Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Sebuket Tulip Merah

Sebuket Tulip Merah

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
  • visibility 794
  • comment 0 komentar

Arsha tak lagi merasa hidup setelah bunganya pergi. Napasnya sering sesak, suasana hatinya sering kali tak baik, dan mulai membenci cuaca cerah.

Hal yang sebenarnya cukup menyulitkan, namun baginya yang sudah tak lagi memiliki tenaga untuk bangkit, rasa-rasanya percuma saja jika raga ini berjuang. Arsha tak lagi memiliki alasan kenapa ia harus pulang lebih cepat, tak lagi mengunjungi florist tiap minggu untuk membeli bunga kesukaan kekasihnya, atau begadang tiap malam menemani kekasihnya melakukan hobi.

Kekasihnya suka sekali dengan kaos kaki anak-anak. Tiada hari untuknya tak menata kaos kaki kecil sesuai warna kemudian merangkainya dalam bingkai foto untuk dipajang. Terlihat tak berguna, namun Arsha suka saat setiap titik di rumahnya berhiaskan hasil kerajinan tangan sang kekasih.

Kekasihnya yang rajin dan cantik. Yang menyukai bunga tulip merah dan langit mendung. Tak menyukai kacang namun suka makan badam. Tak suka warna merah muda, namun terlihat paling menawan saat memakainya.

Arsha bahkan masih ingat raut masam kekasihnya saat ia sengaja membelikan satu set pakaian mahal berwarna merah muda.

“Percaya deh, kamu paling cantik kalau pake warna pink, Ki.”

“Kelihatan cewek banget aku kalau pake pink.”

“Kamu ‘kan emang cewek, Kinaaan.”

Kinan menoleh dengan wajah lelah. Berusaha membujuk Arsha agar ia tak memakai gaun selutut warna soft pink itu untuk bertemu rekan kerja di acara pesta ulang tahun perusahaan lelaki itu.

Meski begitu, Arsha tetap kukuh meminta Kinan memakainya. Dengan rambut panjangnya yang tergerai, Arsha memasangkan jepit rambut mutiara di sisi rambut hitam Kinan.

“Cantik. Kamu selalu cantik, Ki.”

Arsha tak bohong. Bahkan di saat Kinan tak melakukan apa-apa, hanya terbaring saat Arsha memasangkan beanie hat karena rambut Kinan yang menipis, gadis itu tetap menjadi yang tercantik di mata Arsha.

“Sha,”

“Hm?”

“Aku cantik nggak?”

Arsha menatap lembut Kinan yang memandangnya dengan sorot berkaca. Dengan kondisinya yang sekarang, orang-orang mungkin akan memandang iba. Namun, tidak dengan Arsha yang tak berubah meski bisa dibilang Kinan tak lagi memiliki tenaga untuk tertawa.

“Cantik.”

“Bohong.”

“Kamu cantik, Ki.” Arsha tersenyum. Jemarinya mengusap sisi wajah Kinan yang tak lagi memiliki lemak gembil. “Selalu, kamu selalu cantik.”

Jujur saja, Arsha marah kala mengetahui kekasihnya jarang terlihat bahagia. Sinar ceria di wajahnya menghilang, binar di kedua matanya tak lagi ada. Arsha marah menyadari ia tak bisa melakukan apapun untuk mengembalikan Kinan yang dulu. Yang selalu menyambutnya pulang, memandangnya dengan binar bahagia, dan berbagi cerita tentang hari-hari yang terkadang membosankan.

Ia rindu dengan segala tentang Kinan, tapi melihat bahwa kekasihnya tak lagi menderita membuat Arsha mau tak mau ikhlas menghadapi kenyataan.

“Sha, kamu tahu bunga tulip?”

“Mm-hm, kenapa?”

“Tiap kamu bawain aku bunga, kamu tahu nggak kalau mereka punya makna?”

“Eng…nggak.” Arsha nyengir. “Aku cuma tahu kalau bunga mawar artinya cinta, jadi aku bawain aja bunga itu tiap minggu. Kamu…nggak suka ya?”

“Bukan gitu. Aku suka. Cuma, boleh nggak kalau suatu saat nanti aku minta dikasih bunga tulip merah?”

“Kenapa?”

“Kamu bakal tahu nanti.” Kinan tersenyum. “Tolong bawain itu ke rumahku nanti ya.”

Arsha tak tahu jika hal itu adalah permintaan terakhir Kinan sebelum pamit. Permintaan yang sederhana namun sulit bagi Arsha untuk mengabulkan, terlebih ketika ia menyadari Kinan telah meninggalkan pesan tentang makna bunga yang sama sekali tak Arsha sadari.

Sumber : Pinterest

Bunga tulip merah artinya cinta abadi. Dan Kinan memintanya datang ke florist langganan gadis itu untuk menerima surat yang ditinggalkan Kinan untuknya.

Sebuket tulip merah yang ternyata menjadi bunga kesukaan Kinan tanpa diketahui Arsha. Lambang sederhana dari cinta abadi yang Kinan bawa untuk Arsha.

Kinan, kekasihnya yang cantik.

Oleh : Alfina Winda C. (Koor Sastra)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajang Melatih Personal Branding, DEMA FEBI Selenggarakan Talkshow Kepemudaan

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Walisongo menggelar acara Talkshow kepemudaan pada hari Kamis, 30 Mei 2024 di Gedung Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Talkshow kali ini mengusung tema “Peran dan Strategi Personal Branding untuk Generasi Z Sebagai Bekal serta Menghadapi era Digitalisasi 5.0″. Acara ini mengundang dua […]

  • Menyoal Keakraban Kita

    • calendar_month Sen, 23 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ari Apriliani   Aku nyaris berkawan dengan kesendirian Tapi kamu baik, menjelma setenang mungkin Di setiap sudut pikiranku Kamu bukan segalanya, Tapi segalanya bisa diraih saat menggenggammu Bahkan semua mengangguk, Kamu jendela dunia Kamu lekat dengan segudang ilmu Berulang kali kumencoba meletakkan cinta di dalamnya Agar bebas berkumpul dengan paragrafmu Merasa nyaman […]

  • Hari Kedua SPE,  Singkatnya Seperti ini Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 897
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Hari Kedua, Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) 2020 LPM Invest ditemani oleh pemateri dari akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang yaitu Luksi Visita. Mengacu pada sub tema Ekonomi Sosialis di Tengah Pandemi, kegiatan ini berlangsung secara virtual di ruang Google Meet. Sabtu, (18/7/2020). “Sebenarnya, ekonomi sosialis modern dapat kita lihat dari […]

  • USAI

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 677
    • 0Komentar

    USAI Oleh: Ummi Zahrotun Nadhiroh Hujan itu mulai reda, Tuan Layaknya perasaan kita yang mulai menghilang Layaknya kisah kita juga yang kian memudar Dan suara rintihan hujan yang tenang seakan telah membawamu pergi melanjutkan asa Kini di antara jiwa yang tak bisa lagi selaras Tangan yang tak bisa saling menggenggam Raga yang tak bisa saling […]

  • Kedua Kalinya, EBI Sport Adakan Turnamen Futsal

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 760
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EBI Sport Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Walisongo untuk kedua kalinya mengadakan event turnamen futsal FEBI CUP. Turnamen futsal ini diselenggarakan bagi FE/FEB/FEBI se-Pulau Jawa dan Bali. Senin, (4/11/2019). “Ini merupakan event lanjutan dari tahun sebelumnya. Tapi pada tahun […]

  • Вавада официальный сайт преимущества информации

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2024
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 311
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Преимущества сайта Вавада для игроков и посетителей Если вы ищете качественные развлечения и выгодные условия для ставок, вам стоит обратить внимание на платформу Вавада. Здесь игроки получают не только широкий выбор азартных игр, но и множество акций, которые делают каждую сессию более интересной. […]

expand_less
Exit mobile version