Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 674
  • comment 0 komentar

emhaJudul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem

Penulis             : Emha Ainun Nadjib

Penerbit           : Noura Books

Cetakan           : Kelima, September 2017

Halaman          : x + 230 halaman.

ISBN               : 978-602-385-150-8

Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda

Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain yang pernah ditulisnya. Dengan judul buku “Hidup itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem” penulis mencoba menggambaran topik bacaan secara sederhana dan menarik. Buku ini berisikan nasihat-nasihat kearifan Cak Nun yang dikemas dengan berbagai pendekatan, baik dari sisi budaya, politik, kearifan lokal, tafsir, bahkan sains.

Bagi para penggemar atau yang sering mendengar ceramah Cak Nun, pasti akan merasa mendengar secara langsung nasihat-nasihat tersebut. Namun dalam bentuk tulisan, Cak Nun memang memiliki gaya bahasa yang khas, yakni santai. Seperti yang pernah dikatakan seorang Budayawan Sufi, Candra Malik “Cak Nun adalah penjaga Telaga Al Kautsar. Dia mempersilakan siapa pun yang berjumpa dengannya untuk membasuh badan rohani dan melepas dahaga batin. Dia menemani kita untuk istirahat sejenak dari kerumitan dan menyuguhkan kesederhanaan. Dalam buku ini, sebagaimana dalam kesehariannya, Cak Nun menyampaikan kabar langit dengan bahasa bumi”

“Masyarakat Madani” istilah yang kini sering digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam Islam ada istilah “Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur“, namun disitu ketambahan wa rabbun ghafur. Maksudnya, kaya atau miskin tidak masalah asal hatinya tidak bimbang dan tetap bersyukur. Dalam hal ini Cak Nun menganalogikan seperti hidup rukun, tentram, dan raharja yang ke semuanya diterima Allah. Alasan Allah menambahkan wa rabbun ghafur agar manusia tahu bahwa kesenangan saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan ketaatan pada Allah.

Dalam pemahaman melalui pengalaman dan rasa, Cak Nun menjelaskan bahwa kebenaran sains bukan hal yang sebenarnya benar. Setiap orang memiliki kebenarannya sendiri, saya memiliki kebenaran saya sendiri dan kamu punya kebenaran kamu sendiri. Karena posisi manusia bukan di “adalah”, tapi di “semoga”. Tidak di “pasti”, tapi di “insya Allah”. Bagi Cak Nun kebenaran yang sejati merupakan yang kita cari bersama-sama dan selama hidup kita, yang ujungnya  berupa semoga. Karena Allah juga tidak menagih manusia untuk menemukan kebenaran, yang Allah perintahkan hanyalah untuk mencarinya.

Seperti halnya bertani, seorang petani tak akan pernah tahu hasil yang ia tanam, apakah berbuah atau tidak, yang dia tahu hanyalah menanam dan merawatnya. Karena yang menetukan hasilnya hanyalah Allah.

Dalam buku ini Cak Nun mengajak pembaca untuk sadar bahwa hidup itu tidak melulu tentang diri sendiri. Hidup itu berkesinambungan dan saling memberikan timbal balik, baik untuk diri kita sendiri, keturunan kita, maupun orang lain. Seperti halnya bahwa hidup itu tidak terus-menerus menerima tetapi juga memberi, meskipun dalam ilmu ekonomi memberi merupakan hal yang merugikan, karena akan mengurangi harta kita.

Seperti yang dikatakan oleh Rasullah SAW “yang engkau miliki adalah yang engkau berikan,” dengan maksud agar harta benda kita bisa merata dan dimanfaatkan orang lain. Kalau kita terlalu ambisius, malah akan menyebabkan ketimpangan sosial. Seperti halnya yang sudah terjadi di Indonesia, kekayaan alam melimpah tapi rakyatnya tak biasa merasakan. Yang bisa merasakan hanyalah kalangan-kalangan pejabat negara dan yang kaya-kaya saja. Kerjapun susah, sampai-sampai pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Dengan analogi yang dijelaskan oleh Cak Nun tersebut, diharapkan pembaca mampu memahami bahwa tujuan dari agama adalah mendidik manusia agar mampu untuk mengendalikan dirinya. Kita sholat lima waktu agar kita memiliki ritme dalam hidup untuk mengendalikan diri, ada waktunya bangun, wudhu, shalat, dan berhenti. Tidak bisa seenaknya diringkas atau dibolak-balik.

Jangan sampai hidup kita seperti di dalam internet, bebas melampiaskan keinginan, bebas berbicara tapi tanpa tanggung jawab. Bohong atau tidak bukan masalah identitas diri di internet, hal ini menjadikan mental manusia seperti pengecut dalam menyampaikan pendapat. “Jangan memasuki suatu sistem atau suatu keadaan yang membuatmu melampiaskan diri. Tapi, dekat-dekatlah dengan sesama sahabat yang membuatmu mengendalikan diri. Karena Islam itu mengendalikan, sementara internet melampiaskan. Hidup itu harus pintas ngegas dan ngerem“.

Melihat semakin banyaknya kelompok-kelompok Islam yang ada kini, serta perselisihan yang terjadi di kalangan umat Islam, tentunya menjadi sebuah kehawatiran. Cak Nun dalam buku ini berusaha mengajak umat Islam untuk tidak sibuk dengan “Jembatan”. Tujuan kita adalah Islamnya Muhammad. Sedangkan NU, Muhammadiyah, Sunni, Syiah, dan segala macamnya hanyalah jembatan atau jalan/cara/tariqah. Karena sejatinya, Allah mengutamakan cinta sosial dulu barulah cinta pribadi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    Tips Bertahan Hidup Bagi Pengusaha di Tengah Pandemi Corona

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Aktivitas ekonomi tidak luput dari dampak penyebaran virus corona yang dari hari ke hari semakin mengkhawatrikan. Akibatnya, banyak pengusaha terancam gulung tikar karena omzet berkurang drastis. Hari ini dunia ditempa musibah virus bernama Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Wabah penyakit yang berasal dari Wuhan, Cina ini sekarang sudah merebak ke seluruh dunia. Menurut data dari […]

  • Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

    Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 645
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Bagi mahasiswa KKN yang ada program kerja berbagi face shield ataupun masker, bisa menghubungi pihak Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo untuk proses pengambilan,” ungkap Ratna Muthia selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75. “Anggota kelompok 17 tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Semarang, Pati, Blora, Kudus, […]

  • Prodi EI  Studi Religi; Siti Khadijah Wali ke Tujuh di Bali

    Prodi EI Studi Religi; Siti Khadijah Wali ke Tujuh di Bali

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sama halnya di Jawa yang identik dengan walisongo, Bali juga memiliki walipitu yang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam. Tujuh di antaranya yaitu sebagai berikut,

  • Tumpeng, Maulid, dan Lampion: Simbolis Perpisahan KKN Reguler Angkatan-82 Posko 2 UIN Walisongo Semarang

    Tumpeng, Maulid, dan Lampion: Simbolis Perpisahan KKN Reguler Angkatan-82 Posko 2 UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 682
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pada Minggu (2/6/2024), Tim KKN Reg-82 posko 2 dari UIN Walisongo Semarang menggelar acara perpisahan bersama warga Desa Kaliputih. Acara tersebut dibagi dalam dua sesi, sesi siang bersama tokoh-tokoh desa dilaksanakan di Aula RMI NU 26 Irsyadul Aulad dan sesi puncak acara pada malam hari dilaksanakan di Masjid Darul Fallah, Dusun Plandaan Desa Kaliputih. […]

  • DEBAT TERBUKA DEMA-U VS DEMA FSH TAHUN 2023 KIAN MEMANAS

    DEBAT TERBUKA DEMA-U VS DEMA FSH TAHUN 2023 KIAN MEMANAS

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Keluarga Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) menyelenggarakan Debat Terbuka pada Jumat, (22/9/2023) pukul 15.00-17.30 WIB di Landmark UIN Walisongo Semarang. Debat Terbuka tersebut merupakan forum pionir Aliansi Mahasiswa Walisongo (AMW) dan warga UIN Walisongo menggugat arah gerak DEMA-U (Universitas) dalam aturan pragmatis, politis, dan membebek pada kekuasaan. Adu gagasan ini dihadiri oleh Faris Balya selaku […]

  • Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    Pemerintah Sesuaikan Kebijakan PPN: Kenaikan Tarif 12% Hanya untuk Barang Mewah

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Fatimah Pajak adalah salah satu komponen penting dalam proses pembangunan nasional dan berfungsi sebagai sumber daya keuangan utama bagi negara, sehingga dapat mendukung upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mencapai kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk penerimaan negara dari pajak adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PPN merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan, yang […]

expand_less