Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

Simsalabim, KKN Ke-75 Menyulap Pesertanya Jadi Jurnalis Dadakan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2020
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani

Oleh: Dwi Ari Apriliani

“KKN adalah pengalaman sekali seumur hidup, banyak keseruan di dalamnya, dari mulai cinta-cintaan sampai ‘baku hantam’ setiap hari. Bakal kelihatan mana yang rajin, jorok, pemalas, manja,” begitulah buah tangan yang sering dibawakan oleh kakak tingkat usai menjalani ibadah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sangat beruntung, bisa menjadi bagian dari 2.156 mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang dilepas untuk menjalani KKN Reguler dari Rumah (RdR) Angkatan 75. Rutinitas wajib ini tetap berjalan 45 hari (sampai 19 November 2020) meskipun berada di tengah pandemi Covid-19. Mahasiswa lebih paham cara memperhatikan protokol kesehatan dibanding masyarakat awam. Semoga.

Lagi sedang di fase khusyuk mengikuti alur kampus, jadi kalau boleh minta tolong ‘tolong jangan ganggu saya.’ Biarkan saya menyelesaikan proker KKN yang serba-serbi mirip dunia jurnalistik ini. Bagaimana tidak, template program KKN individu sudah terpampang jelas di layar WhatsApp dengan hasil produk KKN yaitu 10 flayer/meme, lima video, dua berita, dan dua artikel atau opini. Sebenarnya tidak berat tugas tersebut, hanya saja nasibku yang kurang beruntung karena kebetulan memiliki tim dari enam kabupaten, yang menyebabkan komunikasi hanya mampu melalui online.

Kala itu deadline untuk mencari anggota KKN terlalu cepat, cuma ada waktu dua hari untuk mencari dan mengirimkan daftar identitas anggota. Sabar, ini hanya maraton online, hehe. Alhasil belum kenal dan belum tahu seluk beluk karakter anggota kelompok, tapi kami dipaksa kenal dengan setiap waktu bercengkrama melalui video call ataupun pesan grup WhatsApp. Tambah lagi, anggota cowok hanya sebutir, itupun karena sebagai syarat supaya bisa daftar KKN. Lengkap sudah, cinta posko hanya mitos hari ini.

Mulai berandai, andai KKN offline! Yakin, pasti cuma ada proker kelompok. Tidak akan ada kewajiban menerbitkan buku dan jurnal juga tentunya. Dosen Pembimbing Lapangan pasti tidak akan pusing menjawab pertanyaan beserta keresahan anak didiknya untuk menyelesaikan kepenulisan ini. Beban ganda yang asik, pasalnya oleh-oleh kita usai KKN bukan lagi sebuah cerita melainkan pengalaman yang dirangkai dalam karya tulis. Bakal tahu rasanya menjadi seorang penulis buku dan peneliti di salah satu jurnal Dimas UIN Walisongo (kalau lolos seleksi, soalnya dari 290 jurnal nantinya hanya dua yang terpilih untuk diterbitkan), sisanya dikemas di prosiding.

Bukan tanpa alasan, saya menyebut KKN kali ini berlandas kegiatan jurnalistik. Sederhananya, jurnalistik adalah profesi yang bergerak untuk menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi  dalam bentuk grafik, gambar, tulisan, dan video ke kalayak umum baik melalui media cetak maupun elektronik. Begitulah gambaran KKN angkatan 75, sebelas duabelas dengan kegiatan seorang jurnalis.

Bagaimana jika mahasiswa paham akan segala jenis berita, mulai dari straight news, hard news, soft news, interpretative news, depth news, investigasi news, opinion news, feature story, dan lain sebagainya? Misal mengambil satu perandaian mahasiswa menulis investigasi news atau tulisan yang berdasarkan hasil penyelidikan khusus tentang suatu peristiwa. Misalnya, mahasiswa berhasil membongkar penyelewengan perangkat desa yang merugikan kepentingan publik atau kesejahteraan sosial. Ini menarik bukan?

Menarik yang kedua, ketika mahasiswa mencoba menuliskan opinion news di tengah peristiwa hangat. Misal berita tentang komentar pengamat ekonomi dan politik mengenai nasib kesejahteraan buruh akibat Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Tulisan itu menarik karena orang lain turut merasa andil dalam tulisan kita, bisa juga berangkat dari hal-hal kecil yang kita amati di lingkungan sekitar.

Sayang, mahasiswa sekarang justru didoktrin seperti humas kampus dengan memberitakan setiap kegiatan tanpa ada nalar kritis dalam tulisan. “Kami media kampus bukan humas kampus, kami tidak ada kewajiban untuk memposting berita acara,” celotehan ala Pemimpin Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ketika ada tumpukan berita acara. Semoga nalar kritis senantiasa membersamai kita dalam situasi KKN ataupun kegiatan lainnya.

Sebenarnya produk wajib KKN ini terkesan mahal, karena tulisan, desain grafis, dan video grafis adalah suatu wujud karya yang efektif untuk menyampaikan informasi di tengah pandemi. Mengingat, berdasarkan data We Are Social dijelaskan bahwa ada 175,4 juta warga Indonesia yang menjadi pengguna internet, angka ini mengalami kenaikan 17 persen dari tahun sebelumnya. Artinya, dari jumlah populasi Indonesia 272,1 juta jiwa, maka 64 persen warga sudah merasakan akses ruang maya. Sehingga ketika program kerja individu dan kelompok KKN berlandaskan kegiatan jurnalistik maka tergolong efektif untuk mahasiswa membuktikan perannya sebagai agent of change.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Tournament Mobile Legend, Begini Konsepnya

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 422
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EBI Sport Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo untuk pertama kalinya menggelar Turnamen E-Sport. Berlangsung selama empat hari yaitu mulai tanggal 11-14 September 2020. Turnamen Mobile Legend hanya untuk mahasiswa aktif UIN Walisongo Semarang dengan kuota terbatas, yaitu 32 atlet. Disiarkan langsung melalui kanal youtube UKM EBI Sport […]

  • Kalahkan Peserta Se-Indonesia, Chasan Raih Juara Kaligrafi Nasional

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 438
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Berbekal alat kaligrafi seadanya, Chasan Bisri berhasil menyabet juara tingkat nasional dalam lomba kaligrafi hiasan mushaf Festival Seni Qurani (FSQ). FSQ merupakan bagian dari semarak miladiyah (hari lahir) UKM Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselenggarakan pada Rabu, (1/11). Ia menjadi juara nasional setelah berhasil mengalahkan 50 peserta […]

  • The Psychology of Money

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Judul             : The Psychology of Money Penulis          : Morgan Housel Penerbit          : BACA Tahun Terbit  : 2021 Tebal              : 238 Halaman ISBN            : 078-602-6486-57-8 Penerjemah   : Zia Anshor Peresensi         : Muhammad Fatih Ditulis oleh Morgan Housel, seorang penulis dan investor, buku ini tidak hanya fokus pada angka atau rumus finansial, tetapi lebih pada perilaku […]

  • KALA ITU

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Kala Itu Oleh: M. Shodiq Al Hakim Kala itu Duduk dan membisu Di pinggir jalan berbatu Ditemani oleh pekatnya kabut Suasananya sejuk tapi sunyi   Kala itu Hati dan otak mengalir dalam balutan ketenangan Halus dan lembut laksana kabut Terbawa oleh irama angin syahdu Seketika aku membisu   Otak ingin tertawa Namun hati gundah gulana […]

  • Rektor UIN Walisong Himbau Pelaksanaan Orsenik Berjalan Tertib

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 341
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo Semarang kembali menggelar ajang tahunan Orientasi, Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (ORSENIK). Orsenik 2017 dibuka langsung oleh Muhibbin selaku Rektor UIN Walisongo secara simbolik dengan melakukan service bulu tangkis, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus 3. Jum’at (22/9/2017). Orsenik akan berlangsung selama tiga hari (22-24/9). Pelaksanaan orsenik terdiri dari 37 cabang […]

  • Kompak Belajar dan Diskusi Modal Menangkan Kompetisi

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Semarang- Delegasi Forum Studi Ekonomi dan Hukum Islam (ForSHEI) UIN Walisongo Semarang memenangkan SHEVENT Sharia Economic Competition (SEC) 2017. Kompetisi itu bertajuk “Optimalisasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Sabtu, (09/12/2017). SHEVENT SEC merupakan event tahunan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) sekomisariat Semarang. Adapun perlombaan yang diadakan adalah lomba cerdas cermat, esai […]

expand_less
Exit mobile version