Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Hikayat Para Pemeluk Luka

Hikayat Para Pemeluk Luka

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

​Di hamparan aspal yang membentang tanpa ujung, sebuah jalur tunggal yang kita sebut takdir. Semua orang adalah pengelana. Tidak ada bangku untuk beristirahat, tidak ada persimpangan untuk berbalik arah. Ribuan langkah berderap serempak, menciptakan irama monoton yang memenuhi udara.

​Jika dilihat dari ketinggian kerumunan itu tampak seperti sungai yang mengalir dalam remang. Namun, jika kau turun dan berjalan di antara mereka kau akan melihat pemandangan yang ganjil.

​Hampir setiap orang berjalan dengan posisi tangan yang serupa: melingkar erat di depan dada.

​Mereka tidak sedang kedinginan. Mereka sedang mendekap luka masing-masing.

​Ada yang mendekapnya dengan kasar seolah sedang mencekik rasa sakit agar tidak berteriak. Ada yang mendekapnya dengan gemetar seolah ketakutan jika rahasia di balik jemari mereka terungkap. Namun ada pula yang memeluk lukanya dengan ketenangan yang ganjil. Seperti seorang ibu yang menimang bayi yang sedang lelap.

​Anehnya, mereka yang memeluk dengan paling tulus adalah mereka yang langkahnya paling stabil.

​Di tengah kegelapan jalan takdir yang seringkali berkabut dari sela-sela lengan yang saling mengunci itu keluar pendar cahaya. Pijar-pijar itu kecil namun cukup untuk menyinari aspal di bawah kaki masing-masing pejalan. Cahaya itu tidak bersumber dari langit melainkan merembes dari retakan-retakan di dada yang mereka dekap.

​Luka-luka itu, jika dibiarkan terbuka dan ditolak hanya akan menjadi borok yang meracuni langkah. Namun, di jalan ini, orang-orang belajar sebuah hukum alam yang sunyi bahwa rasa sakit yang diterima dan dipeluk dengan tabah akan perlahan mengkristal menjadi cahaya.

​Di jalan takdir ini kau bisa melihat perbedaan itu dengan jelas.

​Mereka yang mencoba membuang lukanya ke pinggir jalan atau menyeretnya dengan penuh amarah di belakang punggung, justru berjalan dalam kegelapan total. Mereka sering tersandung, menabrak pejalan lain, dan kehilangan arah meskipun jalannya lurus. Mereka memiliki kaki tapi tidak memiliki mata.

​Sebaliknya, para pemeluk luka tetap melangkah dengan khidmat. Mereka tidak lagi bertanya kapan jalan ini akan berakhir. Bagi mereka perjalanan bukan lagi tentang seberapa cepat sampai ke tujuan, melainkan tentang menjaga agar dekapannya tidak melonggar. Sebab mereka tahu di dunia yang seringkali kehilangan cahaya ini hanya hancurnya diri sendiri yang sanggup menjadi suar penunjuk jalan.

​Maka ribuan orang itu terus berjalan. Sebuah orkestra langkah kaki yang membawa cahaya-cahaya kecil di dada mereka. Mereka tidak saling bicara namun mereka saling tahu bahwa di balik balutan pakaian masing-masing, ada luka yang sedang dipeluk erat, yang memastikan mereka tidak akan pernah benar-benar tersesat di atas garis yang telah digariskan.

[ Pengurus Invest BPH Periode 25/26 ]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank   

    Mahasiswa FEBI Antusias Menyambut Mini Bank  

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 199
    • 0Komentar

    lpminvest.com–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang merubah tampilan mini bank yang ada di kantor Fakultas. Mini bank merupakan fasilitas yang sudah cukup lama berjalan di kampus yang baru saya bertransformasi dari IAIN menjadi UIN ini, namun belum berfungsi secara normal. Mini bank ini diperuntukan untuk mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam serta mahasiswa […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 237
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

  • Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 294
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Guru Besar dan Akademisi UIN Walisongo adakan diskusi “Meski Berbeda, Kita Saudara”. Diskusi ini mengusung tema “Meneguhkan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderat” berlangsung di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Acara yang berlangsung pukul 13.00-16.00 ini berlatar belakang menguaknya kelompok-kelompok yang saling menyerang, baik bermotif politik, ekonomi dan lain sebagainya. Pasalnya, […]

  • 116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    • calendar_month Ming, 1 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 210
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Jurusan Akuntansi Syariah (AKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan Distingsi I bagi mahasiswa AKS semester dua. Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, distingsi tersebut diikuti 116 mahasiswa. Kegiatan distingsi tersebut diadakan guna membekali mahasiswa dalam pencapaian Standar AKS. Mengusung tema “Training Persiapan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah”, kegiatan yang […]

  • Si Tua Butuh Teman Mati

    Si Tua Butuh Teman Mati

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Mualifah Sayup-sayup lampu uplik usang tak temaram oleh hembusan desah nafasnya Dengan nafas tersengal-sengal ia tertegun dengan suatu makna mendalam Ayat-ayat cinta Sekelilingnya terkepung dingin angin malam Bambu di luar rumah bambunya berdecit-decit, Ikut bertasbih, menemani si tua bersemedi dalam sajadah berkaratnya Dengan Warna pudar tiada berlukis rupa Khusuk sampai tertunduk […]

  • Najwa Shihab Gagal Hadir, Panitia Bimbang Salurkan Donasi 4000 Buku

    Najwa Shihab Gagal Hadir, Panitia Bimbang Salurkan Donasi 4000 Buku

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 263
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Salah satu rangkaian kegiatan dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di hari terakhir adalah gerakan donasi 4000 buku yang diikuti seluruh Mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang. Rabu, (29/8/2018). Donasi 4000 buku ini diterima dengan baik oleh mahasiswa baru. Mereka merasa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan, khususnya di daerah yang masih […]

expand_less