Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Zona Majang Kekhasan Daerah Limit: 20 Tampilan Parade Budaya Saja

Zona Majang Kekhasan Daerah Limit: 20 Tampilan Parade Budaya Saja

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
  • visibility 669
  • comment 0 komentar

Salah satu potret tarian dari KMPP Semarang

lpminvest.com- Senin, (7/9/2020). Berlangsungnya Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di tengah pandemi, tidak menyurutkan antusias orda tampilkan budaya lokal. Kegiatan tersebut usai disaksikan oleh calon mahasiswa baru melalui laman youtube DEMA UIN Walisongo.

“Sebenarnya orda banyak yang antusias, bahkan hampir semua. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan berhubung online maka panitia hanya mampu memberikan kuota untuk 20 orda saja,” terang Melissa selaku Penanggung Jawab Parade Budaya.

Banyak budaya yang ditampilkan, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Bekasi (HIMASI) yang menampilkan tari ondel-ondel.

“Tari ondel-ondel menggambarkan kegembiraan gadis-gadis yang sedang menyemarakkan pesta khitanan. Dan umumnya pesta khitanan di betawi ini selalu dimeriahkan oleh boneka ondel-ondel. Tak hanya itu, tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok oleh penari perempuan. Namun dalam perkembangannya sering dikreasiakan untuk ditarikan oleh sepasang pria dan wanita,” jelas Haikal Alawi selaku ketua HIMASI.

Tak hanya itu saja, gemerlap pagelaran budaya kali ini juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti tarian batik jlamprang.

“Tarian ini mengandung makna pekerja keras, tekun dan rajin. Disamping itu juga, dalam komposisi tariannya menggambarkan ciri khas masyarakat pekalongan yang gemar membatik. Tidak hanya itu saja, dalam penyajiannya tarian ini disajikan dengan gerakan yang berimprovisasi dengan kegiatan membatik,”  ungkap Hadil, selaku ketua Ikatan Mahasiswa Pekalongan di Semarang (IMAPADIS).

Setiap daerah menampilkan tarian yang mencirikan daerah masing-masing, termasuk juga tarian yang dibawakan oleh Keluarga Mahasiswa & Pelajar Pati (KMPP) Semarang yakni tari Bandeng Presto.

“Tarian ini adalah kreasi tari yang menceritakan makanan khas daerah Pati,” ungkap Nila salah satu penari asal KMPP Semarang.

Meskipun bermodal kreativitas sebuah video tanpa live, akan tetapi semua artis parade budaya mengaku tetap memperoleh subsidi.

“Ada dana untuk sewa kostum, makeup, sewa kamera, dan konsumsi yaitu Rp 250.000 sampai Rp 300.000, dimana kami disuruh membuat laporan pengeluaran terlebih dahulu,” tambah perempuan berparas cantik tersebut. (Dedi,Anita_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    • calendar_month Kam, 5 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 626
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka purnabakti Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI menggelar dialog publik Mengeja Arah Bangsa dengan tajuk “Pemuda Hari Ini Wajah Bangsa Esok Hari” di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Kamis, (5/12/2019). Selain diisi oleh Akademisi UIN Walisongo, Imam Yahya, acara ini […]

  • UIN Walisongo Masih Selenggarakan Pemilwa 2018 dengan Sistem Lama

    • calendar_month Kam, 20 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 562
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Nomor 4961 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Agama Islam, dalam melalukan pemilihan umum mahasiswa (Pemilwa) dilakukan dengan sistem musyawarah mahasiswa (Musma-red). Namun di Pemilwa 2018 ini, UIN Walisongo Semarang belum menerapkan sistem tersebut dan masih menggunakan sistem pemungutan suara. Kamis, (20/12/2018). “Pembahasan […]

  • Ajak Pemuda Hargai Perbedaan Lewat Camp Kebangsaan

    • calendar_month Sen, 5 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 629
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Guna memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 50-nya, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wedi, Klaten, Jawa Tengah menyelenggarakan acara Camp Kebangsaan Pemuda Lintas Iman, bertajuk “Kita Bersaudara”. Camp tersebut diselenggarakan pada 3-4 November 2018, bertempat di Dodiklatpur Kodam IV Diponegoro, Glodogan, Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Camp yang diikuti sekitar 280 pemuda itu bertujuan untuk mengajak […]

  • Sebuket Tulip Merah

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Arsha tak lagi merasa hidup setelah bunganya pergi. Napasnya sering sesak, suasana hatinya sering kali tak baik, dan mulai membenci cuaca cerah. Hal yang sebenarnya cukup menyulitkan, namun baginya yang sudah tak lagi memiliki tenaga untuk bangkit, rasa-rasanya percuma saja jika raga ini berjuang. Arsha tak lagi memiliki alasan kenapa ia harus pulang lebih cepat, […]

  • Menjadi Penulis Membutuhkan Tekad

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 486
    • 0Komentar

    lpminvest.com– 25 Mahasiswa UIN Walisongo mengikuti Training Indonesia Menulis Angkatan ke 80 di Hotel Aziza, Solo. Rabu, (09/11/2016). Training menulis ini diadakan oleh UIN Walisongo, bekerjasama dengan Indonesia Menulis (IM). Acara ini dibuka oleh Maria Harjani, Manajer Training Indonesia Menulis, pada pukul 08.00 Wib di Mina Ballroom. Selepas pembukaan selesai, Budi Sutedjo Dharma Oetomo, berbagi […]

  • Tim KKN UIN Walisongo Rancang Museum Dampak Abrasi

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 647
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-9 UIN Walisongo merancang pembuatan Museum Dampak Abrasi di Desa Bedono Dukuh Morosari RT 4 RW 5, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jumat (7/2/2020) masyarakat Desa Bedono yang bekerjasama dengan Proram Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) dibawah Kementrian Desa melakukan peninjauan area terlebih dahulu. […]

expand_less
Exit mobile version