Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
  • visibility 792
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani

Oleh: Dwi Ari Apriliani

“KKN adalah pengalaman sekali seumur hidup, banyak keseruan di dalamnya, dari mulai cinta-cintaan sampai ‘baku hantam’ setiap hari. Bakal kelihatan mana yang rajin, jorok, pemalas, manja,” begitulah buah tangan yang sering dibawakan oleh kakak tingkat usai menjalani ibadah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sangat beruntung, bisa menjadi bagian dari 2.156 mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang dilepas untuk menjalani KKN Reguler dari Rumah (RdR) Angkatan 75. Rutinitas wajib ini tetap berjalan 45 hari (sampai 19 November 2020) meskipun berada di tengah pandemi Covid-19. Mahasiswa lebih paham cara memperhatikan protokol kesehatan dibanding masyarakat awam. Semoga.

Lagi sedang di fase khusyuk mengikuti alur kampus, jadi kalau boleh minta tolong ‘tolong jangan ganggu saya.’ Biarkan saya menyelesaikan proker KKN yang serba-serbi mirip dunia jurnalistik ini. Bagaimana tidak, template program KKN individu sudah terpampang jelas di layar WhatsApp dengan hasil produk KKN yaitu 10 flayer/meme, lima video, dua berita, dan dua artikel atau opini. Sebenarnya tidak berat tugas tersebut, hanya saja nasibku yang kurang beruntung karena kebetulan memiliki tim dari enam kabupaten, yang menyebabkan komunikasi hanya mampu melalui online.

Kala itu deadline untuk mencari anggota KKN terlalu cepat, cuma ada waktu dua hari untuk mencari dan mengirimkan daftar identitas anggota. Sabar, ini hanya maraton online, hehe. Alhasil belum kenal dan belum tahu seluk beluk karakter anggota kelompok, tapi kami dipaksa kenal dengan setiap waktu bercengkrama melalui video call ataupun pesan grup WhatsApp. Tambah lagi, anggota cowok hanya sebutir, itupun karena sebagai syarat supaya bisa daftar KKN. Lengkap sudah, cinta posko hanya mitos hari ini.

Mulai berandai, andai KKN offline! Yakin, pasti cuma ada proker kelompok. Tidak akan ada kewajiban menerbitkan buku dan jurnal juga tentunya. Dosen Pembimbing Lapangan pasti tidak akan pusing menjawab pertanyaan beserta keresahan anak didiknya untuk menyelesaikan kepenulisan ini. Beban ganda yang asik, pasalnya oleh-oleh kita usai KKN bukan lagi sebuah cerita melainkan pengalaman yang dirangkai dalam karya tulis. Bakal tahu rasanya menjadi seorang penulis buku dan peneliti di salah satu jurnal Dimas UIN Walisongo (kalau lolos seleksi, soalnya dari 290 jurnal nantinya hanya dua yang terpilih untuk diterbitkan), sisanya dikemas di prosiding.

Bukan tanpa alasan, saya menyebut KKN kali ini berlandas kegiatan jurnalistik. Sederhananya, jurnalistik adalah profesi yang bergerak untuk menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi  dalam bentuk grafik, gambar, tulisan, dan video ke kalayak umum baik melalui media cetak maupun elektronik. Begitulah gambaran KKN angkatan 75, sebelas duabelas dengan kegiatan seorang jurnalis.

Bagaimana jika mahasiswa paham akan segala jenis berita, mulai dari straight news, hard news, soft news, interpretative news, depth news, investigasi news, opinion news, feature story, dan lain sebagainya? Misal mengambil satu perandaian mahasiswa menulis investigasi news atau tulisan yang berdasarkan hasil penyelidikan khusus tentang suatu peristiwa. Misalnya, mahasiswa berhasil membongkar penyelewengan perangkat desa yang merugikan kepentingan publik atau kesejahteraan sosial. Ini menarik bukan?

Menarik yang kedua, ketika mahasiswa mencoba menuliskan opinion news di tengah peristiwa hangat. Misal berita tentang komentar pengamat ekonomi dan politik mengenai nasib kesejahteraan buruh akibat Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Tulisan itu menarik karena orang lain turut merasa andil dalam tulisan kita, bisa juga berangkat dari hal-hal kecil yang kita amati di lingkungan sekitar.

Sayang, mahasiswa sekarang justru didoktrin seperti humas kampus dengan memberitakan setiap kegiatan tanpa ada nalar kritis dalam tulisan. “Kami media kampus bukan humas kampus, kami tidak ada kewajiban untuk memposting berita acara,” celotehan ala Pemimpin Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ketika ada tumpukan berita acara. Semoga nalar kritis senantiasa membersamai kita dalam situasi KKN ataupun kegiatan lainnya.

Sebenarnya produk wajib KKN ini terkesan mahal, karena tulisan, desain grafis, dan video grafis adalah suatu wujud karya yang efektif untuk menyampaikan informasi di tengah pandemi. Mengingat, berdasarkan data We Are Social dijelaskan bahwa ada 175,4 juta warga Indonesia yang menjadi pengguna internet, angka ini mengalami kenaikan 17 persen dari tahun sebelumnya. Artinya, dari jumlah populasi Indonesia 272,1 juta jiwa, maka 64 persen warga sudah merasakan akses ruang maya. Sehingga ketika program kerja individu dan kelompok KKN berlandaskan kegiatan jurnalistik maka tergolong efektif untuk mahasiswa membuktikan perannya sebagai agent of change.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parade Budaya Tetap Berjalan Meski Waktunya 2 Menit

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 782
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Parade Budaya merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) 2023 dimana organisasi daerah (ORDA) menampilkan pertunjukan yang berhubungan dengan daerahnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, (6/8/2023) di lapangan utama kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo serta bersamaan dengan visit Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Salah satunya yaitu penampilan dari ORDA Keluarga Mahasiswa […]

  • Hari Santri Nasional, Refleksi Jati Diri Santri

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Hari Santri Nasional bukan hanya tentang euforia perayaan, tetapi bagaimana pemaknaannya untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, kaum santri harus benar-benar memahamkan dirinya, mereka harus sadar bahwa santri memiliki peran yang sangat penting demi keberlangsungan Indonesia ke depan. Sepak terjang Nahdhatul Ulama sebagai lembaga keagamaan tidak bisa dipisahkan dari keterlibatannya dalam percaturan politik di […]

  • Tumbuhkan Wadah Sastra LPM Invest Luncurkan Vestologi Edisi Perdana

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Vestlogi edisi perdana ini merupakan kumpulan karya sastra dan puisi dari para penulis muda. Bacaan dengan nuansa baru dari LPM Invest hadir untuk mewarnai dunia sastra. Setiap tulisan dalam majalah ini membawa pembaca pada berbagai kisah yang mengharukan, penuh refleksi, dan menyentuh hati. Dimulai dari cerita cinta tak sampai dalam “Nestapa Sang Pujaan” hingga narasi […]

  • Minimalisir Pencurian Motor, UIN Berlakukan Sistem Kartu Parkir

    • calendar_month Jum, 15 Sep 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Lpminvest.com – Bidang Rumah Tangga UIN Walisongo bersama pihak keamanan kampus memberlakukan sistem pemberian kartu parkir sebagai tanda izin bagi pengendara motor atau mobil yang masuk lingkungan kampus UIN Walisongo. Pemberlakuan sistem tersebut dimulai hari ini. Rabu, (13/09/2017). Hal tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari kasus pencurian motor di Parkiran pelataran Kantor Fakultas Syariah dan […]

  • Juarai Cabor Wall Climbing, Mahasiswi Ini Mengaku Hanya Coba-coba

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 898
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Nia Riska Rahmawati, gadis tangguh asli Semarang berhasil menyabet gelar juara pertama lomba cabang olahraga (cabor) wall climbing kategori lead pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Ketrampilan (Orsenik) 2019. Dengan perolehan poin 30 dengan durasi waktu 04.41, ia berhasil mengalahkan 17 peserta lain dari berbagai fakultas di UIN Walisongo. Meskipun menjadi juara satu, ia […]

  • Cinta dan Bisnis Itu Universal, Jangan Berhenti di Hari Ini

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 911
    • 0Komentar

    “Selamat hari valentine” semoga kasih sayang senantiasa menyertaimu selalu tanpa terhalang pemberian harapan palsu. Kalau kalian lahir era 90-an pasti pernah lihat musim-musim cokelat, boneka dan setangkai bunga yang diberi cuma-cuma untuk pujaan hati di bangku sekolah menengah pertama, anggap cinta monyetlah. Sabar ya kalau kamu hanya sanggup melihat tanpa merasakan sensasi makan cokelat dari […]

expand_less
Exit mobile version