Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
  • visibility 459
  • comment 0 komentar

IMG-20170228-WA0084

lpminvest.com– Guru Besar dan Akademisi UIN Walisongo adakan diskusi “Meski Berbeda, Kita Saudara”. Diskusi ini mengusung tema “Meneguhkan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderat” berlangsung di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017).

Acara yang berlangsung pukul 13.00-16.00 ini berlatar belakang menguaknya kelompok-kelompok yang saling menyerang, baik bermotif politik, ekonomi dan lain sebagainya. Pasalnya, sebelum menggelar diskusi, beberapa kali telah dilakukan diskusi-diskusi kecil antar akademisi.

Tidak hanya berakhir sampai disini, diskusi akan dilanjutkan pada tanggal 15 Maret 2017 bertempat di Wisma Perdamaian yang telah disetujui Walikota Semarang. Nantinya diskusi akan dihadiri KH.Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Habib Luthfi bin Yahya. Selain itu juga dihadiri oleh perwakilan akademisi dari Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah.

Muhibbin, menuturkan diskusi lanjutan akan dilaksanakan karena telah mendapat persetujuan dari para Rektor Perguruan Tinggi.

“Setelah berkomunikasi dengan para Rektor terkait diskusi ini, mereka menyetujui dan UIN Walisongo dianggap mampu mengawalinya. UIN bagaikan mobil, Guru Besar maupun akademisi ibarat supirnya.” ujar Rektor UIN Walisongo Semarang.

Diskusi yang bertempat di aula 1 Lantai II ini dihadiri kurang lebih 80 peserta yang terdiri dari Guru Besar, akademisi, maupun Pers Mahasiswa. Disebukan bahwa Akar radikalisme bermula dari banyaknya pihak yang mencoba untuk melakukan pengeboman.

Menurut Arsyad Mbai yang disebutkan oleh Abdul Hadi dalam diskusi ini bahwa radikalisme adalah akar dari terorisme. Ideologi radikalisme  merupakan penyebab dari maraknya aksi teror. Ada dua penyebab radikalisme, yang pertama, penindasan politik Islam, dan kedua, fenomena ekonomi politik.

“Ada salah satu tanggapan dari akademisi yang lain bahwa kita selalu menggebu tentang radikalisme dan melupakan liberalisme. Menuliskan tentang kafir, intoleransi, riddah, kristenisasi dan sebagainya. Sekali-kali kalau bisa mengumpulkan kaum radikalisme dan liberalisme dalamsatu forum dibawah satu panji. Kita beda, kita sama.”Ujarnya.

Sebelum mengakhiri diskusi, dilakukan penandatanganan petisi oleh Rektor UIN Walisongo. petisi tersebut nantinya akan dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). (anizara_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 359
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • Pengumuman Penerimaan Kru Magang LPM Invest 2017

    Pengumuman Penerimaan Kru Magang LPM Invest 2017

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Berdasarkan tes seleksi yang telah dilakukan sebelumnya dan pertimbangan hasil tes seleksi oleh LPM Invest. Berikut kami sampaikan nama yang lolos seleksi kru magang LPM Invest 2017, sebagaimana yang tertera di bawah ini: Fachrizal Familudin Shinta Dewi Nur faizun Yeni Rahayu Aisyah Septiasari Annisa Nurul Hidayah Fany Mulya Riski Falikhatul Abriza Siti Rizkiyyah Muhammad Gufron […]

  • Cabor Mobile Legend Menemui Kendala, Begini Penyelesaiannya

    Cabor Mobile Legend Menemui Kendala, Begini Penyelesaiannya

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 428
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat, (18/11/2022) Piala FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) 2022 yang dihandle oleh UKM EBI Sport mengadakan lomba Mobile Legend Bang Bang (MLBB). Cabang olahraga (cabor) e-sport ini diadakan di Gedung L kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Cabor MLBB diikuti oleh 8 tim dengan setiap jurusan mengirim masing-masing dua (2) tim. Cabor e-sport satu […]

  • HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    HMJ Biologi: Kesehatan sangat penting, tanpa kesehatan kita sulit berfikir

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Lpminvest.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, menggelar stand kesehatan di Taman  Jati kampus II UIN Walisongo Semarang. Kamis, (11/06/2015). Agenda tersebut dalam rangka ulang tahun HMJ pendidikan Biologi yang ke-7. Pihak HMJ mendatangkan Sri sebagai salah satu dokter dari poliklinik kampus 1 dan Arif […]

  • PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

    PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Tepat 22 Oktober 2015 Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta. Maksud dari Penetapan Hari Santri Nasional ini adalah untuk mengenang dan meneladani semangat jihad para santri yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hal ini merujuk pada sejarah resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 […]

  • Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    Masa Pandemi, Masa Tumbuh Subur Patriarki

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 370
    • 0Komentar

    “Lha ngunu, cah wedok yo kudune resik-resik omah, masak, umbah-umbah,” kata mbahku setiap mendapati aku sedang melakukan aktivitas sehari-hari di rumah. Bukan perkataan pakar ataupun ilmuwan terkemuka, tapi cukup membuatku berpikir bahwa di masyarakat ini perlu ada yang dirubah, pola pikir. Mungkin sebagian besar perempuan, adanya perkataan seperti itu dianggap biasa. Ya, karena itu tugas […]

expand_less