Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

Semua Berawal Dari Pesantren di Pandeglang

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
  • visibility 863
  • comment 0 komentar
sumber: https://www.google.com/search?q=pesantren&clien

sumber: https://www.google.com/search?q=pesantren&clien

Usai Ujian Nasional SD, waktunya bagi saya untuk mencari sekolah baru ke jenjang pendidikan SMP. Setelah beberapa sekolah saya kunjungi, keputusan jatuh di Sekolah Negeri yang menurutku cukup bagus di daerah Bekasi. Setelah beberapa hari datanglah brosur Pondok Pesaantren dari salah satu teman saya. Akhirnya, orang tua memberikan usulan agar mondok saja. Sempat terpikir kala itu, ”kalau misalkan mondok, apa saja yang nantinya saya dapat?.

Tetapi, mungkin orang tua punya alasan kenapa memberi saran itu, mungkin saja mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi sesama. Dan akhirmya, keputusan saya bulat. Pondok sebagai jalan juang saya selanjutnya.

Mendengar kata Pondok Pesantren, pasti sudah tak asing lagi ditelinga kita. Sebuah tempat dimana kita menimba ilmu agama dan bagaimana cara mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Tentunya banyak teman banyak pengalaman dan cerita khususnya yang akan didapat. Itu pun terjadi padaku sewaktu mondok di Pandeglang.

Nama saya Ari Yuwono Saputro, biasa disapa Ari oleh teman-teman. Saya berasal dari Bekasi.

Pondok saya bernama Ibad Ar Rahman. Letaknya di Pandeglang, tepatnya di jalan Cikoromoy KM 01 Cimanuk Pandeglang Banten. Terbilang cukup jauh dari rumah, mungkin bisa memakan waktu tiga sampai empat jam untuk bisa sampai ke sini. Pondok ini dikelilingi bentangan sawah yang indah dan diapit dua gunung (gunung Karang dan gunung Pulosari) yang indah memanjakan mata, pemandangan yang selalu menawarkan keindahan di setiap mata yang memandang. Seperti inilah gambaran keadaan pondokku. Disini saya adalah santri angkatan pertama, jadi pondok saya ini masih baru, terlihat dari bangunanya yang masih bagus.

Awal saya mondok pada bulan Juli tahun 2010. Rasanya sedih campur senang. Sedih rasanya meninggalkan keluarga dan sanak saudara untuk menuntut ilmu. Ya mau bagaimana lagi, selain mengharap restu orang tua dan lagi pula usia saat itu menginjak 12 tahun, sudah sepatutnya pisah dengan orang tua. Senangnya karena dapat banyak teman baru di sini, ada yang dari Padang, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Ambon dan masih banyak lagi. Satu hal yang terpenting lagi adalah bisa  melanjutkan pendidikan dengan tanpa biaya, dari mulai asrama, sekolah, makan, dan fasilitas lain, semua ditanggung oleh donatur pondok.

Karena sudah berada di lingkungan pondok, para ustadz-lah yang menjadi pengganti orang tua kita. Apabila nantinya ada keperluan, baik menelpon orang tua, perizinan keluar atau apapun itu bisa langsung mendatangi ustadz yang ada. Biasanya sudah ada bagian-bagian yang mengurus segala keperluan santri, setiap kamarpun ada satu ustadz yang menemani sekaligus pembimbing kita.

Saya termasuk golongan dhuafa waktu itu, sebagian teman saya ada yang sama seperti saya ada pula yang yatim dan reguler. Semua kumpul jadi satu slayaknya satu keluarga. Tak pandang kaya atau miskin, semua sama. Alhamdulillah Khusus dhuafa dan yatim selain gratis, biaya kami dapat uang bulanan pula. Semua itu diberikan agar kami berjuang dan berhasil menjadi orang yang bermanfaat nantinya.

Kegitan-kegiatan di pondok sangat padat. Salah satunya halaqah quran. Dalam kegiatan ini kami membentuk lingkaran kecil berjumlah sekitar sepuluh orang. Untuk menghafal quran dan wajib menyetorkannya kepada pembimbing kami. Jumlah kami kurang lebih ada 120 orang, jadi dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok halaqah takhasus dan ada pula yang biasa. Tiap hari kami mengahafal ayat demi ayat halaman demi halaman. Kami terus berupaya agar kami bisa menjadi hafidz quran. Motto pondok kami adalah Al Quran In My Heart And Science In My Mind. Jadi kami disini dituntut menjadi penghafal dan berpengetahuan luas.

Selain kegiatan rutin halaqah quran. Kami juga sekolah seperti biasa. Ada beberapa kelas disini, dari mulai kelas VII A sampai dengan VII D. Pelajaran-pelajarannya pun beragam, ada pelajaran agama dan pengetahuan umum. kami lebih menyukai pelajaran TIK di lab komputer, karena banyak permainannya. Semua selalu tampak antusias dalam belajar sampai tidur di kelas saking semangatnya. Setiap hari kami sekolah dan liburnya di hari Jumat, karena ini pondok jadi berbeda dengan sekolah luar.

            Saya punya banyak teman di pondok, tetapi ada beberapa yang paling dekat. Salah satunya ada Ahmad Mundzir. dia salah satu teman dekat saya. Setiap perizininan keluar ia sering dengan saya. Orangnya pun selalu membantu ketika ada temannya yang sedang dalam masalah. Kami berdua saling kejar-kejaran prestasi di kelas, walau dalam hal Al Quran dia lebih jauh melangkah di depan saya.

Ada beberapa kejadian yang masih saya ingat sampai sekarang. Salah satunya ialah, anak santri biasanya kalau sudah tak betah atau lagi nakal-nakalnya, muncullah dalam benak mereka bagaimana caranya agar bisa kabur dari pondok. Mulai dari lompat pagar sampai izin keluar melebihi batas hanya untuk main Play Station dan warnet, bahkan ada juga yang sampai pulang ke rumah. Pada akhirnya kalau sudah ketahuan, rambut menjadi sasaran empuk bagi ustadz-ustadz yang menghukum.

Saat itu, usai pemberian kajian oleh salah satu ustadz. Ternyata ada banyak manfaat ketika kita dalam ruang lingkup pondok. Yang pertama, setidaknya kita terlatih untuk hidup mandiri, tak harus bergantung kepada orang tua. Yang kedua, kita di didik sebagai kader-kader masa depan yang kelak akan menjadi pemimpin yang benar. Dan yang ketiga, secara tak sadar kita punya keluarga baru.

Itulah yang membedakan antara anak santri dengan anak-anak luar lainnya. Mereka yang hanya belajar lalu pulang, mungkin akan sedikit mengetahui makna hidup. Tetapi kalau kita sudah pernah berada di pondok pesantren. Apapun pondoknya kita pasti akan lebih mengetahui arti hidup itu sendiri.

Singkat cerita, kami mengikuti ujian kelulusan atau yang biasa disebut ujian nasional tingkat SMP. Ini yang akan menentukan lulus atau tidaknya dari selama 3 tahun belajar. Hari-hari yang sudah terlewat tanpa tak meninggalkan kesan hari-hari yang tak akan pernah terlupakan dalam hidup.

Pondok Pesantren sudah menjadi bagian dari diri saya, sudah menjadi satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Banyak pelajaran berarti yang tidak akan pernah terlupakan. Mungkin benar apabila kita masih di pondok selalu mengeluh ingin pulang atau tak betah, Tapi nyatanya setelah keluar kitalah yang akan merindukan pondok, rindu akan suasana kebersamaan yang sulit digambarkan.

Inilah pondokku. Sebuah tempat yang sudah membentuk kepribadian dan tingkah laku saya menjadi seperti sekarang ini. Terima kasih semua yang sudah membimbing dan mendukung di setiap lika-liku hidup saya. Ustadz-ustadz yang tak pernah lelah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan keikhlasannya, semoga Allah balas jasa-jasamu dengan balasan yang setimpal.

Sekarang kami sudah besar, sudah waktunya bagi kami untuk melangkah lebih jauh lagi. Kami harap doa restumu, qgar kami tak tersesat di jalan yang salah. Semoga kami tumbuh menjadi orang-orang besar yang nantinya bisa menjadi pemimpin bangsa yang adil.

Sungguh, aku merindukan suasana saat itu, para kiai, para ustadz

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontroversi Kebijakan Merger UKM: Mahasiswa Bingung, Kepengurusan Akan Hilang?

    Kontroversi Kebijakan Merger UKM: Mahasiswa Bingung, Kepengurusan Akan Hilang?

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 952
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sebelumnya berada di naungan fakultas kini resmi dilebur ke tingkat universitas. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) No. 3814, tertulis bagaimana struktur organisasi kemahasiswaan (ormawa) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). UIN Walisongo mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 2212 sebagai arahan pelaksanaan kegiatan ormawa.  Tertulis […]

  • SEMA Fakultas Syariah Gelar Sidang Pengesahan Program Kerja

    SEMA Fakultas Syariah Gelar Sidang Pengesahan Program Kerja

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 793
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang menggelar Sidang Pengesahan Program Kerja Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpinan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Syariah UIN Walisongo. Sabtu, (7/03/2015). Sidang tersebut digelar di Gedung Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo. Hadir dalam Sidang Pengesahan Program tersebut, antara lain Pengurus DEMA, Pengurus HMJ Ahwal al-Assyakhsiyah (AS), […]

  • Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 737
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. “Selama tiga […]

  • Semnas KOBI; Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Berbisnis dan Berwirausaha

    Semnas KOBI; Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Berbisnis dan Berwirausaha

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 581
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam berwirausaha yang dimulai sejak perkuliahan merupakan salah satu modal bagi seseorang yang ingin berwirausaha atau menjadi pebisnis. Kemampuan berwirausaha bisa dipengaruhi oleh bakat. Namun, bisa juga melalui pengalaman atau pelatihan terkait kewirausahaan.   Untuk itu, Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) mengadakan Seminar Nasional Kewirausahaan dengan tema […]

  • LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    LPM Invest Terima Kunjungan dari LPM Niche Undip

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 770
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam LPM Niche Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang berkunjung ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Hasna Aulia, Pimpinan Umum (PU) LPM Invest menyambut baik visitasi dari LPM Niche Undip. Sebagai LPM yang baru berdiri lima […]

  • Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Career Center merupakan lembaga persiapan dan pengembangan karir, yang berkerja secara profesional dan modern, didukung oleh para tenaga ahli, para profesional, praktisi di berbagai bidang dan kalangan akademisi yang bertujuan mewujudkan suatu sistem dan pengelolaan karir yang efisien dan efektif. Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang merupakan lembaga non-struktural yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi […]

expand_less