Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 8 Des 2017
  • visibility 786
  • comment 0 komentar

emhaJudul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem

Penulis             : Emha Ainun Nadjib

Penerbit           : Noura Books

Cetakan           : Kelima, September 2017

Halaman          : x + 230 halaman.

ISBN               : 978-602-385-150-8

Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda

Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain yang pernah ditulisnya. Dengan judul buku “Hidup itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem” penulis mencoba menggambaran topik bacaan secara sederhana dan menarik. Buku ini berisikan nasihat-nasihat kearifan Cak Nun yang dikemas dengan berbagai pendekatan, baik dari sisi budaya, politik, kearifan lokal, tafsir, bahkan sains.

Bagi para penggemar atau yang sering mendengar ceramah Cak Nun, pasti akan merasa mendengar secara langsung nasihat-nasihat tersebut. Namun dalam bentuk tulisan, Cak Nun memang memiliki gaya bahasa yang khas, yakni santai. Seperti yang pernah dikatakan seorang Budayawan Sufi, Candra Malik “Cak Nun adalah penjaga Telaga Al Kautsar. Dia mempersilakan siapa pun yang berjumpa dengannya untuk membasuh badan rohani dan melepas dahaga batin. Dia menemani kita untuk istirahat sejenak dari kerumitan dan menyuguhkan kesederhanaan. Dalam buku ini, sebagaimana dalam kesehariannya, Cak Nun menyampaikan kabar langit dengan bahasa bumi”

“Masyarakat Madani” istilah yang kini sering digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam Islam ada istilah “Baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur“, namun disitu ketambahan wa rabbun ghafur. Maksudnya, kaya atau miskin tidak masalah asal hatinya tidak bimbang dan tetap bersyukur. Dalam hal ini Cak Nun menganalogikan seperti hidup rukun, tentram, dan raharja yang ke semuanya diterima Allah. Alasan Allah menambahkan wa rabbun ghafur agar manusia tahu bahwa kesenangan saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan ketaatan pada Allah.

Dalam pemahaman melalui pengalaman dan rasa, Cak Nun menjelaskan bahwa kebenaran sains bukan hal yang sebenarnya benar. Setiap orang memiliki kebenarannya sendiri, saya memiliki kebenaran saya sendiri dan kamu punya kebenaran kamu sendiri. Karena posisi manusia bukan di “adalah”, tapi di “semoga”. Tidak di “pasti”, tapi di “insya Allah”. Bagi Cak Nun kebenaran yang sejati merupakan yang kita cari bersama-sama dan selama hidup kita, yang ujungnya  berupa semoga. Karena Allah juga tidak menagih manusia untuk menemukan kebenaran, yang Allah perintahkan hanyalah untuk mencarinya.

Seperti halnya bertani, seorang petani tak akan pernah tahu hasil yang ia tanam, apakah berbuah atau tidak, yang dia tahu hanyalah menanam dan merawatnya. Karena yang menetukan hasilnya hanyalah Allah.

Dalam buku ini Cak Nun mengajak pembaca untuk sadar bahwa hidup itu tidak melulu tentang diri sendiri. Hidup itu berkesinambungan dan saling memberikan timbal balik, baik untuk diri kita sendiri, keturunan kita, maupun orang lain. Seperti halnya bahwa hidup itu tidak terus-menerus menerima tetapi juga memberi, meskipun dalam ilmu ekonomi memberi merupakan hal yang merugikan, karena akan mengurangi harta kita.

Seperti yang dikatakan oleh Rasullah SAW “yang engkau miliki adalah yang engkau berikan,” dengan maksud agar harta benda kita bisa merata dan dimanfaatkan orang lain. Kalau kita terlalu ambisius, malah akan menyebabkan ketimpangan sosial. Seperti halnya yang sudah terjadi di Indonesia, kekayaan alam melimpah tapi rakyatnya tak biasa merasakan. Yang bisa merasakan hanyalah kalangan-kalangan pejabat negara dan yang kaya-kaya saja. Kerjapun susah, sampai-sampai pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Dengan analogi yang dijelaskan oleh Cak Nun tersebut, diharapkan pembaca mampu memahami bahwa tujuan dari agama adalah mendidik manusia agar mampu untuk mengendalikan dirinya. Kita sholat lima waktu agar kita memiliki ritme dalam hidup untuk mengendalikan diri, ada waktunya bangun, wudhu, shalat, dan berhenti. Tidak bisa seenaknya diringkas atau dibolak-balik.

Jangan sampai hidup kita seperti di dalam internet, bebas melampiaskan keinginan, bebas berbicara tapi tanpa tanggung jawab. Bohong atau tidak bukan masalah identitas diri di internet, hal ini menjadikan mental manusia seperti pengecut dalam menyampaikan pendapat. “Jangan memasuki suatu sistem atau suatu keadaan yang membuatmu melampiaskan diri. Tapi, dekat-dekatlah dengan sesama sahabat yang membuatmu mengendalikan diri. Karena Islam itu mengendalikan, sementara internet melampiaskan. Hidup itu harus pintas ngegas dan ngerem“.

Melihat semakin banyaknya kelompok-kelompok Islam yang ada kini, serta perselisihan yang terjadi di kalangan umat Islam, tentunya menjadi sebuah kehawatiran. Cak Nun dalam buku ini berusaha mengajak umat Islam untuk tidak sibuk dengan “Jembatan”. Tujuan kita adalah Islamnya Muhammad. Sedangkan NU, Muhammadiyah, Sunni, Syiah, dan segala macamnya hanyalah jembatan atau jalan/cara/tariqah. Karena sejatinya, Allah mengutamakan cinta sosial dulu barulah cinta pribadi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Komedi Horor Epik di Film Agak Laen

    Kisah Komedi Horor Epik di Film Agak Laen

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul Agak Laen Sutradara Muhadkly Acho Produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika Ditulis oleh Muhadkly Acho Pemeran Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, Oki Rengga, Tissa Biani, Arie Kriting, dan lain-lain Perusahaan Produksi Imajinari Jagartha Trinity Entertainment Network A&Z Films Tanggal Rilis 1 Februari 2024 (Indonesia) 7 Maret 2024 (Malaysia dan Brunei Darussalam) […]

  • Suara Dalam Diam

    Suara Dalam Diam

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Oleh : Khoirunnisa Nasution Di sudut kota yang bising dan tua, Teriak lidah-lidah tak bersuara. Opini bak angin berlari, Tapi siapa peduli? Siapa mendengar? Dalam baris-baris sunyi yang tertulis, Jiwa-jiwa berbicara, tapi tak tertangkap. Dari hati-hati yang sempat retak, Tumbuh harapan walau nampak rapuh. Wahai zaman, berhentilah sejenak, Dengar suara kecil yang berteriak. Opini bukan […]

  • Aksi Kamisan Semarang: Akibat Dari Tindak Eksesif Polisi

    Aksi Kamisan Semarang: Akibat Dari Tindak Eksesif Polisi

    • calendar_month Kam, 28 Nov 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 988
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kejadian penembakan yang dilakukan polisi Semarang kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Semarang berujung pada kesimpulan buntu. Kejanggalan yang ada membawa seluruh warga Semarang menyuarakan aksi kamisan pada Kamis, (28/11/2024). Membentangkan spanduk-spanduk berisikan tuntutan tepat di depan gerbang Polda Jateng, semata-mata menuntut pengusutan tuntas kasus ini. Gerakan dikoordinir melalui poster yang tersebar […]

  • Bekali Maba di Awal Perkuliahan, LPM Invest Selenggarakan Pelatihan Makalah

    Bekali Maba di Awal Perkuliahan, LPM Invest Selenggarakan Pelatihan Makalah

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Senin, (16/08/2021) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest mengadakan pelatihan makalah. Acara yang diikuti oleh mahasiswa baru (maba) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini menghadirkan pembicara berprestasi juga alumni FEBI. Kegiatan ini terselenggara melalui platform virtual meeting Zoom dan mendapat antusias lebih dari 140 akun maba FEBI UIN Walisongo. Diadakannya pelatihan makalah tersebut bertujuan […]

  • bearo casino"> Top 5 tafelspellen bij <a href=bearo casino">

    bearo casino">Top 5 tafelspellen bij bearo casino

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Key facts: Min. storting 10 EUR | Inzetvereisten 37x | Gem. RTP 96.3% | Uitbetalingen 23-47 uur | 1,840 spellen Fout 1: Spellen kiezen zonder RTP te controleren Veel spelers vergeten om de Return to Player (RTP) percentages van tafelspellen te bekijken. Dit is cruciaal. Spellen met een hogere RTP, zoals blackjack, hebben doorgaans een […]

  • Memanfaatkan Liburan Semester Dengan Berbisnis

    Memanfaatkan Liburan Semester Dengan Berbisnis

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 640
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Libur semester adalah momentum yang ditunggu-tunggu Mahasiswa untuk me-refresh pikirannya setelah melalui ujian semester. Biasanya momen ini dimanfaatkan Mahasiswa untuk jalan-jalan dengan teman serta mencari hiburan agar menumbuhkan semangat baru untuk semester berikutnya. Namun, beberapa mahasiswa memilih bekerja dan belajar berbisnis untuk membantu dan meringankan beban orang tuanya. “Daripada liburan saya hanya di rumah mendingan […]

expand_less