Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Menelisik Peluang di Dalam Tantangan

Menelisik Peluang di Dalam Tantangan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
  • visibility 890
  • comment 0 komentar
Oleh : Shofiatun (Kru LPM Invest 2018)

Oleh : Shofiatun (Kru LPM Invest 2018)

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Gotong-royong, begitulah makna yang tersirat ketika mendengar peribahasa tersebut. Peribahasa yang amat populer dan tentu sudah tidak asing lagi ditelinga. Alih-alih gotong-royong sudah dikenalkan sejak masih dini bagi masyarakat Indonesia. Bahkan sejarahpun banyak mencatat kekuatan dari gotong-royong tersebut.

Di masa pandemi yang masih saja menetap ini telah merisaukan dunia tak terkecuali Indonesia. Wabah yang sering disebut virus corona/ covid’19 itu telah menjadi polemik tersendiri bagi setiap negara. Begitu pula dengan negara Indonesia, tentu terdapat dampak yang ditimbulkan akibat munculnya virus ini.

corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan virus yang menginfeksi saluran napas atas dan bawah; serta dapat mengakibatkan gagal napas berat yang terjadi dengan cepat, diikuti gagal banyak organ tubuh dan berakibat kematian. Dikutip dari yankes.kemkes.go.id Jum’at, (29/06/2020).

Data terupdate pada akun @BNBP_Indonesia per 01/07/2020, tercatat sebaran virus corona di Indonesia menunjukkan total keseluruhan kasus 57.770 jiwa yang berarti meningkat sebanyak 1.293 jiwa, pasien sembuh bertambah 789 jiwa yang berarti total pasien sembuh 25.595 jiwa, dan sebanyak 2.934 jiwa dinyatakan meninggal dunia itu berarti terjadi penambahan 58 jiwa dari pengumuman di hari sebelumnya.

Disisi lain, Virus ini juga berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Berita terbaru dari m.bisnis.com menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan April 2020 sebesar US$ 400,2 miliar. ULN ini tumbuh 2,9 persen atau lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ULN bulan Maret 2020 sebesar 0,6 persen.

Indikasi awal krisis ekonomi terlihat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020. Pada periode tersebut pertumbuhan ekonomi hanya 2,9%, padahal dalam keadaan normal pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas 5%. Data yang sama juga telah dipaparkan oleh Kepala Negara Indonesia di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, (30/6).

Sikap gotong-royong amat diperlukan dalam melawan covid’19 ini. Orang kaya membantu orang miskin, yang punya membantu yang kekurangan, yang mudah membantu yang kesulitan dan begitu seterusnya saling mengulurkan tangan, karena memang tanpa adanya visi yang searah maka segala upaya akan lemah dan sulit. Masyarakat Indonesia perlu memiliki tujuan yang sama guna melawan covid’19 ini.

Hal utama yang perlu ditingkatkan yaitu pentingnya protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat yang masih minim tentu menjadi PR bersama bagi kita semua. Anjuran demi anjuran untuk tetap dirumahaja, jaga jarak, cuci tangan, menjaga kebersihan, menghindari kerumunan dan social distancing masih saja terngiang berlalu lalang dan belum tertanam kokoh dalam diri masing-masing. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam membatasi aktivitas masyarakat, hingga saat ini perlahan telah memasuki new normal. New normal sendiri merupakan tatanan baru yang mengharuskan setiap masyarakat menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona/Covid’19 ini. Namun, tetap saja semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam meningkatkan kesadaran pentingnya protocol kesehatan tersebut.

Adanya wabah ini tentu berdampak bagi segala lapisan masyarakat. Banyak yang kehilangan mata pencaharian, menurunnya pendapatan, aktivitas terbatasi, hingga jauh dari keluarga maupun saudara. Bahkan, diterapkannya new normal tetap saja akan berpengaruh bagi perekonomian masyarakat karena kuota bagi konsumen berkurang, pengunjung dibatasi, minat pembeli rendah dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana upaya yang tepat dalam menangkal semua itu? Tentu, kita perlu lebih jeli dan kreatif dalam menelisik peluang-peluang yang terdapat di dalamnya. Tanpa mengabaikan social distancing, aktivitas masyarakat masih dapat berjalan. Hanya saja, perlu modifikasi dalam teknis pelaksanaannya. Para pengusaha perlu mengubah pelaksanaan dari yang offline menjadi virtual/online. Dengan bisnis secara online, penerapan sosial distancing tidak terlanggar dan cakupan bisnisnya pun luas. Para pengusaha tetap bisa memanfaatkan tempat usahanya untuk konsumen dalam skala kecil dan mengoptimalkan pelaksanaan secara online dengan terus melakukan inovasi-inovasi baru. Dengan begitu, tidak akan terjadi penurunan konsumen maupun berkurangnya pendapatan akibat social distancing.

Selain dunia usaha, aktivitas-aktivitas lain juga terus berinovasi guna menerapkan pelaksanaan yang tepat dan aman. Misalnya saja dalam pelaksanaan membayar pajak. Direktorat Jenderal Pajak telah resmi meluncurkan Single Login, yaitu layanan digital yang mempermudah wajib pajak dalam mengakses insentif PPh Pasal 21 DTP, PPh Pasal 22 impor, PPN impor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 serta pengajuan surat keterangan bagi UMKM dengan sekali akses. Hal sama berkaitan dengan Single Login juga telah diperjelas dalam www.pajak.co.id. Dengan adanya layanan digital tersebut tentu saja mempermudah semua pihak. Wajib pajak tidak perlu ke kantor pajak, tidak perlu berkerumun, mengantri, serta lebih cepat, efektif dan efisien.

Dengan hadirnya layanan digital, harapannya segala aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan dengan lebih mudah dan aman. Segala aktivitas diupayakan agar dilakukan secara online misalnya pemesan, pembelian, pembayaran,pemasaran produk dan lain sebagainya.

Dengan terus mengasah kemampuan diri dan menumbuhkan jiwa kreatif maka diharapkan masyarakat dapat menggali ide-ide baru dalam memanfaatkan peluang yang ada. Bisnis menjadi salah satu solusi utama yang banyak diincar oleh masyarakat. Tanpa menutup diri dan terus berupaya mengikuti perkembangan zaman, maka berbisnis dan memadukannya dengan kecanggihan layanan digital dapat menjadi salah satu pilihan dalam bertahan hidup serta melawan situasi terpuruk yang sedang terjadi saat ini.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSW Terancam Tutup, Ini Faktor Penyebabnya

    BSW Terancam Tutup, Ini Faktor Penyebabnya

    • calendar_month Rab, 24 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 774
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Sejak beroperasi pada 12 November 2015, kini nasib Bank Sampah Walisongo (BSW-red) terancam tutup. Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu pendiri sekaligus Direktur BSW, Ery Santosa. Ketidakjelasan anggota dan proyek yang dijalankan BSW, menurut Ery menjadi kendala operasional BSW.  “Untuk tahun 2018, saya pergi (wisuda) dan tanggung jawab untuk melanjutkan proyek ini belum […]

  • SANG PEMBAHARU

    SANG PEMBAHARU

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Gibran Saksena Manakah derajat dapur masa dahulu Tika mimpi dara terjerat sel-sel adat Angan melayang layang tanpa tali pengikat Dan gerak gerik langkah haruslah penuh siasat Sampailah pada suatu masa Dimana sang pembaharu datang mengibarkan bendera kebebasan Dalam wadah emansipasi Dirangkulnya perempuan Indonesia sederajat lelaki Kenang! Kenanglah dia! Wahai perempuan Indonesia Teruskan mimpi suci dan […]

  • Mujibatun; Empat Konsep Agar Mahasiswa Tidak Terjerat Korupsi

    Mujibatun; Empat Konsep Agar Mahasiswa Tidak Terjerat Korupsi

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 678
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Himpunan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi Syariah melangsungkan Seminar Nasional Akuntansi yang dihadiri oleh 250 mahasiswa dari berbagai universitas lain di Semarang. Seminar bertajuk “Generasi Milenial Anti Korupsi” ini berlangsung di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Selasa, (22/10/2019). Menghadirkan narasumber Siti Mujibatun dan Muhammad Yusdi Noviadi, HMJ Akuntansi Syariah bermaksud menanamkan sikap anti korupsi […]

  • Festival Pasar Sehat UMKM Kecamatan Ngaliyan, Wadah Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama KitaZone

    Festival Pasar Sehat UMKM Kecamatan Ngaliyan, Wadah Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama KitaZone

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 782
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan UMKM KitaZone dalam Festival Pasar Sehat UMKM Ngaliyan. Festival ini digelar oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di halaman Kantor Kecamatan Ngaliyan, Sabtu-Minggu (30-31/10/2021). Anggota Kelompok 11 KKN RdR ke-77 UIN Walisongo turut serta membantu UMKM […]

  • Tikus Bergelar

    Tikus Bergelar

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Oleh : Amimah Ulul Demi kefanaan berupa harta meruah Demi tak cukup sesuap nasi, mengaharap hidangan di meja yang meriah Perut membuncit, gelegek pun mendesah Ah… nikmatlah sudah.. Berhias kacamata kinclong bergaya sok songong Wara wiri di gedongan ala orang budiman Penuh gaya di podium, bercakap lantang tentang kerakyatan Si tikus terus bergerilya Di balik […]

  • Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

    Menyelamatkan “Mesin” Ekonomi Kita: Hentikan Gempuran Pajak pada Kelas Menengah

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Ditengah narasi optimisme pertumbuhan ekonomi makro yang sering didengungkan pemerintah ada realitas pahit yang terjadi dimana kelas menengah Indonesia sedang “megap-megap”. Pemerintah perlu segera menahan kebijakan perluasan pajak yang membebani konsumsi masyarakat dan mengalihkan perhatian pada upaya memulihkan daya beli. Kebijakan yang terus menambah beban pajak bagi kelas menengah sementara pendapatan mereka tidak meningkat ini  […]

expand_less