Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Sebuket Tulip Merah

Sebuket Tulip Merah

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
  • visibility 796
  • comment 0 komentar

Arsha tak lagi merasa hidup setelah bunganya pergi. Napasnya sering sesak, suasana hatinya sering kali tak baik, dan mulai membenci cuaca cerah.

Hal yang sebenarnya cukup menyulitkan, namun baginya yang sudah tak lagi memiliki tenaga untuk bangkit, rasa-rasanya percuma saja jika raga ini berjuang. Arsha tak lagi memiliki alasan kenapa ia harus pulang lebih cepat, tak lagi mengunjungi florist tiap minggu untuk membeli bunga kesukaan kekasihnya, atau begadang tiap malam menemani kekasihnya melakukan hobi.

Kekasihnya suka sekali dengan kaos kaki anak-anak. Tiada hari untuknya tak menata kaos kaki kecil sesuai warna kemudian merangkainya dalam bingkai foto untuk dipajang. Terlihat tak berguna, namun Arsha suka saat setiap titik di rumahnya berhiaskan hasil kerajinan tangan sang kekasih.

Kekasihnya yang rajin dan cantik. Yang menyukai bunga tulip merah dan langit mendung. Tak menyukai kacang namun suka makan badam. Tak suka warna merah muda, namun terlihat paling menawan saat memakainya.

Arsha bahkan masih ingat raut masam kekasihnya saat ia sengaja membelikan satu set pakaian mahal berwarna merah muda.

“Percaya deh, kamu paling cantik kalau pake warna pink, Ki.”

“Kelihatan cewek banget aku kalau pake pink.”

“Kamu ‘kan emang cewek, Kinaaan.”

Kinan menoleh dengan wajah lelah. Berusaha membujuk Arsha agar ia tak memakai gaun selutut warna soft pink itu untuk bertemu rekan kerja di acara pesta ulang tahun perusahaan lelaki itu.

Meski begitu, Arsha tetap kukuh meminta Kinan memakainya. Dengan rambut panjangnya yang tergerai, Arsha memasangkan jepit rambut mutiara di sisi rambut hitam Kinan.

“Cantik. Kamu selalu cantik, Ki.”

Arsha tak bohong. Bahkan di saat Kinan tak melakukan apa-apa, hanya terbaring saat Arsha memasangkan beanie hat karena rambut Kinan yang menipis, gadis itu tetap menjadi yang tercantik di mata Arsha.

“Sha,”

“Hm?”

“Aku cantik nggak?”

Arsha menatap lembut Kinan yang memandangnya dengan sorot berkaca. Dengan kondisinya yang sekarang, orang-orang mungkin akan memandang iba. Namun, tidak dengan Arsha yang tak berubah meski bisa dibilang Kinan tak lagi memiliki tenaga untuk tertawa.

“Cantik.”

“Bohong.”

“Kamu cantik, Ki.” Arsha tersenyum. Jemarinya mengusap sisi wajah Kinan yang tak lagi memiliki lemak gembil. “Selalu, kamu selalu cantik.”

Jujur saja, Arsha marah kala mengetahui kekasihnya jarang terlihat bahagia. Sinar ceria di wajahnya menghilang, binar di kedua matanya tak lagi ada. Arsha marah menyadari ia tak bisa melakukan apapun untuk mengembalikan Kinan yang dulu. Yang selalu menyambutnya pulang, memandangnya dengan binar bahagia, dan berbagi cerita tentang hari-hari yang terkadang membosankan.

Ia rindu dengan segala tentang Kinan, tapi melihat bahwa kekasihnya tak lagi menderita membuat Arsha mau tak mau ikhlas menghadapi kenyataan.

“Sha, kamu tahu bunga tulip?”

“Mm-hm, kenapa?”

“Tiap kamu bawain aku bunga, kamu tahu nggak kalau mereka punya makna?”

“Eng…nggak.” Arsha nyengir. “Aku cuma tahu kalau bunga mawar artinya cinta, jadi aku bawain aja bunga itu tiap minggu. Kamu…nggak suka ya?”

“Bukan gitu. Aku suka. Cuma, boleh nggak kalau suatu saat nanti aku minta dikasih bunga tulip merah?”

“Kenapa?”

“Kamu bakal tahu nanti.” Kinan tersenyum. “Tolong bawain itu ke rumahku nanti ya.”

Arsha tak tahu jika hal itu adalah permintaan terakhir Kinan sebelum pamit. Permintaan yang sederhana namun sulit bagi Arsha untuk mengabulkan, terlebih ketika ia menyadari Kinan telah meninggalkan pesan tentang makna bunga yang sama sekali tak Arsha sadari.

Sumber : Pinterest

Bunga tulip merah artinya cinta abadi. Dan Kinan memintanya datang ke florist langganan gadis itu untuk menerima surat yang ditinggalkan Kinan untuknya.

Sebuket tulip merah yang ternyata menjadi bunga kesukaan Kinan tanpa diketahui Arsha. Lambang sederhana dari cinta abadi yang Kinan bawa untuk Arsha.

Kinan, kekasihnya yang cantik.

Oleh : Alfina Winda C. (Koor Sastra)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beban Ekonomi Yang Tersembunyi

    Beban Ekonomi Yang Tersembunyi

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Aniqotussolehah   Sandwich adalah sebutan untuk roti yang disusun bertumpuk dengan isian di tengahnya. Tapi akhir-akhir ini seseorang yang memiliki beban finansial ganda akrab disebut sadnwich, generasi sandwich lebih tepatnya. Hal ini lantaran seseorang menanggung biaya kehidupan dirinya sendiri sembari menanggung kehidupan orang lain, seperti keluarga, seolah posisinya di tengah dua kebutuhan yang […]

  • Analyzing Player Retention Strategies at Bcgame Casino

    Analyzing Player Retention Strategies at Bcgame Casino

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Key facts: Min deposit £10 | Wagering 37x | Avg RTP 96.3% | Payouts 23-47h | 1,840 games bcgame free spins Casino has been making waves in the online gambling scene, particularly in its player retention strategies. With a platform that boasts an impressive game variety and high volatility offerings, the casino aims to keep […]

  • Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    Ini Pemutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Nusron Wahid

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

    lpminvest.com- “Financial Inclusion untuk Pekerja Migran dan Dampaknya terhadap Perekonomian” menjadi tema studium general Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) kali ini. Ritus yang selalu ada tiap tahun ini berlangsung di Audit I Kampus I UIN Walisongo dan dibatasi hanya untuk 60 mahasiswa. Jumat, (6/9/2019). Dihadiri Wakil Rektor I Mukhsin Jamil, Dekan FEBI Saefullah, dosen […]

  • Bersama di Lereng Kelir

    Bersama di Lereng Kelir

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Setelah melewati tanjakan yang hampir vertikal itu, akhirnya sampai di Dusun Sirep Desa Kelurahan kecamatan Jambu. Udaranya sejuk, masyarakatnya ramah, burung-burung berkicau bersautan, entah burung apa, mungkin burung Emprit dan Kutilang yang sedang menyambut kedatangan pengurus dan kru baru Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM-red) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang. Tanggal 17 Oktober […]

  • Jejak Luka yang Berbicara

    Jejak Luka yang Berbicara

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Oleh : Selvina Idha Alifiani Rumah Sakit Saga Pariwana telah menjadi rumah keduaku selama enam tahun terakhir. Di sini, aku menjalani peranku sebagai seorang bidan dengan kemampuan yang tidak biasa. Namaku Difa, usiaku baru menginjak 29 tahun. Awalnya kukira kemampuan ini adalah kutukan, namun seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa ini adalah anugerah yang […]

  • Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    Medali Perak Kembali Disumbangkan Cabor Tenis Meja Untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 803
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) kembali diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang. Agenda tahunan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik. Rabu, (18/9/2019). Cabang olahraga (cabor) tenis meja merupakan salah satu yang diperlombakan di hari pertama Orsenik 2019. Perlombaan cabor tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) […]

expand_less