Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Santri Mengurangi Antrean PNS

Santri Mengurangi Antrean PNS

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 20 Feb 2016
  • visibility 744
  • comment 0 komentar

Berangkat dari falsafah Santri, bahwa pesantren lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalharjo-Magelang, berinisiatif ikut mengurangi antrean  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengajarkan santri untuk menjadi santri Entrepreneur. Ujar Yusuf Chudlori-pengasuh santri entrepreneur (Jum’at, 20/02/2016)

Meski ketika santri mondok tidak diajari pelajaran tentang mandiri ekonomi, Yusuf menekankan para santri untuk mandiri dalam berwirausaha setelah mereka lulus ngaji. Akronim dari  API sendiri, memiliki indikasi santri kelak akan menjadi seorang  pengajar atau guru. Mengajarkan agama kepada masyarakat, maupun menjadi guru di bidang wirausaha.

Ayah Gus Yusuf (Kyai Chudlori) sejak awal memang  giat berwirausaha. Beberapa peninggalan masih dapat terbaca jelas, berupa tulisan arab yang terpahat di tembok pondok tentang semangat dalam mandiri ekonomi, seperti syair: “ kebaikan ekonomi adalah  terdapat  pada kebaikan agama. Demikian pula kebaikan agama adalah terdapat pada kebaikan ekonomi”.

Maka tak heran semangat untuk terus mandiri terpatri dalam hati para ahli waris dan santri. Kini API memiliki beberapa usaha yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan 7000 santri. Para santri sejak dini diajarkan mandiri, bahkan mereka  tidak perlu ijazah untuk melamar pekerjaan karena mau tidak mau menjadi santri API harus mandiri.

Santri Entrepreneur

Terlepas dari stigma masyarakat, Santri hanya dapat  menjadi pengajar  agama dan membacakan doa, Gus Yusuf membentuk pelatihan Santri Entrepreneur untuk para santri setelah mereka selesai mondok. Tujuannya untuk membentuk mereka menjadi santri mandiri dalam ekonomi, agar saat santri mengajar ia tidak  terganggu masalah keuangan dan memilki banyak waktu luang dengan pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri.

Materi  kewirausahaan sengaja baru diberikan selesai mondok,  agar santri dapat fokus meniti usahanya tanpa terganggu pelajaran pondok saat pelatihan sampai  memulai bisnis.

Selama 35 hari, santri dikarantina dalam pelatihan santri entrepreneur  tersebut.  Bersama beberapa mentor ahli mereka diberi motivasi, pengetahuan berbisnis serta praktik.

Pada pelatihan di Hari pertama, semua barang bawaan peserta dilucuti, mulai dari; dompet, Hp, kendaraan dan assesoris milik semua peserta. Mereka semua dalam keadaan yang  sama, tidak memiliki barang  yang dinamakan harta.

Di pagi hari, Tugas pertama  mencari uang di pasar dan harus pulang  tepat pukul 15.00. Hanya uang  senilai Rp. 2.500 yang diberikan kepada mereka, meski uang  tersebut  akan habis dipakai naik bus ke lokasi pasar. Mereka harus mampu megerjakan apapun untuk mendapatkan uang di pasar. Hasilnya untuk saku pulang dan mengumpulkan modal, karena hanya uang tersebut yang menjadi modal mereka, tidak ada uang lagi untuk 34 hari ke-depan.

Setiap mereka kembali dari pasar uang harus dikumpulkan dalam satu kelompok yang sudah dibentuksebelumnya. Uang tersebut akan dijadikan modal untuk menjadi modal awal bisnis. Bagi kelompok yang  gagal mendapat uang terpaksa harus menikmati nasi tanpa lauk sebagai hukumannya. Dihari selanjutnya, mereka terus berjuang agar dapat nasi lengkap dengan lauk,  yang memberi perbedaan rasa dibanding nasi putih dalam nampan.

“Mereka berjuang mati-matia untuk uang itu, menggunakan kreatifitas dan kerja keras. Salah satu kisah paling fenomenal dari sekian peserta, saat salah satu peserta bekerjasama dengan pedagang bakso yang  saat itu hanya bisa berjualan di luar pasar. Peserta tadi meminjam mangkuk dan sendok penjual bakso untuk  menjualkan bakso di dalam pasar, ia mengetuk-ketuk mangkuk sambil menawari bakso kepada orang-orang di dalam pasar. Setiap ketukan mangkuknya diberi upah Rp.500 oleh pedagang bakso. Memang saat itu penjual bakso mengalami banyak peningkatan penjualan semenjak peserta tadi membantunya. Ini menunjukan bahwa pengusaha membutuhkan kemauan bukan sekedar uang sebagai modal” Ujar Wahyu kartiko sebagai salah satu panitia saat diwawancarai tim Lpminvest

Kegiatan demi kegiatan berjalan,  Sampai pada bagian pelatihan pembukuan keuangan dan fokus pada bisnis masing-masing, hingga pendampingan sebagai tahap terakhir. Beberapa alumni santri entrepreneur berhasil menggeluti bisnis mereka. Bahkan salah satu dari mereka mampu membuka cabang di salah satu mall di Magelang.

Meski rata-rata alumni santri entrepreneur  hanya mampu berusaha dalam usaha mikro, namun penghasilan mereka mampu menyamai para PNS. Nasruddin contohnya, bos sate buah itu mampu mendapatkan Rp. 125.000/harinya. Dan masih banyak lagi para alumnus yang berhasil menggeluti bisnis-bisnis mereka.

Kata Hermawan Kartajaya saat bertamu di rumah Gus Yusuf,  “Nabi anda adalah seorang wirausaha handal, kenapa justru nabi saya yang tukang kayu yang menguasai perniagaan, kalau pengikut Muhammad tidak handal dalam wirausaha itu sangat ironis.” Begitulah katanya.

Kehadiran Hermawan waktu itu menyulut semangat Gus Yusuf untuk kampanye santri entrepreneur.  Hingga 6 angkatan telah berjalan pelatihan santri entrepreneur,  pihak API tetap memberikan pendampingan kepada mereka. Kata Gus Yusuf santri mampu mandiri, tidak menambah beban pemerintah dengan mengantre  dijadikan PNS. Santri mampu karena santri memang terdidik untuk mandiri sejak awal, dan santri merupakan SDM yang lengkap untuk menjadi wirausaha, dengan ketekunan, istiqomah, ketertiban (saat Jama’ah), pekerja keras dan yang paling penting, santri memilki “doa” yang tidak dimilki pengusaha lain. “mereka belum tau saja, kalau surat al-Fatikhah bisa bikin dagangan laris. Pungkas Gus Yusuf Chudlori, bangga dengan santri. (cokro_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa MPI UIN Walisongo Didorong Untuk Berwirausaha

    Mahasiswa MPI UIN Walisongo Didorong Untuk Berwirausaha

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 698
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kunjungan Studi UIN Raden Fatah Palembang ke UIN Walisongo Semarang, kunjungan studi ini mengusung tema “Achievement Motivation Training  Mahasiswa Prodi MPI”. Senin, (27/2/2017). Kunjungan ini tampak semarak dengan gradasi warna jas almmater hijau muda dan biru muda yang berderet rapi memenuhi Audit 1 lantai 2, kampus I UIN Walisongo Semarang. Acara ini dimulai pukul […]

  • PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    PTJD Sebagai Langkah Awal Membentuk Jiwa Jurnalis

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 721
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) merupakan gerbang awal bagi para Kru Magang (Kruma) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest 2024 untuk lebih dalam mengenal dunia kejurnalistikan. PJTD ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan oleh LPM Invest dalam rangka menciptakan jurnalis yang kompeten dan meningkatkan critical thingking dengan penuh kreativitas. Dalam PJTD 2024 ini mengangkat […]

  • FEBI Borong Dua Juara di Cabor Bulu Tangkis

    FEBI Borong Dua Juara di Cabor Bulu Tangkis

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 793
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Atlet ganda putra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis berhasil memborong juara. Pertandingan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang. Rabu, (18/9/2019). Eko Ramadhan dan Iqbal Fakhoiron berhasil mengantongi juara dua ganda putra. Sedangkan ganda putri yang digawangi Siti Lailatul Rizqiyah dan Alfina Anggraeni meraih juara […]

  • Sempat Cuti Kuliah, Kru Invest Jadi Wisudawati Terbaik

    Sempat Cuti Kuliah, Kru Invest Jadi Wisudawati Terbaik

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 774
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Salah satu kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest, Siti Rohmawati menjadi wisudawati terbaik dengan mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Rabu, (7/03/2018). Rahma, sapaan akrabnya merupakan mahasiswi jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang sempat cuti kuliah selama satu tahun karena patah tulang akibat kecelakaan yang pernah dialaminya di daerah Demak-Kudus, […]

  • Presiden DEMA UIN Walisongo: Jangan Ada Mahar di Pemilihan Rektor

    Presiden DEMA UIN Walisongo: Jangan Ada Mahar di Pemilihan Rektor

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 898
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Beberapa hari yang lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Muchammad Romahurmuziy atau yang kerap disapa Gus Romy. OTT tersebut dilakukan atas dugaan kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). KPK menggeladah kantor Kemenag dan menyita sejumlah uang. Setelah KPK melakukan […]

  • Ajang Bergengsi Duta FEBI Warnai Acara HUT FEBI ke-8

    Ajang Bergengsi Duta FEBI Warnai Acara HUT FEBI ke-8

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 798
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara peringatan hari lahir yang ke-8 dengan tajuk “FEBI Sewindu” pada Jumat, (17/12/2021). Salah satu kegiatan di dalamnya adalah pemilihan Duta FEBI yang bertujuan untuk memilih perwakilan Putra-Putri terbaik FEBI agar bisa mengenalkan FEBI di lingkungan masyarakat. Ajang ini mengusung tema “Menjadikan FEBI sebagai Garda […]

expand_less