Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 513
  • comment 0 komentar

emhaJudul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem

Penulis             : Emha Ainun Nadjib

Penerbit           : Noura Books

Cetakan           : Kelima, September 2017

Halaman          : x + 230 halaman.

ISBN               : 978-602-385-150-8

Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda

Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain yang pernah ditulisnya. Dengan judul buku “Hidup itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem” penulis mencoba menggambaran topik bacaan secara sederhana dan menarik. Buku ini berisikan nasihat-nasihat kearifan Cak Nun yang dikemas dengan berbagai pendekatan, baik dari sisi budaya, politik, kearifan lokal, tafsir, bahkan sains.

Bagi para penggemar atau yang sering mendengar ceramah Cak Nun, pasti akan merasa mendengar secara langsung nasihat-nasihat tersebut. Namun dalam bentuk tulisan, Cak Nun memang memiliki gaya bahasa yang khas, yakni santai. Seperti yang pernah dikatakan seorang Budayawan Sufi, Candra Malik “Cak Nun adalah penjaga Telaga Al Kautsar. Dia mempersilakan siapa pun yang berjumpa dengannya untuk membasuh badan rohani dan melepas dahaga batin. Dia menemani kita untuk istirahat sejenak dari kerumitan dan menyuguhkan kesederhanaan. Dalam buku ini, sebagaimana dalam kesehariannya, Cak Nun menyampaikan kabar langit dengan bahasa bumi”

“Masyarakat Madani” istilah yang kini sering digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam Islam ada istilah “Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur“, namun disitu ketambahan wa rabbun ghafur. Maksudnya, kaya atau miskin tidak masalah asal hatinya tidak bimbang dan tetap bersyukur. Dalam hal ini Cak Nun menganalogikan seperti hidup rukun, tentram, dan raharja yang ke semuanya diterima Allah. Alasan Allah menambahkan wa rabbun ghafur agar manusia tahu bahwa kesenangan saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan ketaatan pada Allah.

Dalam pemahaman melalui pengalaman dan rasa, Cak Nun menjelaskan bahwa kebenaran sains bukan hal yang sebenarnya benar. Setiap orang memiliki kebenarannya sendiri, saya memiliki kebenaran saya sendiri dan kamu punya kebenaran kamu sendiri. Karena posisi manusia bukan di “adalah”, tapi di “semoga”. Tidak di “pasti”, tapi di “insya Allah”. Bagi Cak Nun kebenaran yang sejati merupakan yang kita cari bersama-sama dan selama hidup kita, yang ujungnya  berupa semoga. Karena Allah juga tidak menagih manusia untuk menemukan kebenaran, yang Allah perintahkan hanyalah untuk mencarinya.

Seperti halnya bertani, seorang petani tak akan pernah tahu hasil yang ia tanam, apakah berbuah atau tidak, yang dia tahu hanyalah menanam dan merawatnya. Karena yang menetukan hasilnya hanyalah Allah.

Dalam buku ini Cak Nun mengajak pembaca untuk sadar bahwa hidup itu tidak melulu tentang diri sendiri. Hidup itu berkesinambungan dan saling memberikan timbal balik, baik untuk diri kita sendiri, keturunan kita, maupun orang lain. Seperti halnya bahwa hidup itu tidak terus-menerus menerima tetapi juga memberi, meskipun dalam ilmu ekonomi memberi merupakan hal yang merugikan, karena akan mengurangi harta kita.

Seperti yang dikatakan oleh Rasullah SAW “yang engkau miliki adalah yang engkau berikan,” dengan maksud agar harta benda kita bisa merata dan dimanfaatkan orang lain. Kalau kita terlalu ambisius, malah akan menyebabkan ketimpangan sosial. Seperti halnya yang sudah terjadi di Indonesia, kekayaan alam melimpah tapi rakyatnya tak biasa merasakan. Yang bisa merasakan hanyalah kalangan-kalangan pejabat negara dan yang kaya-kaya saja. Kerjapun susah, sampai-sampai pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Dengan analogi yang dijelaskan oleh Cak Nun tersebut, diharapkan pembaca mampu memahami bahwa tujuan dari agama adalah mendidik manusia agar mampu untuk mengendalikan dirinya. Kita sholat lima waktu agar kita memiliki ritme dalam hidup untuk mengendalikan diri, ada waktunya bangun, wudhu, shalat, dan berhenti. Tidak bisa seenaknya diringkas atau dibolak-balik.

Jangan sampai hidup kita seperti di dalam internet, bebas melampiaskan keinginan, bebas berbicara tapi tanpa tanggung jawab. Bohong atau tidak bukan masalah identitas diri di internet, hal ini menjadikan mental manusia seperti pengecut dalam menyampaikan pendapat. “Jangan memasuki suatu sistem atau suatu keadaan yang membuatmu melampiaskan diri. Tapi, dekat-dekatlah dengan sesama sahabat yang membuatmu mengendalikan diri. Karena Islam itu mengendalikan, sementara internet melampiaskan. Hidup itu harus pintas ngegas dan ngerem“.

Melihat semakin banyaknya kelompok-kelompok Islam yang ada kini, serta perselisihan yang terjadi di kalangan umat Islam, tentunya menjadi sebuah kehawatiran. Cak Nun dalam buku ini berusaha mengajak umat Islam untuk tidak sibuk dengan “Jembatan”. Tujuan kita adalah Islamnya Muhammad. Sedangkan NU, Muhammadiyah, Sunni, Syiah, dan segala macamnya hanyalah jembatan atau jalan/cara/tariqah. Karena sejatinya, Allah mengutamakan cinta sosial dulu barulah cinta pribadi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soft Launching Lagu “Profesorku Keren” Ikut Memeriahkan Febiversary ke-9

    Soft Launching Lagu “Profesorku Keren” Ikut Memeriahkan Febiversary ke-9

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 620
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memperingati anniversary yang ke-9 pada jumat, (9/12/2022) bertempat di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini megangkat tema “Getting Better and Contribute More”. Acara ini dimeriahkan oleh sejumlah dosen, tenaga pendidik (tendik), dan mahasiswa FEBI. Acara febiversary dimulai pukul 07.00 yang […]

  • UIN Walisongo Merayakan Prestasi Wisudawan dengan Konsep Wisuda yang Inovatif

    UIN Walisongo Merayakan Prestasi Wisudawan dengan Konsep Wisuda yang Inovatif

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 539
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menyelenggarakan Acara Wisuda  Doktor (S.3) Ke-33, Magister (S.2) ke-57, Sarjana (S.1) ke-90 yang bertempat di Auditorium 2  Kampus 3 UIN Walisongo pada hari Rabu, (8/11/2023) yang dilaksanakan satu sesi dimulai pada pukul 07.00-11.00 WIB. Jumlah wisudawan pada periode November kali ini berjumlah 629 orang yang terdiri 1 orang Doctor […]

  • Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 534
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Investion 2019 adalah seminar nasional pasar modal syariah yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Seminar ini dihadiri oleh tiga narasumber yakni Herry Gunawan Muhammad, Davis Giola Lesmana, dan Fanny Rifqi El Fuad. Seminar nasional pasar modal syariah yang bertajuk Sukses Sejak Dini Dimulai dengan Investasi Halal Masa Kini  ini berlangsung di Audit II […]

  • Perayaan Harlah JQH el-Fasya Tuai Pujian Wakil Dekan III

    Perayaan Harlah JQH el-Fasya Tuai Pujian Wakil Dekan III

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 578
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Panggung megah di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang ramai dikerumuni massa. Pasalnya, banyak orang berbondong-bondong mengikuti dan menyaksikan acara Gebyar Festival Islami (GFI), baik dari dalam maupun dari luar kampus. Kamis, (29/3/18). Acara yang bertajuk “Harmoni Cinta Seni Islami” ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyatul Qurra’ […]

  • Ketua HMJ Hukum Pidana Islam; Akademik menjadi Faktor Mahasiswa Minim Berorganisasi

    Ketua HMJ Hukum Pidana Islam; Akademik menjadi Faktor Mahasiswa Minim Berorganisasi

    • calendar_month Rab, 13 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 513
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Salah satu rangkaian acara Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) UIN Walisongo Semarang adalah pelaksanaan debat kandidat. Debat kandidat ini dilaksanakan serentak  di delapan fakultas. Rabu, (13/12/2017). Di tengah lalu lalang mahasiswa, debat kandidat calon ketua lembaga intra Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) berlangsung di pelataran Kantor […]

  • Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 461
    • 0Komentar

    lpminvest.com­- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1 Perbankan Syariah (PBAS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Nasional di Gedung Teater Soshum Lantai 3, pada Senin (8/5/2023). Semiloka Nasional ini akan diadakan selama 2 hari yaitu hari senin dan kamis mendatang. Seminar Nasional ini mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri […]

expand_less