Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Zona Majang Kekhasan Daerah Limit: 20 Tampilan Parade Budaya Saja

Zona Majang Kekhasan Daerah Limit: 20 Tampilan Parade Budaya Saja

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
  • visibility 768
  • comment 0 komentar
Salah satu potret tarian dari KMPP Semarang

Salah satu potret tarian dari KMPP Semarang

lpminvest.com- Senin, (7/9/2020). Berlangsungnya Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di tengah pandemi, tidak menyurutkan antusias orda tampilkan budaya lokal. Kegiatan tersebut usai disaksikan oleh calon mahasiswa baru melalui laman youtube DEMA UIN Walisongo.

“Sebenarnya orda banyak yang antusias, bahkan hampir semua. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan berhubung online maka panitia hanya mampu memberikan kuota untuk 20 orda saja,” terang Melissa selaku Penanggung Jawab Parade Budaya.

Banyak budaya yang ditampilkan, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Bekasi (HIMASI) yang menampilkan tari ondel-ondel.

“Tari ondel-ondel menggambarkan kegembiraan gadis-gadis yang sedang menyemarakkan pesta khitanan. Dan umumnya pesta khitanan di betawi ini selalu dimeriahkan oleh boneka ondel-ondel. Tak hanya itu, tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok oleh penari perempuan. Namun dalam perkembangannya sering dikreasiakan untuk ditarikan oleh sepasang pria dan wanita,” jelas Haikal Alawi selaku ketua HIMASI.

Tak hanya itu saja, gemerlap pagelaran budaya kali ini juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti tarian batik jlamprang.

“Tarian ini mengandung makna pekerja keras, tekun dan rajin. Disamping itu juga, dalam komposisi tariannya menggambarkan ciri khas masyarakat pekalongan yang gemar membatik. Tidak hanya itu saja, dalam penyajiannya tarian ini disajikan dengan gerakan yang berimprovisasi dengan kegiatan membatik,”  ungkap Hadil, selaku ketua Ikatan Mahasiswa Pekalongan di Semarang (IMAPADIS).

Setiap daerah menampilkan tarian yang mencirikan daerah masing-masing, termasuk juga tarian yang dibawakan oleh Keluarga Mahasiswa & Pelajar Pati (KMPP) Semarang yakni tari Bandeng Presto.

“Tarian ini adalah kreasi tari yang menceritakan makanan khas daerah Pati,” ungkap Nila salah satu penari asal KMPP Semarang.

Meskipun bermodal kreativitas sebuah video tanpa live, akan tetapi semua artis parade budaya mengaku tetap memperoleh subsidi.

“Ada dana untuk sewa kostum, makeup, sewa kamera, dan konsumsi yaitu Rp 250.000 sampai Rp 300.000, dimana kami disuruh membuat laporan pengeluaran terlebih dahulu,” tambah perempuan berparas cantik tersebut. (Dedi,Anita_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khatmil Alquran FEBI Minim Partisipasi Mahasiswa

    Khatmil Alquran FEBI Minim Partisipasi Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 635
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Khatmil Qur’an dengan tema “Menjemput Magfiroh” oleh Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang telah sukses di gelar. Namun, hanya sedikit saja mahasiswa yang mengikuti acara tersebut. Kamis, (21/05/2020). Menyadari hal itu, Syaekhu selaku penyelenggara acara mengaku banyak kendala yang menjadi penyebab kurangnya partisipasi mahasiswa. “Kurangnya partisipasi mahasiswa terjadi karena beberapa kendala, […]

  • IPK 3,92 Berhasil Duduki Peringkat Atas dalam Wisuda ke-77 UIN Walisongo

    IPK 3,92 Berhasil Duduki Peringkat Atas dalam Wisuda ke-77 UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 812
    • 0Komentar

    lpminvest.com- 773 mahasiswa UIN Walisongo Semarang menghadiri prosesi wisuda yang ke-77. Wisudawan terdiri dari 16 ahli madia (D3), 719 sarjana (S.1), 34 magister (S.2) dan empat doktor (S.3). Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh rektor UIN Walisongo,Imam Taufiq di Auditorium Kampus III UIN Walisongo. Rabu (29/01/20). Wisudawan terbaik Universitas Islam Negeri Walisongo semarang yang ke-77 kali […]

  • Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    Si Kembar dengan IPK Sama, Kantongi Predikat Mahasiswi Terbaik

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 682
    • 0Komentar

    lpm.invest.com- Wisudawati kembar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(FEBI) UIN Walisongo mendapatkan gelar sarjana terbaik di Program Studi  S1 Perbankan Syariah. Gelar ini diraih oleh Novatul Isrowiyah dan Nofiyatul Khoiriyah, saudara kembar yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sama yaitu 3,89 dengan predikat cumlaude. Senin, (18/11/2019). Tidak hanya itu, Novatul juga ternyata penerima bidik misi […]

  • Maya Sofiah, PU LPM Invest Menjadi Wisudawan Terbaik

    Maya Sofiah, PU LPM Invest Menjadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 649
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mewisuda 966 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan diploma, sarjana, magister dan doktor. Bertempat di Auditorium II Kampus 3. Kamis, (27/07/17). Berdasarkan Surat Keputusan Rektor (SK) Nomor 297 tahun 2017, disebutkan 10 wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Salah satu diantaranya adalah Maya Sofiah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam program […]

  • Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    Hadapi Kuliah Tatap Muka, FEBI Siapkan Berbagai Rencana

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 604
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kuliah blended (pembelajaran kombinasi) UIN Walisongo akan diselenggarakan mulai 11 Oktober nanti hingga akhir semester ganjil ini. Kabar tersebut tertuang dalam Surat Edaran Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 3307/Un.10.0/R.1/DA.05.01/09/2021 tentang Pemberitahuan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas, Rabu, (22/09/2021). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengaku menyambut baik […]

  • MADRE

    MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

expand_less