Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 545
  • comment 0 komentar

(Prosesi pengarakan kerbau untuk seserahan. Sumber: budaya-indonesia.org)

Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan yang tak dimiliki oleh negara lain.

Dari banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, salah satunya ada pada budaya. Setiap tempat memiliki berbagai adat dan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari Yogyakarta dengan upacara Sekaten, Jawa Tengah dengan upacara adat Tingkeban, Jawa Timur dengan Ruwatan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, ada lebih banyak lagi budaya dan tradisi yang ada di setiap daerah serta mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas.

Sebuah kota di Jawa Tengah yakni Kota Jepara memiliki satu tradisi unik yang berhubungan dengan penyerahan maskawin berupa hewan kerbau. Tradisi ini bernama Prasah dan terdapat di Desa Sidigede, Welahan. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi mahal karena tak sembarang orang bisa melakukannya. Konon, hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang mampu melaksanakan tradisi ini.

Prasah merupakan tradisi pemberian maskawin dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan berupa seekor kerbau sebagai bentuk seserahan atau hantaran. Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang ada di Desa Sidigede, Jepara. Konon, tradisi Prasah terinspirasi dari cerita Joko Tingkir yang ingin meminang kekasihnya. Joko Tingkir harus menaklukkan kerbau sebagai bukti cintanya kepada putri kerajaan Demak saat itu sebagai persyaratan.

Saat proses penyerahan, kerbau akan diarak dan digiring oleh orang-orang yang berpengalaman dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Tim penarik kerbau yang berjumlah sekitar 15-30 orang itu masing-masing berperan memegang tali yang sudah dikaitkan pada kerbau tersebut. Tak hanya kerbau yang diberikan sebagai seserahan, namun juga perabotan rumah tangga seperti lemari dan lainnya. Dahulu, mempelai laki-laki di Desa Sidigede selalu membawa kerbau berukuran besar dan gemuk untuk mempersunting mempelai perempuan. Hal ini dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki-laki dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu harga kerbau semakin mahal. Tak heran jika tradisi ini hanya dilakukan oleh orang-orang dari kalangan mampu karena untuk melakukan tradisi Prasah diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Demi melaksanakan Prasah, kerbau yang disiapkan harus diikat terlebih dahulu. Setelahnya, kerbau perlu dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres. Sisi keseruan dari tradisi ini adalah saat membuat kerbau marah. Semakin kerbau marah, maka semakin seru proses arak-arakan. Dibantu warga, orang-orang yang menggiring kerbau berusaha membuat kerbau tersebut mengamuk dengan berbagai cara, seperti melempar petasan kecil dan lumpur basah. Meski sudah diikat di beberapa sisi, kerbau tersebut terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang. Orang-orang pemegang tali pengikat kerbau yang disebut tukang bracut oleh masyarakat sekitar dibuat kewalahan karena kerbau tersebut hilang kendali. Tak jarang dalam proses pengarakan kerbau, ada saja pagar rumah warga yang rusak atau orang-orang cidera karena amukan kerbau. Namun, amukan itu tak berlangsung lama karena sesampainya di kediaman mempelai perempuan, kerbau tersebut kembali dibacakan mantra oleh sesepuh desa agar kembali tenang.

Tradisi ini dinilai menarik bagi masyarakat Desa Sidigede maupun luar desa. Meskipun terdapat sedikit perbedaan pelaksanaan dari sebelum dan setelah pandemi, setiap ada prosesi keseruan tradisi Prasah selalu menjadi tontonan warga desa. Itulah keseruan budaya unik dari Jepara, Jawa Tengah. Tidak hanya mengandung makna mendalam karena terinspirasi dari kisah Joko Tingkir. Namun lebih dari itu, Prasah menjadi tontonan dan keseruan sendiri bagi masyarakat yang menyaksikan langsung. Winda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi Anggaran Dana Penerbitan oleh LPM Se-UIN Walisongo

    Audiensi Anggaran Dana Penerbitan oleh LPM Se-UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 163
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Audiensi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada hari Senin (26/06/23) membuahkan hasil, meskipun beberapa tuntutan yang di bawa oleh aliansi LPM UIN Walisongo ini ada yang tidak disetujui. Audiensi ini dilaksanakan di Ruang Sidang Senat, gedung K.H. Shaleh Darat Kampus 3 UIN Walisongo. Audiensi terbuka ini dihadiri oleh Wakil […]

  • Peranan  Teknologi AI dalam Membantu Pengembangan UMKM

    Peranan  Teknologi AI dalam Membantu Pengembangan UMKM

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Munculnya era digital telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap bisnis, dimana teknologi memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi. Salah satu teknologi yang paling menjanjikan adalah Artificial Intelligence (AI), yang berpotensi merevolusi cara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beroperasi dan bersaing di pasar. Pada artikel kali ini kita akan membahas peran AI dalam […]

  • Shihabudin; Pemuda Objek dan Penyelesai Masalah

    Shihabudin; Pemuda Objek dan Penyelesai Masalah

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Seminar Kepemudaan dengan tema “Mengoptimalkan Peran Pemuda dalam Merealisasikan Nilai-Nilai Nasionalis yang Berlandaskan Ahlus Sunnah Wal Jamaah”. Seminar diadakan di Auditoriun II Kampus 3 UIN Walisongo. Jumat, (24/3/2017). Seminar yang merupakan bagian dari serangkaian Forum Silaturahmi Mahasiswa (FORSIMA) PAI se-Jawa Tengah ini […]

  • Patah

    Patah

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Patah Oleh: Tegar Arya Affandi Langit murung menabur air hujan Mengalun lirih di malam yang pekat Mengundang keterpakuan diri Pada lisan yang membisu dan hati yang mendadak rindu. Tak disangka, kau datang bagai impian Menghidupkan kembali api yang pernah padam Malam ini, kelam tak terang Kehadiranmu, bagai rembulan yang terhalang malam. Risalah luka, kenangan yang […]

  • 9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

    9 Tahun Aksi Kamisan; Potret Buram Penegakkan HAM di Indonesia

    • calendar_month Sab, 15 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Oleh: Dziyaul L. Tamrin Alumni Lembaga Pers Mahasiswa Invest “Black represents the gloom of this country in terms of human rights. The umbrella carries the message that our right to stage this rally is protected by the Constitution,” Said Commission for Missing Persons and Victims of Violence member Yati Andriani. Banyak negara yang mempunyai rekam […]

  • Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 203
    • 0Komentar

    lpm.invest.com- Wisudawati kembar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI) UIN Walisongo mendapatkan gelar sarjana terbaik di Program Studi  S1 Perbankan Syariah. Gelar ini diraih oleh Novatul Isrowiyah dan Nofiyatul Khoiriyah, saudara kembar yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sama yaitu 3,89 dengan predikat cumlaude. Senin, (18/11/2019). Tidak hanya itu, Novatul juga ternyata penerima bidik misi […]

expand_less