Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
  • visibility 695
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani

Oleh: Dwi Ari Apriliani

“KKN adalah pengalaman sekali seumur hidup, banyak keseruan di dalamnya, dari mulai cinta-cintaan sampai ‘baku hantam’ setiap hari. Bakal kelihatan mana yang rajin, jorok, pemalas, manja,” begitulah buah tangan yang sering dibawakan oleh kakak tingkat usai menjalani ibadah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sangat beruntung, bisa menjadi bagian dari 2.156 mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang dilepas untuk menjalani KKN Reguler dari Rumah (RdR) Angkatan 75. Rutinitas wajib ini tetap berjalan 45 hari (sampai 19 November 2020) meskipun berada di tengah pandemi Covid-19. Mahasiswa lebih paham cara memperhatikan protokol kesehatan dibanding masyarakat awam. Semoga.

Lagi sedang di fase khusyuk mengikuti alur kampus, jadi kalau boleh minta tolong ‘tolong jangan ganggu saya.’ Biarkan saya menyelesaikan proker KKN yang serba-serbi mirip dunia jurnalistik ini. Bagaimana tidak, template program KKN individu sudah terpampang jelas di layar WhatsApp dengan hasil produk KKN yaitu 10 flayer/meme, lima video, dua berita, dan dua artikel atau opini. Sebenarnya tidak berat tugas tersebut, hanya saja nasibku yang kurang beruntung karena kebetulan memiliki tim dari enam kabupaten, yang menyebabkan komunikasi hanya mampu melalui online.

Kala itu deadline untuk mencari anggota KKN terlalu cepat, cuma ada waktu dua hari untuk mencari dan mengirimkan daftar identitas anggota. Sabar, ini hanya maraton online, hehe. Alhasil belum kenal dan belum tahu seluk beluk karakter anggota kelompok, tapi kami dipaksa kenal dengan setiap waktu bercengkrama melalui video call ataupun pesan grup WhatsApp. Tambah lagi, anggota cowok hanya sebutir, itupun karena sebagai syarat supaya bisa daftar KKN. Lengkap sudah, cinta posko hanya mitos hari ini.

Mulai berandai, andai KKN offline! Yakin, pasti cuma ada proker kelompok. Tidak akan ada kewajiban menerbitkan buku dan jurnal juga tentunya. Dosen Pembimbing Lapangan pasti tidak akan pusing menjawab pertanyaan beserta keresahan anak didiknya untuk menyelesaikan kepenulisan ini. Beban ganda yang asik, pasalnya oleh-oleh kita usai KKN bukan lagi sebuah cerita melainkan pengalaman yang dirangkai dalam karya tulis. Bakal tahu rasanya menjadi seorang penulis buku dan peneliti di salah satu jurnal Dimas UIN Walisongo (kalau lolos seleksi, soalnya dari 290 jurnal nantinya hanya dua yang terpilih untuk diterbitkan), sisanya dikemas di prosiding.

Bukan tanpa alasan, saya menyebut KKN kali ini berlandas kegiatan jurnalistik. Sederhananya, jurnalistik adalah profesi yang bergerak untuk menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi  dalam bentuk grafik, gambar, tulisan, dan video ke kalayak umum baik melalui media cetak maupun elektronik. Begitulah gambaran KKN angkatan 75, sebelas duabelas dengan kegiatan seorang jurnalis.

Bagaimana jika mahasiswa paham akan segala jenis berita, mulai dari straight news, hard news, soft news, interpretative news, depth news, investigasi news, opinion news, feature story, dan lain sebagainya? Misal mengambil satu perandaian mahasiswa menulis investigasi news atau tulisan yang berdasarkan hasil penyelidikan khusus tentang suatu peristiwa. Misalnya, mahasiswa berhasil membongkar penyelewengan perangkat desa yang merugikan kepentingan publik atau kesejahteraan sosial. Ini menarik bukan?

Menarik yang kedua, ketika mahasiswa mencoba menuliskan opinion news di tengah peristiwa hangat. Misal berita tentang komentar pengamat ekonomi dan politik mengenai nasib kesejahteraan buruh akibat Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Tulisan itu menarik karena orang lain turut merasa andil dalam tulisan kita, bisa juga berangkat dari hal-hal kecil yang kita amati di lingkungan sekitar.

Sayang, mahasiswa sekarang justru didoktrin seperti humas kampus dengan memberitakan setiap kegiatan tanpa ada nalar kritis dalam tulisan. “Kami media kampus bukan humas kampus, kami tidak ada kewajiban untuk memposting berita acara,” celotehan ala Pemimpin Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ketika ada tumpukan berita acara. Semoga nalar kritis senantiasa membersamai kita dalam situasi KKN ataupun kegiatan lainnya.

Sebenarnya produk wajib KKN ini terkesan mahal, karena tulisan, desain grafis, dan video grafis adalah suatu wujud karya yang efektif untuk menyampaikan informasi di tengah pandemi. Mengingat, berdasarkan data We Are Social dijelaskan bahwa ada 175,4 juta warga Indonesia yang menjadi pengguna internet, angka ini mengalami kenaikan 17 persen dari tahun sebelumnya. Artinya, dari jumlah populasi Indonesia 272,1 juta jiwa, maka 64 persen warga sudah merasakan akses ruang maya. Sehingga ketika program kerja individu dan kelompok KKN berlandaskan kegiatan jurnalistik maka tergolong efektif untuk mahasiswa membuktikan perannya sebagai agent of change.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Paripurna III ORMAWA FEBI 2024 Alami Keterlambatan, Tuai Kritikan dari Wakil Dekan

    Sidang Paripurna III ORMAWA FEBI 2024 Alami Keterlambatan, Tuai Kritikan dari Wakil Dekan

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 606
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sidang paripurna III Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) digelar pada Jum’at, (08/03/2024) bertempat di Gedung Auditorium 1 Lantai 2 kampus 1 UIN Walisongo. Sidang tersebut mengusung tema ‘Optimalisasi Program Kerja Ormawa FEBI dalam Menciptakan Sinergitas Antar Lembaga’. Acara ini diikuti oleh seluruh perwakilan Ormawa, yakni Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan […]

  • Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

    Gadis Asal Magelang, Farras Khirzi Khanifah Berhasil Meraih IPK Tertinggi

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 882
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelaksanaan wisuda UIN Walisongo Semarang digelar secara luring pada Selasa (24/5/2022). Salah satu momen yang ditunggu-tunggu ialah ketika pembacaan nama wisudawan-wisudawati terbaik. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi salah satu acuan merah predikat tersebut. Farras Khirzi Khanifah mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjadi wisudawati peraih IPK tertinggi dengan nilai 3,97 (predikat […]

  • Expo UKM-UKK Warnai PBAK Hari Kedua di FEBI

    Expo UKM-UKK Warnai PBAK Hari Kedua di FEBI

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 614
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang diwarnai expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara daring, expo UKM kali ini digelar secara tatap muka. Expo UKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sendiri berlokasi di lapangan FEBI pada Kamis, (4/8/2022). Expo UKM mendapatkan […]

  • FEBI Lepas 142 Wisudawan

    FEBI Lepas 142 Wisudawan

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 667
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang melepas 142 wisudawan pada Pelepasan Wisuda Ke-10 dan Pengukuhan Keluarga Alumni (KALAM) FEBI Periode 2018-2022, bertempat di Ballroom lantai 5 Harris Hotel Semarang. Senin, (4/3/2019). Berdasarkan laporan Ali Murtadho, Wakil Dekan I Bidang Akademik, wisudawan dari S2 Ekonomi Syariah sebanyak 8 orang. Adapun wisudawan […]

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 603
    • 0Komentar

    “Om, kapan-kapan main lagi yuk.” “Kalau Om sedih ke halaman aja, tiap sore kita main di sana.” “Kita pulang dulu ya, Om.” Aku melambai ringan membalas tiga anak yang sekarang berpamitan itu. Raut bahagia tercetak jelas di wajah mereka, bahkan menular sesaat padaku. Ternyata mereka tinggal di lantai yang berbeda, untuk itu aku membiarkan ketiga […]

  • Perang Iran dan Bayang-bayang Ketidakpastian terhadap IHSG

    Perang Iran dan Bayang-bayang Ketidakpastian terhadap IHSG

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran dan sejumlah negara lain. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global tetapi juga memengaruhi pasar keuangan internasional, termasuk pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator utama kinerja pasar saham domestik menjadi salah satu instrumen yang […]

expand_less