih kampus […]

expand_less