Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » PPKM Darurat se-Jawa dan Bali Diperpanjang, Kelompok 6 KKN MIT-DR Gelar Takbir Virtual

PPKM Darurat se-Jawa dan Bali Diperpanjang, Kelompok 6 KKN MIT-DR Gelar Takbir Virtual

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
Peserta Takbir Virtual KKN MIT-DR Kelompok 6 Sedang Melakukan Sesi Dokumentasi

Peserta Takbir Virtual KKN MIT-DR Kelompok 6 Sedang Melakukan Sesi Dokumentasi

lpminvest.com– Senin malam (19/7/2021) kelompok 6 KKN MIT-DR UIN Walisongo menggelar acara takbir virtual via Google Meet. Takbir virtual dilakukan karena adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat se-Jawa dan Bali hingga 25 Juli nanti.

Pemerintah memberlakukan PPKM darurat sejak 3 Juli lalu dan berakhir pada 20 Juli yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada Selasa (20/7) Pemerintah mengumumkan perpanjangan PPKM darurat se-Jawa dan Bali, akan melonggarkannya pada 26 Juli mendatang. Adanya PPKM darurat, maka kegiatan yang menimbulkan kerumunan dilarang penyelenggaraannya termasuk kegiatan perayaan Idul Adha.

Kelompok 6 KKN MIT-DR mendukung perpanjangan PPKM darurat demi penurunan angka penularan Covid-19 dan merayakan hari raya umat Islam secara tatap layar layaknya kegiatan KKN sebelum-sebelumnya.
“Sesuai dengan proker kelompok 6 dan mempererat tali silaturahmi antar sesama anggota kelompok. Juga memeriahkan Idul Adha tahun ini,” ujar Rangga selaku Koordinator Kelompok 6.

Kesan para peserta mengenai takbir virtual dan kesedihan mereka yang tidak bisa merayakan Idul Adha secara langsung.
“Menurut saya kesan takbir ini sedikit merasa sedih karena kita hanya bisa melakukan secara virtual sedangkan takbiran yang sebelumnya bisa leluasa bertemu dengan banyak orang. Jadi, harapan saya meski takbir secara virtual tidak akan menghilangkan kehikmatan Idul Adha tersebut,” terang Ihsan.

Peserta takbir virtual juga berharap pandemi Covid-19 segera usai sehingga kegiatan-kegiatan lain bisa berjalan normal.
“Kesan saya pada takbir kali ini kurang menarik karena hanya dapat dilakukan di rumah dan tidak ada takbir keliling. Harapan saya pandemi segera berakhir agar perayaan hari raya dapat berjalan seperti sebelumnya,” tutur Farah.

Kegiatan positif yang dilaksanakan secara luring maupun daring tidak berbeda apabila tujuannya untuk mendapatkan ridho dari Tuhan.
“Pada dasarnya takbir yang dilaksanakan secara virtual maupun secara langsung itu sama saja, intinya semua kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keridhoan dari Allah Swt.,” imbuh Farah. Dinda Eka_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

    Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Hari yang buruk. Mobil mogok, hujan lebat dan kehilangan pekerjaan. Semua hal yang aku benci datang secara berturut-turut mengakibatkan tubuh yang lelah luar biasa. Hati, pikiran, dan tubuh. Saking lelahnya, aku hanya bisa terdiam memperhatikan langit dari balik jendela bus tanpa ekspresi. Semuanya terasa begitu datar, bahkan hasrat untuk menangis tak ada. Selain menggenggam tiket […]

  • Prodi Ekonomi Islam Mengkaji Wisatawan Pulau Dewata; Penyokong Wisata Halal

    Prodi Ekonomi Islam Mengkaji Wisatawan Pulau Dewata; Penyokong Wisata Halal

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 253
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang beserta pembimbing Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melanjutkan studi lapangan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terletak di Puja Mandala Kabupaten Badung, Bali. Mayoritas pendapatan daerah didapatkan dari sektor pariwisata, yang menjadi penyokong dalam penerapkan wisata halal. “Wisata halal di sini diartikan […]

  • Mas Ojek Online Dapat Orderan Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    Mas Ojek Online Dapat Orderan Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 270
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sesuai Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 tahun 2020, ada 292 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang resmi dicopot gelar mahasiswanya di acara Pelepasan Wisudawan Virtual. Meskipun berlangsung di live streaming Face Tracking Animation di youtube UIN Walisongo Semarang, akan tetapi antusias wisudawan dan mahasiswa tetap tinggi. Hal ini terbukti dalam […]

  • Pagelaran Musik Ramaikan Closing Ceremony FEBI Fair 2018

    Pagelaran Musik Ramaikan Closing Ceremony FEBI Fair 2018

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 259
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pagelaran musik sebagai Closing Ceremony Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Fair 2018 diadakan di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Rabu, (28/11/2018). Closing Ceremony yang juga sebagai malam puncak dari acara Febi Fair 2018 itu menampilkan gema shalawat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH El-Febi’s dan Lembaga Seni dan Bahasa (LSB) Koin […]

  • FEBI Bawa Pulang Lima Medali dari Cabang Karate

    FEBI Bawa Pulang Lima Medali dari Cabang Karate

    • calendar_month Sab, 22 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 256
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Karate merupakan salah-satu cabor  yang dilombakan di hari kedua Orientasi, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Bertempat di Audit II kampus III UIN Walisongo Semarang. Di perlombaan tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berhasil membawa pulang lima medali dari 16 kelas karate yang dipertandingkan. Sabtu, (22/9/2018). Lima medali tersebut terdiri dari satu medali emas […]

  • Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

    Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang begitu suram. Coronavirus Disease (Covid-19) mengancam kesehatan bahkan nyawa seluruh manusia di muka bumi. Penyebarannya yang masif, menyebabkan kepanikan dan menimbulkan fenomena kecemasan masal dalam masyarakat. Kebutuhan pokok bagi tiap individu tidak hanya melulu soal sandang-pangan-papan, tetapi kesehatan juga menjadi salah satunya. Kesehatan tiap individu tidak hanya berfokus […]

expand_less