Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

Mahasiswa KKN Kelompok 17 UIN Walisongo Salurkan 300 Face Shields ke TPQ

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
  • visibility 496
  • comment 0 komentar
Foto bersama santri TPQ Bustanul Ulum Desa Mantingan Tengah, Jakenan, Pati,

Foto bersama santri TPQ Bustanul Ulum Desa Mantingan Tengah, Jakenan, Pati,

lpminvest.com- “Bagi mahasiswa KKN yang ada program kerja berbagi face shield ataupun masker, bisa menghubungi pihak Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo untuk proses pengambilan,” ungkap Ratna Muthia selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75.

“Anggota kelompok 17 tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Semarang, Pati, Blora, Kudus, Salatiga, dan Parigi Sulawesi Tengah. Namun hal ini bukan menjadi alasan dalam pendistribusian face shield, pembagian dilakukan pada Minggu, (18/10/2020),” tutur Ari Koordinator Kelompok.

Ada 3 dus face shield yang kelompok 17 terima yaitu sejumlah 300 pcs, dengan tujuan pembagian yaitu ke Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

“Ada 100 face shield  dibagi ke TPQ di daerah Kudus (TPQ al-Falah) yang diambil alih oleh Dina, ada 60 untuk Kabupaten Semarang yang diambil alih oleh Ani (TPQ Ri’ayatul Khoir), 50 didistribusikan ke Pati oleh Ari (TPQ Bustanul Ulum), serta sisanya didistribusikan di area Blora (TPQ as-Salam),” ungkap Ani salah satu divisi Tim Kreatif Kelompok.

Meskipun face shield ini subsidi dari kampus tapi sangat bermanfaat untuk anak TPQ.

“Sekolah TPQ tidak mungkin diliburkan atau beralih ke daring, jadi untuk mengatasi social distancing maka strategi kami yaitu santrinya digilir ke rumah ustazah masing-masing, dan beberapa kelas/jilid ada yang tetap di sekolah,” terang Siti selaku Kepala TPQ Bustanul Ulum Desa Mantingan Tengah, Jakenan, Pati.

Siti mengungkapkan bahwa face shield ini sangat membantu proses mendidik anak-anak.

“Susah ketika mengaji harus menggunakan masker, karena cara kami menyimak bacaan mereka benar tidaknya yaitu salah satunya dengan gerakan mulut. Jadi face shield ini sangat berguna dalam proses pendidikan di TPQ dan tentunya membantu kami untuk tetap meningkatkan protokol kesehatan di area TPQ,” terangnya Siti ketika usai pembagian face shield. Ari_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mas Ojek Online Dapat Orderan Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    Mas Ojek Online Dapat Orderan Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 539
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sesuai Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 tahun 2020, ada 292 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang resmi dicopot gelar mahasiswanya di acara Pelepasan Wisudawan Virtual. Meskipun berlangsung di live streaming Face Tracking Animation di youtube UIN Walisongo Semarang, akan tetapi antusias wisudawan dan mahasiswa tetap tinggi. Hal ini terbukti dalam […]

  • Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    Muhammad Yasser Arafat : Langgam Jawa Merupakan Cara Melantunkan Al-Qur`an Orang Jawa Terdahulu

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 640
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Tilawatah Al-Qur`an yang dilantunkan menggunakan langgam jawa (Nada Jawa) oleh Muhammad Yasser Arafat pada peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan oleh media, respon masyarakat memunculkan polemik, “boleh atau tidak” melantunkan ayat suci ilahi dengan menggunakan langgam jawa. Untuk mentabayunkan (menjelaskan) permasalahan tersebut, Himpunan Jurusan Tafsir […]

  • Narasi yang Hilang

    Narasi yang Hilang

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Oleh : Pena Merah Awalnya hanya sebuah narasi Tetap saja seharusnya menjadi narasi Entah kenapa akhirnya tak menjadi sebuah narasi? Eungkin narasi itu telah usang Ataukah mungkin narasi itu telah hilang?   Menarasikan kisah melalui tulisan itu penting ! Tapi mengapa sampai tak menjadi sebuah narasi ? Lalu kemana kelincahan jari-jariku yang biasanya membabibuta diatas […]

  • Plagiarisme Jadi Materi Wajib Bagi Mahasiswa Baru

    Plagiarisme Jadi Materi Wajib Bagi Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 541
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Materi wajib untuk mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tentang plagiarisme disampaikan di hari kedua kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Selasa, (28/8/2018). Syaifullah, Ketua Pusat Pengembanagan Bahasa (PPB) UIN Walisongo merasa prihatin dengan mahasiswa yang terbiasa mengerjakan tugas dengan cara instan. “Mahasiswa kebanyakan suka dengan cara instan untuk menyelesaikan tugas […]

  • KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    KKL Ekonomi Islam, Menilik Sisi Wisata Edukasi dan Lingkungan Pod Chocolate Bali

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 525
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mata pencaharian utama masyarakat Pulau Bali yaitu bidang pariwisata. Bukan hanya sekedar wisata alam, melainkan wisata kuliner, religi, edukasi, sampai wisata lingkungan. Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang hari kedua ini melanjutkan kuliah lapangan, salah satunya ke wisata lingkungan yaitu Pod Chocolate […]

  • Anak Muda Lebih Siap Menghadapi AI Dibanding Sistemnya

    Anak Muda Lebih Siap Menghadapi AI Dibanding Sistemnya

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Oleh : Jahfal Bachist Saya tidak langsung sampai pada kesimpulan ini. Bahkan pada awalnya saya termasuk orang yang cukup skeptis terhadap kecerdasan buatan. Saya khawatir AI akan membuat manusia malas berpikir, menggerus proses belajar, dan perlahan mengambil alih peran yang seharusnya dijalani manusia. Kekhawatiran itu terdengar masuk akal, dan mungkin juga wajar. Namun semakin saya […]

expand_less